It’s Me: Interview Puteri Indonesia Bengkulu 2016

dessi-4

Dessi Tri Widiarti atau biasa dipanggil dengan singkatan Dessitw, adalah mahasiswi Psikologi semester 6. Dessi pernah menjadi pembawa Baki pagi-sore Paskibraka Bengkulu Selatan tahun 2012 dan punya pengalaman seru dikejar anjing sampai harus ngumpet di Poskamling. It’s Me Dessi :

1. Biodata :
Nama Lengkap : Dessi Tri Widiarti
Nama Panggilan : Dessi
Tempat / Tanggal lahir : Manna, 31 Maret 1996
Tinggi Badan : 171cm
Zodiak / Shio : Aries / domba
Hobby : travelling, kuliner
Prestasi :
• Mayoret GSBBN Drumband SMA Negeri 2 Bengkulu Selatan tahun 2010-2012
• Pembawa Baki pagi-sore Paskibraka Bengkulu Selatan tahun 2012
• Gadis Harapan 1 Pemilihan Bujang dan Gadis Bengkulu Selatan tahun 2013
• Puteri Indonesia Bengkulu Favorit tahun 2015
• Juara 1 Puteri Indonesia Bengkulu tahun 2015

dessi

2. Wisata kuliner daerah kamu dan oleh-oleh kuliner dari daerah kamu :

Kalo bicara kuliner, Bengkulu adalah surganya kuliner. Saat Saya sedang kuliah di luar kota yang paling Saya rindukan selain keluarga dan teman-teman adalah kulinernya. Diantaranya ada “Rebung Asam Undak Liling”, Pendap, Tempoyak, Ikan pais, Gulai kemba’ang, Lepat binti, Bagar hiu, Lema dan masih banyak lagiiii…

Oh iya, disini juga ada kuliner Lemang Tapai. Jadi, kalo datang ke Bengkulu tepatnya Bengkulu Selatan, teman-teman bisa langsung meluncur melihat dan mencicipi salah satu warisan nenek moyang yang masih dilestarikan masyarakat disini tepatnya pada malam Kamis, “Malam Lemang Tapai”. Sedangkan yang sering dijadikan oleh-oleh adalah Kue Tat yang konon kue ini dahulu merupakan makanan khas para raja Bengkulu.

dessi-3

3. Ceritakan siapa diri kamu:

Perkenalkan nama Saya Dessi Tri Widiarti, biasa dipanggil Dessi. Tapi karena seringkali yang punya nama Dessi banyak, teman-teman sering memanggil Saya Dessitw. Sebagian orang yang bertemu akan mengatakan bahwa Saya adalah orang yang pendiam. Tapi sebenarnya Saya bukanlah orang yang pendiam. Hanya saja terkadang Saya lebih suka untuk beradaptasi sejenak dan melihat bagaimana lawan bicara Saya dan harus bersikap seperti apa Saya.

Selama lebih kurang 19 tahun ini Saya dibesarkan oleh keluarga yang sangat luar biasa. Saya adalah anak ke-3 dari tiga bersaudara. Yah, benar, anak bungsu! Seringkali orang berpendapat bahwa anak bungsu itu manja dan tidak bisa apa-apa. Akan tetapi lain halnya dengan Saya. Di keluarga Saya sopan, disiplin, mandiri dan pendidikan adalah poin utama.

Orang tua Saya yaitu H. Karim dan Hj. Rosni Harbinayati selalu mengajarkan kepada anak-anaknya tanpa membeda-bedakan siapapun diantara kami. Walaupun disiplin, kedua orang tua dan kedua Kakak Saya adalah pribadi yang sangat perhatian dan hangat. Ketika Saya kesulitan dan merasa down, mereka adalah sumber motivasi terkuat yang Saya miliki.

Saat ini Saya tercatat sebagai sebagai mahasiswi semester 6 di Jurusan Psikologi Universitas Andalas, Padang. Sebagai orang Psikologi saya sangat tertarik dengan kehidupan sosial. Saya pernah melakukan penyuluhan tentang psikologi kepada keluarga-keluarga di Desa, pernah terlibat dalam pengadaan seminar tentang kekerasan pada anak, mengumpulkan bantuan untuk orang-orang yang membutuhkan dan berbagai aktivitas sosial lainnya. Saat ini Saya melakukan aktivitas sosial hanya di lingkungan sekitar yang bisa Saya gapai. Tapi Saya percaya bahwa sesuatu yang besar dimulai dari hal-hal kecil yang kita lakukan, yang penting adalah sungguh-sungguh dan ikhlas.

4. Pengalaman yang paling berkesan dan menyentuh (selain menjadi Finalis Puteri Indonesia):

Sebenarnya ini bukan sesuatu yang berkesan dan menyentuh hanya saja menurut Saya ini adalah pelajaran hidup yang mengesankan dan tidak bisa Saya lupakan. Waktu itu kalau tidak salah Saya masih duduk di bangku SD. Saya tidak menyukai kucing. Saya sering mengusir kucing apabila ada di rumah Saya, bahkan di teras sekalipun.

Sampai pada suatu malam Saya bermain bersama teman-teman Saya di dekat rumah yang kebetulan lagi ada hajatan. Kami bermain kejar-kejaran. Karena malam hari, kami tidak melihat di dekat kami ada seekor anjing yang mengintai.

Ketika kami berlari seekor anjing itu mengejar kami dengan penuh nafsu, kami berlari sekuat tenaga sambil menangis dan berteriak. Tak jauh dari kami ada sebuah “Poskamling” dan kami berteriak memutuskan untuk naik ke sana. Setelah naik, ternyata anjing itu tetap menggonggong dari bawah yang kira-kira kurang dari satu meter dari kami. Kami menangis ketakutan dan tiba-tiba seekor kucing turun dari “Poskamling” dan anjing itu pergi berbalik mengejar kucing. Maafkan kami kucing..

Tapi dari sana Saya mengambil hikmah bahwa kita tidak boleh meremehkan siapapun, dari golongan manapun, karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi 5 menit kemudian. Bisa jadi sesuatu yang tidak kita inginkan, yang sering kita remehkan, suatu saat akan kita butuhkan dan bahkan menjadi bagian dari hidup kita.

dessi-2

5. Fakta unik tentang kamu:

Saya adalah seorang bergolongan darah A, Saya menyukai sesuatu yang teratur dan rapi. Saya sering membuat list tentang apa saja yang harus saya lakukan dan mencatat apa saja yang telah saya keluarkan (keuangan).

Sumber foto : Instagram Dessi
Terima kasih kepada Yayasan Puteri Indonesia atas kesempatan interviewnya

(is)

Comments

comments