Exclusive Interview with Miss Universe 2005, Natalie Glebova

Mimpi Yang Tertunda
Bincang Singkat Bersama Natalie Glebova, Miss Universe 2005.
Jakarta (1/4) – Bertempat di The Lagoon Executive Lounge, Hotel Sultan, Indonesian Pageants berkesempatan mewawancarai Miss Universe 2005. Kedatangan Natalie Glebova, Miss Universe asal Canada ini terasa begitu istimewa. Selain sebagai juri tamu Pemilihan Puteri Indonesia 2017, kesempatan ini juga menjadi sebuah angan yang tertunda baik dari Natalie sendiri, maupun penggemar dan pemerhati kontes kecantikan di Indonesia.
Kedatangan sosok Miss Universe merupakan salah satu hal yang dinanti setiap tahunnya di Indonesia. Figur ratu sejagad memang mendapatkan tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia semenjak wakil Indonesia berhasil masuk jajaran elit Top 15 Miss Universe 2005 di Thailand, diwakili oleh Artika Sari Devi. Pada tahun yang sama, Natalie seharusnya dijadwalkan untuk menghadiri pagelaran kontes Puteri Indonesia di Jakarta. Namun mimpi itu tertunda dikarenakan Travel Warning yang diberlakukan oleh pemerintah Canada kepada warga negaranya.
Walaupun terpaut 12 tahun lamanya sejak dia terpilih sebagai ratu sejagad, mengapa sosok Natalie begitu istimewa sekali untuk penggemar Indonesia? Yes, karena dia menjadi Miss Universe pertama yang akhirnya batal hadir dan digantikan oleh juara kedua saat itu, Cynthia Olavaria asal Puerto Rico. Selain itu, paras perempuan cantik yang memiliki darah Russia ini merupakan salah satu Miss terfavorit penggemar Miss Universe. Indonesia yang semakin menjadi perhatian penggemar kontes kecantikan dunia, tentu merupakan sebuah rasa rindu yang tertunda 12 tahun untuk melihat sosoknya yang anggun memakai Kebaya modern rancangan maestro Anne Avantie.
Saksikan video wawancaranya pada channel Indonesian Pageants di Youtube.

Sekali lagi, terima kasih untuk kedatangannya di Indo esia. Terima kasih juga kepada Yayasan Puteri Indonesia yang sudah membuat mimpi penggemar dan pemerhati kontes kecantikan Indonesia terwujud.
Penulis: Mukie Muza
Editor: Aditiya