It’s Me: Interview Puteri Indonesia Sumatera Utara 2016

 

sumut-1

Ariska Putri Pertiwi atau disapa Ika, adalah tipe pejuang di dunia pageant. Kegagalan memenamgkan kontes di tahun sebelumnya tidak menjadikannya patah semangat dan mengikuti kontes Puteri Indonesia Sumatera Utara di tahun berikutnya. Calon dokter yang takut disuntik ini paling ga bisa nolak kalau ada yang nyuruh nyanyi dan joget. It’s Me, Ariska:

1. Biodata:

Nama : Ariska Putri Pertiwi
Nama panggilan : Ika
Tempat / Tanggal lahir : Lhokseumawe, 13 Januari 1995
Tinggi badan : 174cm
Zodiak/Shio : Capricon
Hobby : travelling , modeling,
Prestasi :
1. Indonesia Creative Icon 2009
2. Puteri Tenun Sumatera Barat 2010
3. Puteri Pariwisata Pematang Siantar 2010
4. Duta Palang Merah Indonesia Sumatera Utara
5. Puteri Indonesia Sumatera Utara 2015

sumut-5

2. Wisata Kuliner daerah kamu dan Oleh-oleh Kuliner dari daerah kamu :

Tempat wisata kuliner :

1. Ucok Durian
2. Restoran TIP TOP
3. Merdeka Walk

Oleh-oleh khas Sumatera Utara :
1. Pancake Durian
2. Bolu Meranti
3. Bika ambon zulaika

sumut-4

3. Ceritakan siapa diri kamu :
Manjuah-juah .. Halo , Saya Ariska Putri Pertiwi, sekarang Saya tercatat sebagai mahasiswi kedokteran semester 7 di salah satu universitas swasta di kota Medan. Saya adalah seorang anak tentara yang terbiasa dengan kedisiplinan. Saya memiliki 1 orang adik perempuan yang usianya cukup jauh bedanya dengan Saya sekitar 17 tahun. Saya adalah seorang pemimpi besar karena dari kecil Saya dibiasakan oleh Mama Saya untuk menjadi seorang pemimpi besar dan tentunya menjadi seseorang yang mampu menggapainya, salah satunya jelas Saya ingin menjadi seorang dokter yang nantinya dapat mengabdi kepada masyarakat. Kedua, Saya ingin sekali membuka satu foundation untuk anak-anak terlantar dan anak-anak yang mengalami retardasi mental agar mereka dapat mencicipi apa itu pendidikan, dapat bermain dan tertawa sama halnya dengan anak-anak lain nya. Saya percaya anak-anak inilah yang nantinya dapat membawa masa depan Indonesia menjadi negara maju dan berkembang, jika mereka sudah dibiasakan dan mendapatkan pendidikan yang baik.

sumut-6

4. Pengalaman paling berkesan dan menyentuh (selain menjadi Finalis Puteri Indonesia) :
Saya pernah merasakan apa itu kegagalan, sedikit bercerita, pada tahun 2014 untuk kali pertama nya Saya mengikuti ajang pemilihan Puteri Indonesia Sumatera Utara 2014 dengan keterbatasan info yang Saya dapat dan minimnya persiapan, Saya memberanikan diri untuk mengikuti ajang ini dan alhamdulilah Saya masih diberikan tempat sebagai 2nd Runer Up Puteri Indonesia Sumatera Utara 2014. Kecewa? Pasti, setiap orang jika tidak mendapatkam apa yang diinginkan pasti mengalami yang namanya kekecewaan. Disinilah mengapa Tuhan menciptakan sesosok Ibu yang luar biasa dimana beliau selalu memberikan motivasi untuk Saya dan kata-kata beliau yang masih dan selalu Saya ingat adalah ketika beliau berkata “Nak, jadikanlah kegagalan menjadi guru paling berharga di dalam hidup kamu”, awalnya Saya tidak percaya dan berusaha untuk cuek tapi waktu ke waktu Saya bisa membuktikan perkataan Ibu Saya yang menjadikan kegagalan sebagai guru yang paling berharga yang bisa membuat kita jauh lebih baik dari sebelumnya. Pada tahun 2015, tepatnya pada tanggal 27 November Saya berhasil merebut mahkota Puteri Indonesia Sumatera Utara 2015 dan siap untuk diberangkatkan mewakili Provinsi tercinta Sumatea Utara. So, Saya percaya bahwa kegagalan adalah segalanya yang mampu membuat kita jauh lebih matang dan lebih baik lagi.

5. 5 Fakta Unik tentang kamu:

1. Sampai sekarang masih suka nonton Spongebob, ada alasannya loh karena film Spongebob itu mengajarkan arti persahabatan yang tulus.
2. Punya senyuman yang sangat sangat lebar (bisa dilihat sendiri nanti)
3. Pencinta kucing dan anjing
4. Paling takut disuntik tapi kalau soal nyuntik pasien paling berani
5. Saya tipe orang yang gak bisa nolak kalau disuruh nyanyi (walau suara pas-pasan) dan disuruh joget (walau tidak bisa joget) .
Salam hangat,
Puteri Indonesia Sumatera Utara 2016

Sumber foto : Instagram Ika
Terima kasih kepada Yayasan Puteri Indonesia atas kesempatan interviewnya

(is/ay)

Comments

comments