It’s Time for It’s Me Puteri Indonesia Banten 2019

Halo IP Friends. Siapa nih yang sudah kangen segmen It’s Me dari IP Team?

Nah, untuk tahun 2019 ini, IP Team sudah mengumpulkan berbagai jawaban dari pertanyaan yang IP ajukan ke para finalis Puteri Indonesia 2019. Kita mulai dengan finalis pertama ya. Finalis pertama adalah Puteri Indonesia Banten 2019, Anastasia Praditha.

Gadis dengan tinggi badan 172 cm ini biasanya dipanggil Ditha. Ditha lahir di Palembang, 30 November 1993. Duh, seumuran nih sama Admin hehe. Ditha pernah menempuh pendidikan Sarjana Ilmu Komunikasi di Universitas Indonesia kemudian melanjutkan pendidikan Master di London School of Public Relation dengan jurusan International Communications.

Saat ini Ditha berprofesi sebagai presenter berita selama enam tahun terakhir di sebuah stasiun TV nasional. Selain itu Ditha pernah menjuarai berbagai ajang yang cukup beragam, diantaranya Juara Diplomacy of Indonesia – China Social Media Competition yang diselenggarakan Indonesian Embassy in Beijing 2018, Juara The Body Shop Documentary Film Competition 2009 (Love then Leave Movie about Violence against Women), High Distinction in the Challenges of Maritime Sustainable Development Conventry University 2018.

IP Friends pengen tahu nggak jawaban Ditha terhadap pertanyaan yang IP Team berikan? Yuk kepo-in!

1. Jika kamu bukanlah Puteri Indonesia 2019, hal lain apa selanjutnya yang akan kamu lakukan?
Saya akan terus menginspirasi perempuan Indonesia untuk berusaha keras mengejar mimpi dan menekuni passion-nya, memiliki karir dan mampu mandiri di bawah kaki sendiri untuk berkontribusi bagi lingkungannya. Saya akan membuat sebuah channel di media sosial, dalam bentuk talkshow dan mewawancarai tokoh inspiratif yang tentunya berdampak bagi audience yang menyaksikan, baik milenial khususnya perempuan. Saya juga akan kembali aktif bersiaran di TV, mencoba menjadi dosen untuk sekolah komunikasi, aktif menjadi host dan MC seperti biasanya dan membuka bisnis.

2. Siapa idola kamu di dunia pageant? & why?
Pia Wurtzbach. She has a strong character, outspoken, inspiring and caring in one package. She’s using her spotlight wisely, to educate and empower women around the world with her personal touch, for example in social media.

3. Bagaimana cara kamu mengedukasi masyarakat umum yang memandang negatif dunia pageants?
They need a figure that can change the stereotype. Semoga sosok Puteri Indonesia yang terpilih mampu mengubah stigma itu. Bagi saya, dengan memperkenalkan sosok saya yang independen, terpanggil untuk menuntaskan studi saya ke jenjang yang lebih tinggi, passionate dalam meniti karier saya, mampu menginspirasi banyak perempuan Indonesia. Saya ingin mencontohkan sosok perempuan yang berdaya dan mampu bersaing, dapat bersuara serta memberikan impact ke society. Saya rasa dengan action yang bisa saya tunjukkan, mampu mengubah cara pandang masyarakat yang salah terhadap dunia pageant.

4. Bagaimana cara anda menghadapi berita hoax/negatif dari netizen atau pageant Lovers?
Nah! Ini penting, butuh tingkat literasi yang tinggi untuk jadi pengguna social media yang cerdas. Biasakan membaca, agar tidak mudah termakan informasi yang tak jelas sumbernya. Check and recheck. Pastikan informasi tersebut akurat dan bisa dipercaya. Jangan mudah terprovokasi, dan selalu berikan komen yang positif dan membangun. Karena sekarang sudah ada UU ITE yang bisa menjerat siapa pun yang melanggar pasalnya. Jempolmu, harimaumu!

5. Bagaimana bentuk stress release kamu ketika menghadapi masalah? Take a deep breath, hold it till 10 seconds and smile. Kalau masih kurang, saya bawa tidur aja. Saya cenderung memberi ruang bagi diri saya untuk berpikir jernih, melihat masalah itu lebih objektif, dan menyelesaikan dengan kepala dingin. Masalah akan datang bersama solusinya. Saya percaya hanya butuh ketenangan dan be chill.

6. Why you should be the next Puteri Indonesia?
I have a mission and a calling to inspire and motivate women since I was young. I knew how it feels to be a woman, we are living in the judgmental society. When I was a teenager, people didn’t notice me because I was shy and didn’t have an impressive appearance. I was tired with society that measure women only with their beautiful faces, it encourages me to be known not only a woman with beautiful faces, but also as a woman with dreams, vision and impact in life. I want to remind all girls that not happy with their appearance to be confident, passionate and be the best version of theirselves.

7. Sebutkan makanan salah satu makanan yang wajib di cicipi saat berkunjung ke provinsimu? Sate Bandeng for sure. Kuliner satu ini yang membuat saya cinta dengan Banten berkali – kali. Makanan yang tentunya mengandung protein tinggi, enak, tidak ada durinya, dan tentunya solusi bagi anak-anak yang tidak suka makan ikan. Wajib dipopulerkan dan sehat!

Terimakasih ya Ditha sudah mau sharing dengan IP Team dan IP Friends. IP Team mendoakan yang terbaik buat kamu! Semangat!

 

Editor : Yasinta

Comments

comments