Bramanta Wijaya “Faith Hope Love” Triologi Tresno

Bramanta-Wijaya

Jumat, 7 Desember 2018, menjadi hari paling terindah dalam hidup Bramanta Wijaya, kembali mengelar karya terbarunya, designer yang mengawali karier ditahun 2010 dengan menjahit dua pakaian sang adik berdasarkan buku panduan tata busana, kini menjelma menjadi designer ternama, muda dan berbakat. 

Pria kelahiran Semarang, 23 November 1986 ini pun memutuskan untuk mengejar cita-citanya. Untuk mewujudkan impiannya, dia rela meninggalkan bangku pendidikan di Universitas Persada Indonesia YAI, saat tengah menekuni Ilmu Komunikasi jurusan Periklanan. Bramanta pun memutuskan untuk belajar secara otodidak, mulai dari membuat pola hingga menjahit. Menurutnya, memasuki dunia bisnis fesyen membutuhkan banyak keterampilan, tidak hanya mampu menggambar sketsa.

Kharisma-Aura-Miss-Model-of-The-World-2018

Gresya-Amanda-Maaliwuga-Puteri-Indonesia-Pariwisata-2015

Ia pernah merancang busana malam final Miss Universe 2012 yang dipakai Maria Selena (Puteri Indonesia 2011) dan busana Olivia Culpo Miss Universe 2012 saat itu hadir di Jakarta 2013, untuk menghadiri malam final Puteri Indonesia 2013.

8 tahun mengawali karier profesionalnya, tadi malam Bramanta Wijaya meluncurkan 24 karya terbaru, yang termuat dalam triologi Tresno “Faith Hope Love”.

Dara-Anggun-Puteri-Indonesia-Sumatera-Barat-2015

Bramanta-Wijaya

Terinspirasi oleh kebebasan wanita dari Klan Manchu, Dinasti Qing dari Cina, warna biru dan putih mendominasi koleksi. Dengan sentuhan flare, gaun trapeze, dan bawahan sarung, koleksi Tresno ini membahasakan cinta dalam suara yang lembut, kaya, namun juga kuat dengan paduan dari budaya Jawa, Cina dan Eropa yang menghasilkan indahnya ragam peranakan.

Penulis : Irwansyah

 

Comments

comments