Jelang Keberangkatan Estelita Liana Menuju Ajang Miss Supranational 2014

lili6

Memasuki tahun keduanya Indonesia akan mengirim wakilnya Estelita Liana Puteri Indonesia Pariwisata 2014 diajang Miss Supranational 2014. Setelah pada tahun 2013 Indonesia mengirimkan wakilnya dalam ajang ini setelah sebelumnya diwakili Cok Istri Krisnanda, Putri Pariwisata Indonesia 2012 berpartisipasi dan berhasil menorehkan prestasi yang luar biasa yakni mendapatkan gelar 3rd Runner Up Miss Supranational 2013.

Bertempat di Taman Sari Royal Heritage, Rabu (5/11) press conference keberangkatan Estelita Liana menuju Miss Supranational 2014 digelar, dengan kata sambutan dari Ibu Putri K Wardani CEO Mustika Ratu, menjelaskan berbagai persiapan yang dilakukan Estelita Liana.

Estelita atau yang sering dipanggil “Lili”, akan berangkat pada tanggal 15 November 2014, karena karantina yang akan berlangsung dari tanggal 16 November sampai 5 Desember 2014. Grand Final Miss Supranational 2014 akan dilaksanakan pada hari jum’at, 5 Desember 2014 di MOSIR (Sports Hall) Krynica-Zdorj, Polandia.

Banyak persiapkan yang dilakukan Lili, mulai dari tata cara merias wajah dan rambut yang diajarkan langsung oleh Make Up Artist “Moors’s Professional Make Up”, perawatan kecantikan luar dan dalam di Taman Sari Royal Heritage Spa, kelas table manner dari LPPMS (Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Mooryati Soedibyo), pembekalan tentang current issue, filosofi dan filsafat, kelas Public Speaking oleh Tya Diran, serta pembentukan tubuh (gym) di Celebrity Fitness.

Pada ajang Miss Supranational, akan ada sesi di mana semua peserta akan diminta untuk mengenakan dan memperagakan national costume. Tema yang diangkat tahun ini adalah “Warrior Princess of Borneo” karya Dynand Fariz. Hal tersebut terinsiprasi dari keragaman budaya dan kekayaan alam yang ada di Borneo. Personal Etjnik Dayak dan eksotisme salah satu fauna khas Borneo yang hampir punah yaitu Burung Enggang (Hornbill Bird) menjadi cerminan dari national costume ini. Simbol pemersatu diantara suku Dayak dilambangkan pada penggunaan material bulu Enggang yang sangat khas dan hampir menyeluruh di Borneo. Kesan kekuatan dan ketangguhan dilambangkan dengan penggunaan Mandau dan Tameng yang merupakan senjata khas suku Dayak di mana hal tersebut menggambarkan bahwa wanita Indonesia tidak hanya pintar namun juga tanggung dan mandiri. Warrior Princess of Borneo menjadi ikon Indonesia sebagai semangat bahwa wanita Indonesia mampu berjuang dan bertahan guna mempersatukan berbagai perbedaan di Indonesia, menjadi kelengkapan, keberagaman, dan kekayaan Indonesia yang utuh.

Selain National Costume, Lili juga akan memperkenalkan betapa kayanya kebudayaan dan hasil karya anak negeri dengan membawa dan akan mengenakan kebaya indah rancangan designer Anne Avantie. Gaun malam dan red carpet yang akan dikenakan Lili pada ajang Miss Supranational berasal dari rancangan designer muda berbakat Anaz Khairunnas. Bertemakan “Leaves of Grece”, gaun berwarna hijau tersebut terinspirasi dari manfaat dan kegunaan daun sirih dalam rumpun melayu. Motif daun sirih tersebar pada seluruh gaun. Kesan anggun terlihat dari warna emerald green, sementara kesan glamour digambarkan pada aplikasi warna gold.

Gaun ikat asli Indonesia juga akan turut diperkenalkan oleh Lili. Didiet Maulana dalam brand IKAT Indonesia, Batik Nyonya Indo, Batik Sultan, dan membawa aksesoris etnik Indonesia dari Manjusha Nusantara dan Emas Putis PLG, dan sepatu dari koleksi terbaru Wanda Dekafe Shoes.

Lili juga akan membawa wayang golek Srikandi yang merupakan auction gift yang nantinya akan dilelang di salah satu kegiatan Miss Supranational 2014.

Selain itu Lili juga mengatakan ada target yang ia inginkan “Selain target winner saya juga ingin memberikan yang terbaik bagi Indonesia”. Ujar Lili. Selamat berjuang Lili, masyarakat Indonesia pasti mendukungmu. Semangat.

(is/fa)

Comments

comments