It’s Me Puteri Indonesia Riau 2019

Setelah sebelumnya kita membahas tentang finalis dari Papua, kali ini kita kembali ke arah Barat tepatnya pulau Sumatera, Sabrina Woro Anggraini Finalis Puteri Indonesia 2019 Riau. Bina (nama panggilan) lahir di Jakarta, 26 Juni 1995.

Gadis yang mengenyam pendidikan Ilmu Komputer di Universitas Gadjah Mada, memiliki tinggi badan 169cm. Dan yang tak kalah dengan finalis lain, ia juga mempunyai banyak pengalaman dan prestasi, antara lain :

• 2nd Winner Best Application in United by HCL, by Manchester United & Digital Transformation in Manchester, UK 2018
• Best Public Safety App by AT&T and IBM in Silicon Valley, USA 2014
• Global Winner, Code for Resilience by World Bank in London, UK 2014
• Runner Up 1 Mahasiswa Berprestasi UGM 2015
• Selected Participant at Stanford University Asia Student Entrepreneur Society (ASES) Summit di Stanford, California, USA 2016
• Youth Ambassador at Jakarta Sister City in Seoul, South Korea 2014
• Runner Up 1 Pemuda Inspiratif oleh Kemenpora, Tangerang 2018
• 1st Winner (as SAKA UGM) XXII International Folklore Dance and Music Festival Prague Stars in Prague, Czech Republic
• 2nd Winner & Highest Online Vote Winner (As SAKA UGM) in Sabah International Folklore Festival, Malaysia 2014
• Selected Representative of UBU ASEAN Cultural Festival in Ubon Ratchathani, Thailand 2015
• Finalist for Young Social Entrepreneurs Programme, Singapore 2016
• National Participant Wave 8, Young Leaders for Indonesia 2016
• Vice President Marketing & Communication, AIESEC UGM 2013-2014

Seperti halnya finalis lain, IP team juga meminta Sabrina untuk menjawab beberapa pertanyaan yang kita ajukan kepadanya.

1. Jika kamu bukanlah Puteri Indonesia 2019, hal lain apa selanjutnya yang akan kamu lakukan?

Saya akan tetap menjalani aktivitas dan advokasi saya sebagai Puteri Indonesia Riau sekaligus mengaktualisasikan kemampuan saya sebagai Desain Produk Digital dalam membantu kemajuan pariwisata Indonesia. Selain itu saya juga mengembangkan komunitas yang telah saya dirikan, Kultara, dengan menjalin kerja sama lebih luas lagi

2. Siapa idola kamu di dunia pageant? & why?

Idola saya di dunia pageant adalah Anindya Kusuma Putri. Karena ia sosok yang tomboy tapi berani keluar zona nyaman dan tetap dapat menempatkan diri dengan menjadi puteri. Selain itu setelah masa jabatannya sebagai puteri indonesia berkontribusi ke bidang pemuda dan olahraga, konsisten dengan keaktifannya di bidang pemuda sejak kuliah.

3. Bagaimana cara kamu mengedukasi masyarakat umum yang memandang negatif dunia pageants?

Upaya yang sudah saya lakukan sebagai finalis Puteri Indonesia 2019 yaitu dengan menjadi baik-baiknya role model yang mampu memberikan semangat dan dampak positif untuk masyarakat, terutama anak muda. Jika selama ini beberapa orang masih menilai bahwa pageants hanya terdiri dari mereka yang rupawan, saya coba buktikan kemampuan diri dengan prestasi, karya inovatif dan membangun komunitas sosial. Di samping itu saya juga belajar untuk terus mendewasakan sikap. Sebab sejatinya nilai-nilai yang dijunjung dalam dunia pageants adalah brain, beauty, behavior. Dan itulah yang harus saya jadikan komitmen tidak hanya saat menjadi pelaku pageant, tapi sampai kapanpun.

4. Bagaimana cara anda menghadapi berita hoax/negatif dari netizen atau pageant Lovers?

Hal yang pertama saya lakukan adalah merilekskan diri, memahami bahwa berita negatif itu mungkin ada dan dialami oleh siapapun. Kedua, jika Ada pemberitaan hoax yang sangat masif, saya akan melakukan klarifikasi atas apa yang menjadi fakta. Namun jika ada pemberitaan negatif yang mengarah ke cyber bullying, saya akan berterima kasih untuk itu sebab dengan demikian saya belajar bersyukur dan bersabar.

5. Bagaimana bentuk stress release kamu ketika menghadapi masalah?

Berkumpul dengan keluarga atau orang-orang terdekat, mendaki gunung, atau yang paling sederhana adalah dengan meluangkan waktu me time untuk menjalani hobby sederhana.

6. Why you should be the next Puteri Indonesia?

Because I have a strong advocacy background. Where before I was selected as the Puteri Indonesia Riau 2019, I have positively contributed to my community that I would be able to give wider impacts to the society, together with the Yayasan Puteri Indonesia’s values.

7. Sebutkan salah satu makanan yang wajib di cicipi saat berkunjung ke provinsimu?

Riau memiliki potensi perikanan yang besar sehingga banyak kuliner khas Riau yang diolah dari ikan. Nah salah satu kudapan yang wajib dicicipi adalah cincalok. Cincalok terbuat dari udang kecil yang biasanya sudah difermentasi terlebih dahulu. Kudapan ini memiliki aroma dan juga cita rasa yang sangat khas.

Dengan segala pengalaman dan prestasi yang dimiliki sabrina, semoga bisa mempermudahnya untuk mendapatkan hasil tertinggi diPuteri Indonesia 2019. Anyway, terima kasih sabrina telah menyempatkan waktu dan jawabannya untuk “It’s Me Indonesian Pageants”.

Editor : M Herry S Imansyah

Comments

comments