Membaca Strategi Pemilihan Miss Universe Thailand Si Macan Asia yang Sudah Bangun

Miss Universe sudah pernah mereka raih. Namun, setelah lama absen dalam placement, tahun 2015 seperti angin segar. Berturut-turut prestasi mereka bisa pertahankan bahkan meningkat.

Prestasi tersebut tentunya juga berkat pemilihan wakil yang tepat pada saat kontes nasionalnya. Dari pemilihan Nasionalnya kita bisa intip (menurut pandangan IP), jika kita perhatikan pemenang dari 2015-2018 itu polanya selang-seling ga sih?
Setahun mega favorit menang, tahun berikutnya dark horse menang. Setuju ga #IPfriends ?

2015 (mega fave won): Aniporn Chalermburanawong adalah mega favorite saat itu. Foto diatas IP post pertama kali saat tau Nat ikut audisi MU Thailand. Boom! Sesuai prediksi ia menang dan berhasil membawa angin segar dengan place Top 10.

2016 (dark horse won): cukup menggemparkan masyarakat Thailand karena sang mega favorit (Kusuma) gagal. Namun Chalita berhasil membungkam dengan transformasinya. Boom! Masuk Top 6.

2017 (mega fave won): Maria datang sebagai Giga favorit. Dan berhasil masuk Top 5 (walaupun digadang-gadang bisa menang harusnya).

2018 (dark horse won): PL Thai kembali gempar. Mega fave (Praveenar) gagal.

Mbak Ning mengejutkan publik keluar sebagai pemenang. Eiiits… Belajar dari Chalita. Jangan underestimate. Boom! Belum genap sebulan, transformasi Mbak Ning sudah luar biasa. Ditambah backgroundnya, apakah Ning Sophida bisa jadi next Riyo Mori?
Just wait and see!

Penulis ; Aditya

Comments

comments