Putri Ayudya Serius Cari Pacar Bule?

Jika ditanya kepada setiap wanita, inginnya cari pacar lokal atau bule? Ada banyak alasan yang mereka ungkapkan, mulai dari alasan memacari pria lokal karena mudah dan mereka tidak bingung dengan dengan kendala bahasa. Namun ada juga yang ingin memacari pria bule dengan alasan utama untuk memperbaiki keturunan.

Lalu ada apa ya dengan Putri Ayudya yang tahun ini serius mencari pacar seorang bule? Yang menurutnya lebih keren daripada pria lokal. Apakah sama seperti alasan lainnya untuk memperbaiki keturunan?
Eittttsss ternyata ini hanyalah sebuah peran yang sedang ia perankan di film terbarunya.

Ditemui saat screening film terbarunya “Kenapa Harus Bule”, hari Rabu (21/2) di kawasan bioskop bilangan Jakarta Pusat, Puteri Indonesia Intelegensia 2011 ini hadir tidak sendiri.

Hadir juga Natalius Chendana, Cornelio Sunny, Michael Kho, Paul Agusta, Andri Cung (sutradara), dan Nia Dinata (produser).

Kenapa Harus Bule mengisahkan sosok Pipin (Putri Ayudya) memimpikan jodoh seorang bule. Segala macam cara ia lakukan. Mulai dari hunting di sosial media hingga menyusuri bar-bar di Jakarta, demi mendapatkan pacar seorang bule, tapi yang ia dapatkan hasilnya nihil.

Mendapatkan dukungan dari sang sahabat bernama Arik (Michael Kho), Pipin diajak untuk pindah ke Bali, karena menurut Arik di Bali banyak pria bule. Sesampainya disana ia bertemu dengan Gianfranco (Cornelio Sunny) pria bule asal Italia yang mempunyai bisnis villa yang kemudian tergila-gila kepada Pipin.

Ada juga seorang pengusaha restoran bernama Buyung (Natalius Chendana) yang ternyata jatuh hati kepada Pipin.

Kehidupan di Bali tak seindah yang dibayangkan Pipin, tabungan menipis dan ia bahkan tidak mendapatkan pekerjaan tetap. Pipin dilema, apakah ia tetap bertahan dengan prinsipnya atau sebaliknya? Cerita selengkapnya dapat disaksikan di film ini.

Bagi Putri Ayudya film ini adalah lompatan terbesar dalam kariernya di dunia perfilman Indonesia. Ia terbiasa berperan sebagai wanita berusia matang dan memiliki anak dalam berbagai filmnya terdahulu, seperti Wage (2017), Bangkit! (2016), Wonderful Life (2016), Pinky Promise (2016), Mengejar Embun Ke Eropa (2016), dan Guru Bangsa : Tjokroaminoto (2015).

“Sejujurnya aku ambil peran ini (Pipin) awalnya karena Andri Cung (sutradara), kedua perannya berbeda, ketiga kontennya (skenario). Setelah aku baca sebentar aku langsung jatuh cinta. Tanpa pikir apa-apa lagi, aku langsung suka”, jawabnya dengan wajah sumringah.

Film Kenapa Harus Bule diproduksi dalam waktu 10 hari dengan hampir banyak adegan dilakukan di Bali. Walaupun proses syuting berjalan singkat, namun sebelumnya ada 4 bulan proses reading yang dilakukan di Jakarta.

Beragamnya karakter dalam film ini, membuat Putri Ayudya optimis dengan film terbarunya tersebut dapat memberikan warna baru bagi perfilman Indonesia. Ditambah lagi banyak pesan moral dalam setiap adegan. Kenapa Harus Bule tayang serentak di bioskop pada 22 Maret 2018.

Yuk intip eksklusif video interview bersama Putri Ayudya. Cek linknya dibawah ini:

Penulis : Irwansyah
Editor: Aditiya Yasmin

Comments

comments