Banyak Pengekor Tapi Saya Tidak Takut Karena Ekor Tidak Pernah Berada Di Depan

22

Tidak terasa sudah 25 Tahun Siane Avantie atau yang lebih dikenal dengan nama Anne Avantie berkarya, wanita keturunan tionghoa, ramah, murah senyum, berdedikasi tinggi, pekerja keras,penakut naik pesawat, hanya bisa naik kereta api dan tamatan smp dalam berkarya.

Diawali dengan pengalaman hidup semasa mudanya, wanita pecinta keluarga, baginya keluarga adalah harta yang tak terhingga, sampai sekarang Anne masih betah tinggal di Semarang, dan tidak memiliki rumah di Jakarta.

Ibunda Ani Indriarti adalah wanita yang memperkenalkannya kepada Kebaya, mengingat pesan ibu bahwa merajut benang secara baik dan benar akan menghasilkan kain yang baik pula. Dari ibunyalah yang menghantarkan dan memompa semangat Anne remaja menjalani hidup dengan berani.

Dimulailah pada tahun 1989, Anne membuat kostum panggung dan tari bagi para model, ia pun mereambah pada busana malam, hingga suatu saat di panggil host acara dan naik keatas panggung, dan malam itu resmilah ia digelari sebagai disainer, banyak media setempat di Semarang yang meneksposnya besar-besaran dan menjadi terkenal.

Bakatnya sudah ditercium sedari kecil oleh sang Opa yang sering ia panggil kungkung, sang Opa memberikan kepercayaan kepadanya dengan membuka sebuah butik di Mall Ciputra dengan nama ANN HOUSE 1993.

Pada tahun 1998 terjadi kerusuhan SARA, membuat usahanya mengalami masalah, apalagi sang Ibunda dikabarkan menderita kanker servix stadium 3B, semua cobaan itu ia jalani dengan iklas dan tegar. Tidak lama sang Ibunda mendapatkan keajaiban kesembuhan.

Ditengah keterpurukan usahanya, iapun tanpa sengaja beralih usaha membuat Kebaya, berawal dari kebaya Salah Potong, yang kemudian menjadi trend di Indonesia, pada sebuah Show di Hotel Candi Baru Semarang.

Banyak kelompok-kelompok yang tidak suka akan kemajuan Anne Avantie, karena dituduh merusak tatanan khasanzah budaya Kebaya, baginya tidak ada sedikit niat pun merusak pakem-pakem busana berkebaya, apalagi upacara adat, karena saya ingin melestarikan budaya, khususnya kebaya.

Tapi itu tidak membuatnya goyah dan patah semangat, karyanya makin terus melesat maju, hingga diakui para disainer ternama di Indonesia dan manca negara. Karena itu karyanya pernah dipakai para Puteri Indonesia yang berlaga di ajang International semisal Miss Universe.Bahkan saat kedatangan Miss Universe ke Indonesia memakai kebaya hasil karyanya.

Wanita pembayar pajak terbesar di Indonesia, mempunyai jiwa sosial sangat tinggi dengan membangun Yayasan Anne Avantie dalam wadah “Wisma Kasih Bunda”. Dengan melayani anak-anak kamu marginal terutama penderita Hydrocephalus.

Anne sendiri dalam membuat kebaya hanya berdasarkan insting sendiri, tanpa pola dan gambar, ia tahu apa yang ia inginkan, hingga menjadi sebuah kebaya yang cantik dan diminati semua orang.

Dalam perjalanan waktu ia tidak takut kalau banyak orang yang menjiplak atau plagiat kebaya karyanya, baginya banyak yang jadi pengekor, tapi ekor tidak akan pernah didepan, selamanya ada dibelakang.

Selain mempunyai jiwa sosial yang tinggi, ia juga tidak pelit memberikan pelatihan keterampilan khususnya bagi para wanita yang tidak mampu, yang ingin belajar dan mau maju meraih masa depan.

Dan pada hari rabu 3 September 2014, tepatnya di Plenary Hall JCC Senayan, digelar perjalanan Merenda Kasih 25 Tahun Anne Avantie berkarya. Selamat bunda, teruslah berkarya, jadilah pelita dan terang bagi Indonesia dan khususnya terutama bagi generasi muda. (is/gp)

Sumber Buku 25 Tahun Anne Avantie

Comments

comments