National Costume Putri Pariwisata Indonesia 2017 Yang Mencuri Perhatian

Seperti yang kita tahu bahwa salah satu bagian menarik dalam sebuah pageant adalah kompetisi busana tradisional atau kostum nasional terbaik.

Begitu pula dengan kontes Putri Pariwisata Indonesia 2017 yang sudah berlangsung sejak tanggal 12 Agustus 2017. Ke 38 peserta dari seluruh provinsi di Indonesia sudah berkumpul sejak karantina hari pertama. Pada karantina hari pertama mereka sudah disibukkan dengan kegiatan photoshoot kostum nasional, gaun malam, dan glamshoot untuk foto profil peserta.

Dari ke 38 peserta, IP Team berhasil mewawancarai peserta dari Jawa Barat, Bali, dan Lampung mengenai konsep kostum nasional mereka. Kostum yang dibawa pun tidak tanggung-tanggung, lho beratnya. Beberapa kostum yang mereka bawa beratnya ada yang mencapai 20 kg. Contohnya Putri Pariwisata Bali, Anak Agung Istri Intan Argyanti Nariswari atau yang biasa disapa dengan Gung Intan. Gadis yang akan menginjak usia 21 tahun pada 28 Agustus nanti membawa kostum nasional dengan tema Tamiang.

Menurut Intan, tamiang atau semacam anyaman dari janur daun kelapa yang berbentuk lingkaran memiliki makna sebagai simbol pelindung dan lambang kegigihan seorang wanita Bali. Tamiang sendiri bisa ditemukan di seluruh Bali. Terutama pada upacara adat Bali. Kostum ini dirancang oleh seorang perancang busana Bali, yaitu Agung Rahma Putra dari Pancer Langit yang memang sudah langganan untuk pembuatan kostum nasional dan baju-baju adat.

Lalu ada Amelia Putri Haidar, peserta dari provinsi Jawa Barat. Amel yang memang berasal dari Kota Kembang, Bandung ini membawakan kostum nasional dengan tema Kawah Putih, salah satu objek wisata terkenal di Kota Bandung bagian selatan. Amel saat itu menggunakan ball gown putih dengan aksesoris bolero dan head piece berwarna yang sama. Menurut Amel yang juga seorang News Achor dan reporter di TVRI Jawa Barat ini ingin menampilkan keindahan Kawah Putih yang dieksekusi menjadi kostum nasionalnya.

Peserta terakhir yang berhasil IP Team wawancarai adalah Putri Pariwisata Lampung, Riza Kusuma Putri. Polwan cantik yang datang dari Lampung ini membawakan tema kostum, Muli Saibatin. Dalam budaya Lampung, Muli adalah sebutan untuk anak perempuan disana dan Saibatin adalah satu dari dua golongan masyarakat adat di Lampung. Riza yang masih berusia 22 tahun ini ingin menampilkan budaya Lampung dan memperkenalkannya ke seluruh masyarakat Indonesia. Tidak lupa pula, Riza mengenakan Siger sebagai headpiece-nya. Dalam budaya Lampung, Siger adalah bentuk kehormatan bagi wanita Lampung. Biasanya kita bisa melihat Siger pada pakaian pengantin adat wanita Lampung.

Masih banyak lagi kostum-kostum yang menarik dari para peserta Putri Pariwisata Indonesia 2017. Tetap bersama kami ya, IP Friends.

Penulis: Zia Putra

Comments

comments