It’s Me: Puteri Indonesia Bali 2019

Hai IPfriends! Balik lagi dengan IP disini. Kali ini Indonesian Pageants akan membahas Puteri Indonesia 2019. Salah satu Finalis yang terpilih terakhir dibatch ini memiliki nama lengkap Nadia Karina Wijaya (Nadia). Nadia lahir di Denpasar, 7 Januari 1995.
Wanita bertinggi badan 170 cm ini berprofesi sebagai Senior Management Consultant di perusahaan “The Big 4”. Nadia menyelesaikan pendidikan S1 nya Erasmus Universiteit Rotterdam, Belanda dan meraih gelar Bachelor of Science in International Business Administration kemudian ia meneruskan hingga meraih gelar Master of Science in Business Information Management di kampus yang sama. Nadia memiliki hobi membaca literatur klasik, softball, dan bermain piano.

Prestasi:
1. Student exchange delegate to Melbourne, Australia in 2011
2. One of the youngest students enrolled in Erasmus School of Economics in 2012 (enrolled at 17 years old)
3. Erasmus+ Awardee Scholarship to University College Dublin, Ireland, 2015
4. Profiency in Financial Accounting Bronze Level (Achieved 9.5/10) from Erasmus University Rotterdam, 2016
5. Completed her bachelor degree with a GPA of 3.6
6. Completed her student exchange period in University College Dublin with a GPA of 3.5
7. Completed her master degree with a GPA of 3.6

Pengalaman organisasi:
1. Palang Merah Remaja SMAN 4 Denpasar 2009 – 2012
2. Panitia Penerimaan Masa Orientasi Siswa SMAN 4 Denpasar tahun 2010 dan 2011
3. Perhimpunan Pelajar Rotterdam 2014 – 2015
4. Sustainable RSM Erasmus University Rotterdam 2014 – 2015
5. Amnesty International Ireland 2015

Yuk simak jawaban Nadia saat mendapatkan pertanyaan dari IP:
1. Jika kamu bukanlah Puteri Indonesia 2019, hal lain apa yang selanjutnya yang akan kamu lakukan?

Saya akan konsisten melanjutkan advokasi saya yaitu pendidikan untuk anak-anak Indonesia dan mengemban tugas saya sepenuh hati sebagai Puteri Indonesia Bali 2019. Saya percaya, banyak kesempatan yang telah diberikan kepada saya sampai saat ini tentunya tidak akan pernah saya sia-siakan untuk terus menyuarakan kepedulian dan perhatian saya akan pentingnya pendidikan untuk anak Indonesia.

2. Siapa idola kamu di dunia pageant? And why?

Susanty Manuhutu, Puteri Indonesia 1995. Beliau sosok yang cantik, cerdas, dan menjadi inspirasi utuh bagi saya bahwa perempuan Indonesia dapat berkontribusi nyata serta menunjukkan prestasi di perusahaan berskala internasional.

3. Bagaimana cara kamu mengedukasi masyarakat umum yang memandang negatif dunia pageants?

Saya percaya dunia pageants seperti ajang Puteri Indonesia memberi kesempatan bagi kami, perempuan Indonesia memiliki satu platform untuk memberikan kontribusi nyata di berbagai bidang yang kami tekuni, baik itu berwirausaha, politik, entertainment, ataupun pendidikan. Salah satu ajang yang tepat untuk menyuarakan pilihan dan pendapat kami, dan membuat kami menjadi lebih kuat, mandiri, serta membuka banyak peluang untuk mengeduasi masyarakat umum dengan lebih luas lagi. Bagi saya cara mengedukasi masyarakat umum adalah dengan memberikan contoh dan kontribusi nyata.

4. Bagaimana cara Anda menghadapi berita hoax/negatif dari netizen atau Pageant Lovers?

Dengan cara mengingat alasan utama saya mengikuti Puteri Indonesia sejak awal – yaitu untuk mengadvokasi pentingnya edukasi untuk anak-anak Indonesia. Semangat saya akan selalu terpacu dan membuat saya percaya bahwa saya mengikuti ajang ini bukan untuk diri saya sendiri, tapi untuk menjadi salah satu bagian terdepan yang dapat menyuarakan advokasi saya. Selain itu, saya juga selalu fokus dengan hal-hal yang positif: berpikir positif, bertindak positif, dan mengelilingi diri saya dengan orang-orang yang positif.

5. Bagaimana bentuk stress release kamu ketika menghadapi masalah?

Pertama, saya akan mencari solusi dari masalah yang saya hadapi. Mungkin saja solusi tidak menjawab masalah yang ada sepenuhnya, namun solusi tetaplah solusi. Bisa jadi hanya bisa mengatasi 10% masalah saya, tetapi itu jauh lebih baik daripada tidak sama sekali. Jadi saya tidak pernah mengabaikan kesempatan untuk menemukan solusi sekecil mungkin.

Kedua, saya bersyukur dikelilingi oleh support system yang positif, jadi saya tidak pernah sungkan untuk berbagi cerita dan mendapatkan masukan yang berharga dari mereka.

6. Why you should be the next Puteri Indonesia?

Tentu saya akan sangat merasa bersyukur dan terhormat apabila terpilih serta dapat membawa misi ajang Puteri Indonesia. Saya percaya saya siap menjadi Puteri Indonesia 2019 karena saya akan bekerja keras dan secara konsisten menjalankan advokasi saya yaitu pendidikan untuk anak-anak Indonesia. Ajang Puteri Indonesia telah memberi saya begitu banyak peluang untuk membuat perbedaan dan saya akan sepenuh hati menjalani kesempatan yang diberikan dengan dukungan dari masyarakat Indonesia.

7. Sebutkan salah satu makanan yang wajib dicicipi saat berkunjung ke provinsimu?

Rujak Bulung Khas Bali. Bahan dasar kuliner rujak bulung khas Bali berasal dari komoditas andalan dari perairan Pulau Bali yaitu rumput laut. Campuran rasa manis pedas yang berbaur dengan asam dari kuah pindang yang khas selalu membuat rindu!

Terima Kasih Nadia atas kesempatan interviewnya. Good luck untuk karantina Puteri Indonesia nya!

 

 

Editor : Yasmin Aditya

Comments

comments