Inilah 13 Film Terbaik Puteri Indonesia Yang Harus Kalian Tonton

Mengisi libur panjang semenjak hari raya idul fitri 1438H, ditambah libur bersama dan liburan anak sekolahan. Bagi IP friends yang ingin mengusir rasa jenuh dan suntuk dirumah, tidak ada salahnya merilekskan diri kalian dengan menonton film-film terbaik Indonesia.

Indonesian Pageants sudah mencatat ada 13 film terbaik dari pemenang Puteri Indonesia dari berbagai angkatan, mulai dari film dengan genre drama, komedi, horor dan action. Para Puteri Indonesia tersebut tidak hanya jago berjalan dicatwalk dan photoshoot saja, tapi akting mereka terbayarkan dengan masuk nominasi diberbagai perfilman tanah air dan ada juga yang meraih predikat sebagai best aktris dipenghargaan perfilam International.

Berikut 13 Film Terbaik Puteri Indonesia Yang Harus Kalian Tonton

Venna Melinda Puteri Indonesia 1994, sebelum terpilih sebagai Puteri Indonesia 1994, Venna Melinda sudah terlebih dahulu terjun didunia perfilman Indonesia, debut aktingnya dimulai tahun 1988, dengan membintangi film drama yang hits saat itu yaitu Catatan Si Boy II, beradu akting dengan Onky Alexander, Meriam Bellina, Tio Pakusadewo, Robert Syarif, Didi Petet, Nani Widjaja, Doddy Sukma, dan Dede Yusuf.

Disutradari Nasry Cheppy, mengisahkan tentang Priska (Vena Melinda) dan Vera (Meriam Bellina) sahabat ketika mereka sama-sama kuliah di Los Angeles. Priska adalah saudara Emon (Didi Petet). Ketika Vera dan Priska kembali ke Indonesia, mereka langsung berpisah. Vera tetap di Jakarta, sementara Priska tinggal di Bandung. Emon memperkenalkan Priska pada Boy (Onky Alexander). Priska tertarik dengan penampilan dan kebaikan Boy. Boy hanya menganggap Priska sebagai seorang wanita yang cantik dan simpatik. Kebaikan Boy ditunjukkan ketika Boy bersedia mengantar Priska ke Bandung. Suatu hari Boy bertemu dengan Vera dan sejak saat itu mereka kembali saling tertarik dan saling jatuh cinta.


Alya Rohali Puteri Indonesia 1996 meraih nominasi Pemeran Pendukung Wanita Terbaik, lewat penghargaan film Indonesia Box Office Movie Awards 2016, film yang dibuat tahu 2015 ini adalah film kedua Alya setelah Moga Bunda Disayang Allah tahun 2013.

Di Balik 98 dibintangi Boy William, Ririn Ekawati, Arief Lufti Novembris, Fauzi Baadila, Verdi Solaiman, Donny Alamsyah, Amoroso Katamsi, Teuku Rifnu Wikana, Bima Azriel, Dian Sidik, Agus Kuncoro, Pandji Pragiwaksono dan Asrul Dahlan disutradari Lukman Sardi, mengangkat kisah runtuhnya pemerintahan Orde Baru dengan ditandai mundurnya Presiden Soeharto. Alya Rohali berperan sebagai petugas rumah tangga istana.

Melanie Putria Puteri Indonesia 2002, mengawali debut aktingnya lewaat film drama romantis,= berjudul Tak Biasa tahun 2004 beradu akting dengan Duta vokalis band Sheila On 7, disutradarai Hilman Mutasi.

Artika Sari Devi Puteri Indonesia 2004, selesai menjabat sebagai Puteri Indonesia, Artika langsung mendapatkan peran utama lewat film perdananya Opera Jawa yang dirilis tahun 2006, di bintangi Martinus Miroto, Eko Supriyanto, I Nyoman Sura, Retno Maruti, Jecko Siompo Pui dan Slamet Gundono, disutradarai Garin Nugroho.

Dalam debutnya, Artika berhasil meraih Aktris Terbaik di Festival Film 3 Benua Nantes, Perancis. Dalam Festival International Film Independent Bruxelles Ke-35 di Brussel, Belgia, 4-9 November 2008, film ini meraih penghargaan tertinggi untuk kategori Film Terbaik, Sutradara Terbaik (Garin Nugroho), dan Aktris Terbaik (Artika Sari Devi).

Film ini juga masuk dalam nominasi Festival Film Internasional Venesia 2006, Festival Film Internasional London 2006, Festival Film Internasional Toronto 2006 dan Festival Film Indonesia 2006 mendapat nominasi untuk kategori film layar lebar.

Nadine Chandrawinata Puteri Indonesia 2005. Labuan Hati adalah filmnya yang kedelapan sejak pertama kali bermain tahun 2005, Labuan Hati adalah film drama yang dirilis tahun 2017, beradu akting dengan Kelly Tandiono, Ully Triani dan Ramon Y Tungka disutradari Lola Amaria, menampilkan panorama menawan yang berlokasi di Labuan Bajo dan Pulau Komodo.

Agni Pratistha Puteri Indonesia 2006, sebelum mengikuti pemilihan Puteri Indonesia 2006, Agni terlebih dahulu terjun kedunia perfilman Indonesia, mengawali debut aktingnya di film Mengejar Matahari tahun 2004 dibintngi Wingky Wiryawan, Fedi Nuril, Udjo Project Pop dan Fauzi Baadilla arahan sutradara Rudy Sujarwo, meraih 7 nominasi dan 1 penghargaan Sinematografi Terbaik Festival Film Indonesia 2004.

Qory Sandioriva Puteri Indonesia 2009, Mother Keder adalah film keduanya dengan genre drama komedi yang dirilis tahun 2012, dibintangi Ira Maya Sopha, Jill Gladys, Yoga Prasetya, Zahra Nuraini, Yati Surachman dan Pong Hardjatmo, disutradari Eko Nobel.

Nadine Alexandra Puteri Indonesia 2010, mengawali debut aktingnya lewat film drama action Sang Martir 2012, beradu akting dengan lawan mainnya Adipati Dolken, Widi Vierra, Rey Sahetapi dan disutradari oleh Helfi Kardit.

Maria Selena Puteri Indonesia 2011, merilis film pertamanya Danau Hitam 2014, film dengan genre horor ini dibintangi Nadine Chandrawinata Puteri Indonesia 2005, Denny Sumargo, Ganindra Bimo dan Daniel Topan disutradari Jose Poernomo.

Whulandary Herman Puteri Indonesia 2013, mengawali debut aktingnya lewat film Bidadari Terakhir 2015, diangkat dari novel dengan judul yang sama karangan Agnes Davonar film dengan genre drama mengangkat kisah seorang PSK yang jatuh cinta kepada pemuda pelajar SMA, dengan latar belakang panorama kota Balik Papan, beradu akting dengan Maxime Bouttier, Stella Cornelia, Meirayni Fauziah, Ayu Dyah Pasha, Ikang Fawzi, Julian Jacobs dan disutradari oleh Awi Suryadi. Film tersebut mengantarkan Whulandary meraih award Piala Maya 2015 Tuti Indra Malaon Awards (Aktris Pendatang Baru Terbaik) penghargaan pertamanya didunia perfilman Indonesia.

Elvira Devinamira Puteri Indonesia 2014 mengawali debut aktingnya sebagai pemain pendukung lewat film komedi romantis berjudul Single 2015 yang dibintangi oleh Raditya Dika sekaligus sutradara, Pandji Pragiwaksono, Chandra Liow, Annisa Rawles, Babe Cabita, Difa Ryansyah dan Brigitta Cynthia. Film tersebut meraih box office dengan total 1 juta penonton dan mengantarkan Elvira masuk sebagai nominasi Pendatang Baru Wanita Terbaik, Indonesian Box Office Movie Awards 2016.

Anindya Kusuma Putri Puteri Indonesia 2015, pada tahun 2009 ia pertama kali bermain di film Kukejar Cinta ke Negeri Cina, film drama religi ini dibintangi oleh Adipati Dolken, Nina Zatulini, Ernest Prakasa, Eriska Rein dan disturadai oleh Fajar Bustomi. Anin kebagian sebagai pemeran pendukung, perannya tidak banyak, ia berperan sebagai petugas resepsionis hotel.

Bunga Jelitha Ibrani Puteri Indonesia 2017, sebelum terpilih sebagai Puteri Indonesia Bunga sudah terlebih dahulu terjun kedunia perfilman Indonesia, ia bermain di film horor Lawang Sewu 2007, beradu akting dengan Marcell Darwin, Melvin Lim, Ronald Gustav, Thalita Latief, Tsania Marwa, Nuri Maulida, Salvita Salim dan disutradari oleh Arie Azis.

So film liburan dari Puteri Indonesia mana yang akan kalian tonton?

Penulis ; Irwansyah

Comments

comments