Dengung Kuriding Dari Kalimantan Selatan di Galeri Indonesia Kaya

 

ala2
kolaborasi Kuriding Kalimantan Selatan Dan Sunda Jawa Barat

Kuriding adalah alat musik tradisional khas suku Dayak Kalimantan Selatan. Kuriding dimainkan oleh seniman dari etnis Bakumpai maupun Banjar. Kuriding dibuat dari enau atau kayu mirip ulin yang hanya ada di daerah Muara Teweh, Barito Utara.

ala1

Cara memainkan Kuriding adalah tangan kiri memegang tali pendek melingkar yang menahan bilah kayu itu agar menempelkan di mulut. Tangan kanan menarik-narik tali panjang yang diikat pada ujung bilah sebelahnya. Terdengar seperti suara angin menderu-deru, diiringi bunyi menghentak-hentak berirama teratur.

Alat musik Kuriding diketahui melalui lagu Ampat Lima yang salah satu liriknya adalah “ampat si ampat lima ka ai, Kuriding patah,..”

Dalam pentas “Dengung Kuriding Dari Kalimantan Selatan” oleh Sanggar Seribu Sungai, Kuriding dikemas dalam bentuk ensemble dengan nuansa harmoni khas Kalimantan Selatan.

ala

Bertempat di Galeri Indonesia Kaya Grand Indonesia minggu 4 Mei 2014, pementasan sore itupun dimulai, Sanggar Seribu Sungai terdiri dari 6 pria dan 4 wanita, para pria dengan lancar memainkan alat musik kuriding, sedangkan para wanita, memperlihatkan kebolehannya menari dihadapan penonton, dengan gerakan yang tertata apik dan rapih, tarian mereka terlihat menyatu dengan musik kuriding. Aplus dan tepuk tangan penonton, memberikan suntikan semangat bagi para pemain Sanggar Seribu Sungai. (ay/is)

Comments

comments