“This Is Us” Persembahan Alya Nurshabrina – Pemenang 1 Wajah Femina 2014 untuk Memperingati Hari Sumpah Pemuda

Dalam memperingati hari Sumpah Pemuda yang jatuh setiap tanggal 28 Oktober, banyak masyarakat sertaTokoh penting di Indonesia memperingati hari Sumpah Pemuda dengan berbagai macam cara, Begitu pula dengan Pemenang 1 Wajah Femina2014 Alya Nurshabrina yang memperingati hari Sumpah Pemuda dengan menggelar sebuah acara yg bertajuk “This is Us” . Acara yang untuk pertama kalinya digelar pada tanggal 29 Oktober 2017 bertempat di Braga City Walk ditujukan khusus untuk para penyandang Autisme.

This is Us digagas oleh Alya bersama Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung dalam sebuah rangkaian acara Bandung Amazing Day dimana dikhususkan satu hari untuk kaum disabilitas dan Alya menggagas Autisme sebagai tema “This is Us” tahun ini, karena ia sebelumnya sering terlibat menjadi volunteer di komunitas-komunitas autism dan pernah membuat acara autisme dan sastra.

Tujuan dari digelarnya acara ini yaitu untuk mensosialisasikan dan memberikan wadah bagi teman-teman komunitas Autisme untuk saling berkreasi dan mendapat apresiasi dari masyarakat umum. Sebagai pemuda, Alya melihat pengetahuan pemuda terhadap penyandang autisme masih sangat kurang. Sebagian besar yang tahu hanyalah kalangan keluarga penyandang autisme dan di kalangan praktisi-praktisi medis/therapis.

“Baiknya penyandang autisme diberikan bantuan oleh para pemuda agar mereka bisa semakin beradaptasi bersama masyarakat dan masyarakat pun semakin menerima mereka sehingga peran pemuda disitu sebagai jembatan antara komunitas Autisme dan masyarakat”, ujar pemenang 1 Wajah Femina 2014 ini.

Acara ini dihadiri dan sekaligus dibuka oleh Bapak Wakil Walikota Bandung Oded Muhammad Danial sebagai dimulainya rangkaian acara This is Us.

Berbagai macam acara seperti Talkshow dengan tema autisme yang dihadiri langsung oleh para tokoh dan komunitas autisme serta pentas seni seperti bernyanyi, menari dari para siswa penyandang autisme.

Serta tak ketinggalan berbagai macam karya seni dari anak-anak autisme dipamerkan di sekitar venue acara berlangsung.

Tak lupa Alya pun memamerkan hasil karyanya yang terinspirasi dari Salah satu tokoh autisme di Indonesia.

“Aku suka melukis, mengikuti pameran dan sering datang ke pameran teman-temen pekerja seni melihat banyak instalasi dan karya seni yg menyampaikan pesan-pesan yang bagus sehingga aku pikir kenapa tidak aku melakukan sesuatu seperti ini yang menyampaikan sesuatu yang dapat membantu masyarakat, jadi aku menggabungkan kedua konsep tersebut antara seni dan komunitas autisme, jadilah kita disini berkreasi bersama teman-teman autisme”, ujar Alya sambil menunjukan karya-karya para penyandang Autisme.


Di akhir acara turut diramaikan oleh para pelaku pageants di Jawa Barat dengan Fashion Show bersama anak-anak penyandang autisme.

Dalam memperingati sumpah pemuda ini, Alya Nur Shabrina menyampaikan kepada para pemuda yang masih belum respect dan memandang penyandang Autisme dengan sebelah mata. “Cobalah membuka pikiran kalian dan memposisikan kalian sebagai mereka (penyandang autisme), kita ini hidup di era yang sudah lebih inklusi yg mengakui perbedaan termasuk disabilitas, kita semua sama dan kita hebat karena kita berbeda-beda. Yuk kita buka persfektifnya dan kemudian sama-sama saling belajar, sama-sama saling berkreasi dan mengapresiasi”, tutup Alya kepada team IP.

Tak lupa Alya pun ingin mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu acara “This is Us” ini kepada Dispora kota Bandung, Autism Care Centre, Bunda Juju Sukma, Humanior Indonesia, Indonesian Pageants serta pihak-pihak lainya yang ikut mensukseskan acara ini.

Penulis: Shidik Ahmad
Editor: Aditiya Yasmin

Comments

comments