Serunya Karantina Puteri Indonesia Hari ke-7

q3

Kegiatan ke 37 finalis Puteri Indonesia 2015 hari ke 6 ini dimulai dengan latihan koreografi selama kurang lebih satu jam. Para finalis melatih kembali gerakan-gerakan yang akan ditampilkan di atas panggung Grand Final Puteri Indonesia 2015 hari Jumat (20/2) mendatang.

Selepas menikmati serunya kelas koreo, para finalis pun kemudian bersiap menuju ke tempat yang istimewa, yaitu kantor Gubernur DKI Jakarta untuk bertemu orang nomor satu di Jakarta, yaitu Bapak Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Pada kesempatan yang luar biasa ini, tentu para finalis tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan banyak informasi berharga dan sharing dengan Pak Ahok. Antusiasme finalis terhadap materi pertemuan kali ini luar biasa.

Banyak yang ingin bertanya kepada Pak Ahok, namun hanya beberapa yang beruntung. Mereka yang berkesempatan untuk bertanya antara lain Olvah Alhamid asal Papua Barat, yang bertanya mengenai kepemilikan kendaraan bermotor roda empat oleh seseorang yang terkadang jumlahnya lebih dari satu. Selain Olvah, Nabila Octasya, finalis asal Riau juga memberikan pertanyaan kepada Ahok mengenai MRT. Chintya Fabiola, Puteri dari Kalimantan Barat, mengajukan pertanyaan mengenai wifi atau koneksi internet gratis yang belum merata di beberapa daerah. Pertanyaan tersebut dijawab Bapak Ahok dengan sangat baik dan para finalis terlihat puas dengan penjelasan yang diberikan.

Selepas sharing, para finalis kemudian diajak berkeliling kantor oelh Bapak Ahok. Acara kunjungan ke kantor Gubernur DKI Jakarta pun diakhiri dengan foto bersama. Suatu kesempatan yang tentunya tidak akan dilupakan oleh para finalis.

Setibanya di Hotel Grand Sahid Jaya dan selepas makan siang, para finalis kembali mengikuti pembekalan. Kali ini pembekalan datang dari Bapak Arif Yahya, Menteri Pariwisata. Materi yang diberikan adalah bagaimana agar tingkat kunjungan pariwisata ke Indonesia bisa terus meningkat. Para finalis Puteri Indonesia 2015 kelak akan menjadi duta pariwisata, terutama pariwisata daerah yang diwakili. Hal ini tentu sangat berharga untuk diketahui dan dipahami, agar kepariwisataan di Indonesia bisa terus berkembang pesat.

Pembekalan pun berlanjut, kali ini datang dari Ibu Dewi Motik Pramono yang memberikan pembekalan mengenai marketing. Ibu Dewi Motik bercerita mengenai orang-orang yang sukses karena usahanya, seperti Alm. Bob Sadino. Usaha yang sukses terkadang dimulai dari usaha yang sederhana, seperti contohnya apabila dia suka membuat kue kemudian kue itu dijual via social media, pasti akan ada yang berminat. Dari hal kecil itu, lama kelamaan akan semakin besar. Barulah dipikirkan tentang brand, hak cipta atau hal-hal lain yang terkait. Ibu Dewi Motik yang tidak segan berbagi ilmu dan senang berbagi ini, tentu menginspirasi para finalis untuk terus berkarya.

Sesi pembekalan selanjutnya diisi oleh Ibu Yohana Yembisa, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Sharing dengan Ibu Yohana kali ini membahas banyak hal mengenai wanita dan anak-anak Indonesia. Tentu hal ini menarik minat para peserta untuk bertanya. Salah satu pertanyaan yang menarik datang dari Olvah asal Papua Barat. Olvah bertanya langkah apakah yang harus dilakukan apabila ia ingin mendirikan sekolah bagi anak-anak yang kurang mampu. Wah, ternyata Olvah ini punya mimpi membantu anak-anak tidak mampu untuk bersekolah dan mengenyam pendidikan. Hebat!

Dan kegiatan hari ini pun ditutup dengan pembekalan dari Badan Narkotika Nasional atau BNN. Pembekalan dari BNN sangat menarik. Karena penjelasan yang diberikan diselingi oleh aksi yang menghibu, seperti sulap, simulasi humor dan sebagainya. Bapak Victor Pudjiadi sebagai narasumber sangat berhasil menghidupkan suasana. Sehingga walaupun hari sudah malam, para finalis tetap semangat mengikuti pembekalan dan beberapa saat tertawa melihat selingan-selingan yang menghibur.

Sungguh hari yang sangat luar biasa dan pastinya, akan selalu dikenang oleh ke 37 finalis Puteri Indonesia 2015. Pengalaman yang akan mereka bawa seumur hidup mereka, dan ilmu yang bisa mereka bagikan kelak kepada anak cucu juga lingkungan sekitar.Sungguh hari yang luar biasa!

(an)

Comments

comments