Dua Minggu di Malaysia Dikna Faradiba Perkenalan Kebudayaan Indonesia

Screenshot_2016-04-04-08-45-58-1

Meninggalkan Indonesia selama dua minggu, untuk mengikuti Student Exchange Programme 2016 di University of Malaya bersama 7 negara lain, Bangladesh, Inggris, China, Thailand, Philippine, dan Malaysia.

Ketujuh negara tersebut mewakili fakultas dinegara mereka masing-masing yaitu Philipine : Ateneo de Manila University. Bangladesh : University of Dhaka. Uttara University. Indonesia : Universitas Indonesia, Universitas Indonesia, Universitas Tarumanegara. Thailand : Thammasat University. China : East China University of Science and Technology. Malaysia : University Malaya.

Hari pertama karantina semua delegasi memberikan testimoni kesetiap delegasi, mereka tahu kalau salah satu delegasi yang ikut dari Indonesia adalah seorang beauty pageants yaitu Dikna Faradiba Putri Pariwisata Indonesia 2015.

Sedangkan Dikna sendiri datang mewakili Indonesia dari Universitas Pancasila. Selama disana Dikna memperkenalkan kebudayaan Indonesia seperti makanan, saat ia bertugas ke Medan untuk pemilihan Putri Pariwisata Indonesia Sumatera Utara 2016, Dikna sempat mampir membeli oleh-oleh makanan khas Medan yaitu Bolu Meranti.

Bolu dengan tiga varian ada coklat, strawberry dan keju, disaat mengunjungi kesalah satu tempat di Malaka dengan mengunakan bus, ditempat peristirahatan Dikna membagikan potongan Bolu Meranti kesemua delegasi, sambutanya sangat antusias semuanya menyukai makanan tersebut, bahkan memuji kalau rasanya enak banget.

“Aku ga nyangka mereka suka”

IMG-20160326-WA0004

Tidak hanya makanan khas Indonesia saja, saat perpisahan Dikna tampil mengenakan kebaya berwarna biru dengan bawahan kain batik, lagi-lagi seluruh delegasi memuji kecantikannya, bahkan mereka meminta foto bersama.

Diakhir perpisahan tersebut Dikna membagikan souvenir Wonderful Indonesia dari gantungan kunci hingga dompet.

Dikna sendiri merasa bersyukur bisa mewakili Indonesia, ia menjadi tahu permasalahan setiap negara, dari kemanusian hingga demokrasi, seperti Bangladesh dimana delegasi negara tersebut menceritakan bagaimana kesulitan tidur setiap saat mendengar deru tembakan senapan setiap saat dan itu tidak aman.

Screenshot_2016-04-04-08-42-29-1

Ada lagi delegasi dari China yang merasa kesulitan mengakses internet, karena negaranya hanya mengakui internet buatan negaranya sendiri.

Bersyukurlah bagi Dikna yang tinggal di Indonesia dengan penduduk ragam kaya budaya dan menjunjung toleransi beragama.

“Pengalaman yang aku dapatkan adalah lebih cinta Indonesia” jawab wanita yang akan mewakili Indonesia diajang kecantikan Miss Tourism International 2016.

(is)

Comments

comments