And The Crown Goes To…

a1

Ajang pemilihan Puteri paling bergengsi di Indonesia digelar Jumat (20/2) lalu. Acara Malam Puncak Pemilihan Puteri Indonesia 2015, yang merupakan tahun ke 19 ajang ini, berlangsung sangat meriah. Acara dibuka dengan penampilan dari Rossa, Marcell dan Iis Dahlia, membawakan lagu Candu Asmara karya Guruh Soekarno Putra. Satu persatu finalis memperkenalkan diri dengan membawakan busana daerah masing-masing.

Semangat para supporter semakin menggebu saat ke 37 finalis Puteri Indonesia 2015 tampil dan menari di atas panggung. Berbalutkan cocktail dress dari Batik Nyonya Indo, para finalis tampil energik dan menawan. Acara pun dibuka oleh para host malam itu, yaitu Choky Sitohang, Rahma Landy (Runner Up 2 Puteri Indonesia 2006 dan Puteri Indonesia Pariwisata 2006), Althaf Vicko dan Aubry Beer (Top 10, Puteri Intelegensia dan Puteri Photogenic Indonesia 2013). Penampilan Cakra Khan mengantarkan para finalis untuk silam dari atas panggung.

Ke 37 finalis kembali ke panggung dengan balutan gaun malam dari Hengky Kawilarang dan diiringi lagu Mahadewi yang dibawakan Christopher Abimanyu dan Zahra Damariva. Penampilan mereka begitu cantik dan anggun, memberikan suasana yang romantis di atas panggung. Suasana berubah tegang saat Choky dan Rahma satu persatu mengumumkan finalis yang berhasil lolos ke 10 besar. Mereka yang beruntung adalah Lestari Adhelia (Jawa Barat), Riska Edith Suzani (Jambi), Morisca Ramadhany Tamunu (Sulawesi Tengah), Maria Carolina Theresa Noge (NTT), S. Olvah Alhamid (Papua Barat), Chintya Fabyola (Kalimantan Barat), Gresya Amanda Maaliwuga (Sulawesi Utara), Stephanie Yoe (DKI Jakarta 5), Laras Maranatha (Lampung) dan Anindya Kusuma Putri (Jawa Tengah).

Sebelum masuk ke sesi 10 besar, Puteri Indonesia memberikan apresiasi kepada ketiga Puteri Indonesia 2014 yang berhasil membawa gelar Best National Costume. Ketiga Puteri berparade dengan busana nasional mereka masing-masing. Dimulai dengan Princess of Borneo yang dibawakan Estelita Liana, Puteri Indonesia Pariwisata 2014, yang berhasil meraih Best National Cstume di ajang Miss Supranational 2014. Dilanjutkan dengan Elfin Pertiwi, Puteri Indonesia Lingkungan 2014, yang membawakan Tale of Siger Crown yang mendapat gelar Best National Costume di Miss International 2014. Puncaknya, penampilan dari Elvira Devinamira, Puteri Indonesia 2014, yang bembawakan the Chronicles of Borobudur yang sukses merebut Best National Costume di ajang Miss Universe ke 63. Dynand Fariz, sang desainer ke 3 kostum nasional tersebut, ikut bangga dengan prestasi yang diraih 3 besar Puteri Indonesia 2014.

Para finalis yang masuk ke 10 besar kemudian diberikan pertanyaan yang datang dari sesama finalis. Dari jawaban-jawaban yang diberikan, terpilihlah 5 finalis yang beruntung maju ke babak berikutnya. Mereka adalah Gresya Amanda Maaliwuga (Sulawesi Utara), S. Olvah Alhamid (Papua Barat), Laras Maranatha (Lampung), Chintya Fabyola (Kalimantan Barat) dan Anindya Kusuma Putri (Jawa Tengah). Ke 5 besar pun kembali diuji pengetahuannya lewat pertanyaan yang diberikan oleh juri. Dewan juri malam hari itu antara lain Petty S Fatimah, Reza Rahadian, Kusumadewi Sutanto, Dwiki Dharmawan dan Mega Angkasa.

Setelah melewati tahap pertanyaan dari dewan juri, 3 finalis terpilih untuk maju ke babak akhir. Mereka yang terus melaju adalah Anindya Kusuma Putri (Jawa Tengah), Chintya Fabyola (Kalimantan Barat) dan Gresya Amanda Maaliwuga (Sulawesi Utara). Dari ketiga finalis, akan terpilih siapakah yang akan menjadi 2 Runners Up dan sang Puteri Indonesia 2015.

Sebelum pertanyaan final diberikan, diumumkan beberapa finalis Puteri Indonesia 2015 yang mendapatkan penghargaan khusus dan atribut. Antara lain Puteri Intelegensia yang diraih oleh Apriliani Puspitawati (Sulawesi Tenggara), S. Olvah Alhamid (Papua Barat) dan Fiona Rahmadita (DKI Jakarta 4). Ada pula gelar Puteri Persahabatan yang diraih oleh Lestari Adhelia (Jawa Barat), Puteri Berbakat yang diberikan kepada Desti Indah Rizki (Sumatera Selatan) dan Puteri Berbusana Daerah Terbaik yang jatuh kepada Chintya Fabyola (Kalimantan Barat). Juga 6 finalis yang meriah gelar kepulauan, yaitu Farhanissa Suri Maimoon (Sumatera Utara) dari Sumatera, Riri Ananingdyah (Banten) dari Jawa, Maria Carolina Theresa Noge (NTT) dari Nusa Tenggara dan Bali, Chintya Fabyola (Kalimantan Barat) dari Kalimantan, Gresya Amanda Maaliwuga (Sulawesi Utara) dari Sulawesi dan Dian Aryanti (Papua) dari Indonesia Timur.

Acara semakin meriah dengan kehadiran dari Miss Universe 2014 Paulina Vega Dieppa asalah Kolombia. Paulina tampil di atas panggung bak seorang Puteri yang didampingi beberapa pengawal, dan tampil cantik dengan kebaya dari Intan Avantie. Ini adalah kunjungan pertama Paulina setelah menjabat sebagai Miss Universe, dan Indonesia adalah negara pertama yang dikunjunginya. Suatu kehormatan bagi Indonesia. Paulina yang sangat ramah ini, ternyata sangat menyukai tempe. Di akhir ceritanya, Paulina berpesan agar para finalis menikmati momen mereka, dan tetap menjadi diri sendiri selama berkompetisi. Karena hal tersebut sangatlah penting.

Acara berlanjut ke tahap akhir dan ke 3 finalis beganti busana dengan kebaya dari Ferry Sunarto. Mesti tegang, ketiganya tampil anggun dan tetap tenang menghadapi pertanyaan final. Mereka bertiga mendapatkan pertanyaan yang sama, yaitu: “Pernahkah kamu merasakan penyesalan dalam hidup? Bila pernah atau tidak pernah, bisakah kamu menjelaskan alasannya?” Ketiganya memberikan jawaban yang berbeda. Jawaban itulah yang akan menentukan siapa yang berhak menjadi Puteri Indonesia 2015.
Sebelum pengumuman siapakah yang berhasil menjadi Puteri Indonesia, Elvira Devinamira selaku Puteri Indonesia 2014 melakukan farewell walk. Suasana haru menyelimuti saat Elvira bercerita pengalamannya menjadi Puteri Indonesia sambil menitikkan air mata. Elvira begitu menikmati momennya sebagai Puteri Indonesia 2014. Terima kasih, Elvira. Top 15 dan Best National Costume Miss Universe ke 63. Kami bangga.

Saat yang ditunggu pun tiba, pengumuman para pemenang Puteri Indonesia 2015. Puteri Indonesia Runner Up 2, sekaligus menjadi Puteri Indonesia Pariwisata 2015, jatuh kepada Gresya Amanda Maaliwuga asal Sulawesi Utara. Gresya akan mewakili Indonesia di ajang Miss Supranational 2015. Ketegangan berlanjut saat dua finalis teratas berpegangan tangan. Gelar Puteri Indonesia Runner Up 1 jatuh kepada Chintya Fabyola, asal Kalimantan Barat yang juga berhasil menjadi Puteri Indonesia Lingkungan 2015. Dia juga berhak mewakili Indonesia di ajang Miss International 2015. Dan mahkota Puteri Indonesia 2015 pun disematkan di kepala Anindya Kusuma Putri, finalis asal Jawa Tengah. Anin akan menjalankan tugas sebagai Puteri Indonesia setahun kedepan, dan diganjar dengan berbagai hadiah. Anin juga akan berlaga di ajang Miss Universe ke 64 mendatang.

a

Ini adalah kali ketiga provinsi Jawa Tengah meraih gelar Puteri Indonesia. Dimulai tahun 2006 melalui Agni Pratistha Arkadewi, kemudian Maria Selena di tahun 2011 dan tahun ini oleh Anindya Kusuma Putri. Anindya sendiri pernah mencoba peruntungan di tahun 2011 sebagai wakil Jawa Tengah. Namun, langkahnya terhenti sebagai Runner Up 1 dan Maria Selena yang kemudian menjadi wakil Jawa Tengah. Kesempatan kedua rupanya tidak disia-siakan oleh Anin. Selamat, Anin!

(an)

Comments

comments