Dynand Faris Masih Membuatkan National Costume Untuk Puteri Indonesia

2016527160114

Esmod Jakarta Fashion Festival 2016 berlangsung di Fashion Atrium, Kotakasablanka, selama 3 hari 27-29 Mei 2016. Dalam press conference yang berlangsung hari jumat (27/5) turut hadir alumni Esmod tahun pertama Dynand Faris yang masuk di Esmod tahun 1996 dan lulus pada tahun 1999.

Esmod adalah sekolah mode pionnier yang sudah berdiri selama 20 tahun. Banyak nama-nama alumninya yang sudah terkenal sebagai fashion designer. Sebut saja Ria Miranda, Han Tjien, Yosep Sinudarsono, Eridani, Klenting, Qonita Gholib, Albert Yanuar dan Imelda Kartini.

Salah satunya yaitu Han Tjen alumni Esmod tahun 2004, yang pernah membuatkan evening gown untuk Alessandra Usman Putri Pariwisata Indonesia 2010 diajang Miss Asia Pasific World 2011. Han Tjen membuatkan dua evening gown berwarna biru dan merah, dengan mengambil tema “Ratna Mutu Manikam” yang diinspirasi dari bumi Kalimantan yang kaya hasil tambang batu permata.

Sebagai lulusan Esmod tahun pertama nama Dynand Faris sudah dikenal didunia pageants sebagai pembuat national costume untuk wakil Indoensia yang berkompetisi diajang international, dari male pageants Obert Sharon 1st Runner Up Best National Costume Manhunt International 2010 modifikasi modern dari pakaian adat Dayak Kalimantan. Thomas Sebastian Best National Costume modifikasi dari pakaian adat Bali Mister International 2010. Johanica Yanuar Best National Costume Manhunt International 2011 “Mystical Toraja”. Steven Yoswara 1st Runner Up Best National Costume Mister International 2011 bertemakan Unifying Garuda (Garuda Sang Pemersatu). Rikas Harsa Best National Costume Mister Universe Model 2011 King of Papua dan Albern Sultan 1st Runner Up Best National Costume Mister International 2013 Prince of Mentawai.

Sedangkan diajang beauty pageants namanya mulai bergema saat trio E, Elvira Devinamira meraih Best National Costume Miss Universe 2014 mengambil tema Candi Borobudur “The Chronicle of Borobudur” Jawa Tengah, Elfin Pertiwi Best National Costume Miss International 2014 “Tile of Siger Crown” Lampung, Estelita Liana Best National Costume Miss Supranational 2014 “Warrior Princess of Borneo” Kalimantan dan Gresya Amanda Maaliwuga Best National Costume Miss Supranational 2015 “Mystical Toraja”.

Prestasi Jember Fashion Carnaval (JFC) bertambah lagi saat berhasil menjadi juara ketiga tingkat dunia dalam ajang Carnaval International de Victoria, di Victoria, Seychelles, yang berlangsung pada 22-24 April 2016. Indonesia mampu mengalahkan 23 tim internasional lainnya. Sementara itu juara pertama dan juara kedua diraih kontingen Notting Hill (Amerika Serikat) dan Reunion (Perancis). Peserta lainnya berasal dari Brazil, Kamboja, Tiongkok Jerman Inggris, Afrika Selatan Zambia, Spanyol, Italia, Swiss, Kenya, Swedia, Rusia, Bahama, Maroko, Pantai Gading dan Mauritius.

“Kebanggaan sebagai designer tidak terlukiskan dengan kata-kata seperti sukses di olimpide dunia” ungkapnya dengan tersenyum

Untuk Esmod Jakarta Fashion Festival 2016 Dynand Faris akan hadir dihari kedua, sabtu (28/5) jam 8 malam, ia akan menghadirkan 50 koleski Jember Fashion Carnaval dengan tema “Revival”, yang akan diperagakan para model dewasa dan anak-anak, dari usia 4 tahun hingga 30 tahun akan ada 70 talent yang hadir dan sudah diseleksi.

Dari 50 koleksi yang ditampilkan 20 termasuk kostum terbaru yang juga akan hadir di Jember Fashion Carnaval tahun ke-15 24-28 Augustus 2016 di Jember, Jawa Timur. Melihat makin maraknya beberapa daerah mengadakan fashion carnaval, sebagai Presiden Jember Fashion Carnaval (JFC) Dynand Faris mengaku bangga, fashion carnaval mulai dilirik sebagai lahan kreatifitas yang bisa menghasikan prestasi.

Disinggung apakah akan masih membuatkan national costume untuk Puteri Indonesia 2016 yang berlaga di Miss Universe, Miss International, Miss Supranational dan Miss Grand International, iapun menjawabnya dengan mantab.

“Saya masih akan membuatkan national costume untuk Puteri Indonesia, namun untuk detail dan konsepnya masih rahasia”.

(is)