It’s Me: Interview Puteri Indonesia Riau 2016

riau-1

Kurnia Illahi atau yang sering disapa Nia adalah anak pertama dari 3 bersaudara. Ketertarikannya dengan musik membuatnya  memiliki hobi bermain piano, gitar dan menyanyi. Nia pernah menjadi Paskibraka Nasional 2009 dan bertemu dengan Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Republik Indonesia dan mengikuti Duta Belia di Sydney, Australia. Nia akan mewakili Riau di Puteri Indonesia 2016. It’s me, Nia:

1. Biodata :
Nama Lengkap/ Panggilan : Kurnia Illahi / Nia
Tempat / Tanggal lahir: Pekanbaru, 28 November 1992
Tinggi badan : 174 cm
Zodiak / Shio : Sagitarius
Hobby :
– main piano, gitar, menyanyi
Prestasi :
– Paskibraka Nasional 2009
– Duta Belia Nasional 2009
– Bujang Dara Riau 2010
– Duta Wisata Remaja Berprestasi 2010

riau-5

2. Wisata Kuliner daerah kamu dan Oleh-oleh Kuliner dari daerah kamu:

Didaerahku terkenalnya gulai ikan patin, asam pedas baung. Kalau oleh-oleh: bolu komojo, lempuk durian dan mie sagu.

riau-3

3. Ceritakan siapa diri kamu:

Aku Nia, anak pertama dari 3 bersaudara, baru menyelesaikan pendidikan S1 di Jogjakarta dan akan melanjutkan S2 di Jakarta. Saya pribadi yang supel, tidak pilih-pilih teman, gampang terharu ( baperan) hahaha dan juga sedikit gampang panikan, semua yang tidak penting Saya anggap penting jadi kadang suka agak lebay hahaha. Saya orangnya konsisten, apa yang Saya jalani, Saya lakukan dengan maksimal, kalau semisal yang Saya lakukan masih kurang di anggapan orang, tapi itu lah yang maksimal dari Saya pribadi hehehe.

4. Pengalaman paling berkesan & menyentuh (selain menjadi Finalis Puteri Indonesia):

Pengalaman paling berkesan saat mengikuti Duta belia di Sydney, maklum belum pernah kesana. banyak pengalaman yang didapat, tau cara bersosialisasi mereka cara pergaulan mereka, pokoknya pengalaman yang paling indah karena selain belajar terselip liburan juga disana hoho .

riau-4

5. 5 Fakta Unik tentang kamu :

– supel, gampang bergaul, percaya diri, konsisten, suka travelling

Sumber foto : Instagram Nia
Terima kasih kepada Yayasan Puteri Indonesia atas kesempatan interviewnya

(is/ay)