Chitchat with Anindya Kusuma Putri (Top 15 Miss Universe 2015)

chit3

Anindya Kusuma Putri (Puteri Indonesia 2015 & Top 15 Miss Universe 2015) ditemui dalam acara “Chitchat with Puteri Indonesia 2015” senin (18/1) bertempat di Wedang Café, Graha Mustika Ratu menceritakan pengalamannya selama mengikuti ajang Miss Universe 2015. Berbekal bantuan dari para seniornya yang banyak membantu Anin dalam persiapan menuju karantina Miss Universe 2015, Anin berangkat ke ajang kecantikan tingkat dunia. Selama karantina Anin ingin fokus pada kegiatan dan enjoy the moment, sehingga Anin tidak mau kehilangan momen berinteraksi teman-teman karantina daripada harus berjibaku dengan gadget dan sosial media.

Hal yang menarik dari penyelenggaraan Miss Universe 2015 yaitu berpindahnya kepemilikan ke tangan WME | IMG sehingga banyak perubahan konsep diantaranya mulai dari kriteria baru yang diinginkan oleh Miss Universe Organization hingga adanya talent show yang sebelumnya tidak ada. Namun sayang di akhir acara tidak berjalan mulus karena tragedi kesalahan pengumuman pemenang. Hal tersebut juga berdampak pada peserta lain, dimana biasanya setelah acara selesai diadakan farewell party, namun acara tersebut dibatalkan dan kontestan lebih memilih kembali ke keluarga masing-masing setelah acara.

chit1

Setelah kejadian kesalahan pengumuman tersebut secara natural Anin menghampiri Ariadna karena sudah merasa semua kontestan adalah keluarga. Ketika Anin ingin member ucapan selamat kepada Pia, Pia sudah ditarik untuk melakukan press conference. Akhirnya Anin mengirim ucapan selamat kepada Pia via whatsapp.

Sebelum karantina Anin sudah kenal dengan Pia. Sekitar bulan Mei 2015 Anin menghubungi Pia via instagram untuk meminta kontaknya. Kemudian pembicaraan pun berlanjut dengan Anin membuat Group Whatsapp Miss Universe dengan memasukkan Miss Philippines, Malaysia, Singapore, Thailand dan Asia Tenggara lainnya, hingga grup tersebut terus bertambah semua kontestan Miss Universe 2015. Jadi bisa dibilang Anin penggagas grup tersebut. Sehingga saat karantina dimulai mereka sudah tidak canggung karena sebelumnya sudah terbiasa chat di grup Miss Universe. Hingga saat ini Anin masih aktif berkomunikasi dalam grup Miss Universe 2015, topik terakhir yang mereka sering bahas adalah mengenai Cyber Bullying yang dialami masing-masing kontestan di negaranya.

chit2

Selama di karantina ada beberapa kontestan yang make up sendiri. Anin termasuk yang make up sendiri bersama Miss dari Asia lainnya. Bukan tidak disediakan oleh panitia. Namun mereka sadar bahwa mereka harus mandiri. Daripada lama menunggu giliran make up lebih baik melakukannya sendiri, terlebih make up artist yang disediakan memang terbiasa merias finalis Latinas. Anin cukup surprise karena di tim make up Miss Universe Organization ada salah satu make up artist asal Indonesia, lebih tepatnya asal Surabaya sehingga Anin cukup banyak dibantu selama karantina oleh make up artist asal Indonesia tersebut. Selain itu mereka juga sedang membahas liburan bareng atau reuni kontestan Miss Universe 2015.

Mengenai hair do Anin saat preliminary dan Swimsuit competition Top 16 ternyata pilihan Anin sendiri. Awalnya Anin ingin menata rambutnya dengan style straight, namun Anin merasa lehernya tidak jenjang. Akhirnya hasil diskusi dengan Tim Hair do MUO, Anin memilih hair do pony tail dan sanggul agar lehernya lebih terlihat jenjang.

chit4

Saat Anin ditanya oleh IP tentang gaun apa yang akan Anin pakai jika ia masuk Top 10?

Anin pun menjawab, “Aku sudah komunikasi dengan Mas Anaz. Jika aku masuk ke Top 10, aku mau menampilkan yang Indonesia sekali sehingga Aku memilih gaun Mas Anaz”.

Saat interview bersama juri setiap kontestan mendapat kesempatan waktu selama 8 menit, Anin mendapat 5-6 pertanyaan dari juri. Pertanyaan pertama dari juri untuk Anin yaitu mengenai Islam. “Apa pendapat kamu jika orang-orang di dunia ini berfikir Islam itu identik dengan teroris?”. Anin menjawab, “Saya bangga menjadi seorang Muslim, dan Saya bangga mewakili Indonesia karena teroris itu tidak ada hubungannya dengan agama, bahkan tidak ada satupun agama yang mengajarkan kita untuk melakukan kejahatan”.

Setelah Puteri Indonesia impian terbesar Anin apa selanjutnya?

“Rencana terdekat Saya adalah menyelesaikan kuliah. Namun untuk Big dream, Saya ingin sekali menjadi host National Geographic”

 

Terima Kasih Anindya Kusuma Putrid dan Yayasan Puteri Indonesia atas kesempatannnya

(kontributor: Aditiya Yasmin)

Comments

comments