38 Finalis Puteri Indonesia 2015, Membagikan Kisah Mereka dalam Buku “I Was Born To Win”

CYMERA_20160627_093248

Bertempat di Gramedia, Central Park. Minggu (26/6) Launching buku 38 finalis Puteri Indonesia 2015 “I Was Born To Win” buku ini ditulis oleh Timoteus Talip yang dikenal sebagai Silent Motivator no.1 di Indonesia, bersama dengan RE. F. Siswantari dan Lestari Adhelia, Puteri Indonesia Persahabatan 2015. Lestari Adhelia adalah Mahasiswi Sastra & Guru, dan Puteri Indonesia Jawa Barat 2015.

Turut hadir dalam acara tersebut politisi H. Lily Chodidjah Wahid, adik almarhum Presiden Republik Indonesia Abdurrahman Wahid, ia memberi kata sambutan agar setiap wanita bisa menjadi pemenang dalam dirinya masing-masing.

Menjelang sore hari satu persatu alumni Puteri Indonesia 2015 mulai hadir, Anastasia Herzigova Mustikandrina (Kyku) Puteri Indonesia 2015 DKI 1, Olvah Alhamid top 5 Puteri Indonesia 2015 perwakilan Papua Barat, Apriliani Puspitawati Puteri Indonesia 2015 Intelegensia 1 perwakilan Sulawesi Tenggara, Gresya Amanda Maaliwuga Puteri Indonesia Pariwisata 2015, Rebeka Steven Puteri Indonesia 2015 Bangka Belitung dan Abharina Putri Puteri Indonesia 2015 Gorontalo.

Satu persatu dari mereka memberikan pengalaman menulis buku I Was Born To Win, dari Kyku baginya menjadi bagian dalam menulis buku tersebut adalah ingin memberikan kebaikan kecil yang bisa menginspirasi banyak orang.

Kyku kecil pernah merasakan bullying, saat dirinya mengalami kelebihan berat badan mencapai 80 kilogram. Kulit hitam, berjerawat, rambut keriting megar mirip macan dan cowo yang ia sukai dari kecil sampai smp menolaknya dan lebih memilih sahabatnya sendiri. Kyku mulai bertransformasi dengan diet ketat dan luluran.

“Aku pernah sehari cuma makan biskuit, setiap mama kasih makan, aku buang dan terus kulakukan hingga nilai ku drop, dari rangking teratas hingga jatuh kerangking paling bawah dan aku sempat oon” jawabnya

Setiap hari Kyku menulis didalam buku, memotivasi dirinya untuk menguruskan badan dan suatu saat ingin menjadi seorang model. Memasuki SMU, perubahan terjadi pada tubuhnya yang menyusut, rambut keriting megar mirip macan mulai tampil lurus, hitam dan panjang. Teman-teman yang membully mulai berkurang secara perlahan melihat perubahan yang terjadi pada Kyku, kini semuanya berlalu, namanya lebih dikenal sebagai modeling dan presenter acara travelling disalah satu stasiun televisi swasta, bersama Elfin Pertiwi Puteri Indonesia Lingkungan 2014 dan Amanda Zevanya 1st runner up Miss Indonesia 2012.

Buku I Was Born To Win juga membawa kisah tersendiri bagi Gresya Amanda Maaliwuga, sebagai wakil termuda diusia 19 tahun, biasa disapa Ge, ia mewakili Indonesia diajang Miss Supranational 2015 Warsawa, Polandia. Dengan meraih prestasi juara best national costume. Badannya yang kurus dibawah 50 kilogram harus membawa national costume dengan berat 18 kilogram.

“Berasa banget beratnya, tapi terbayar lunas dengan meraih juara National Costume” ungkapnya

Sementara itu dari tanah Papua Barat, top 5 Puteri Indonesia 2015, Olvah berbagi cerita dari kecil sudah sering menjadi juara kelas, SD, SMP dan SMU, meraih prestasi masuk Univeristas Indonesia dan meneruskan pendidikannya dinegara Belanda

“Saya percaya semua orang terlahir sebagai pemenang, pasti ada satu yang akan menjadi pemenang” jawab Olvah Alhamid top 15 dan juara pertama best national costume Miss Eco Universe 2016.

Olvah membawa berita bahagia, bahwa dirinya dipilih sebagai Duta Humas dan Duta Baca, dengan misi memberikan buku bacaan bagi anak-anak muda dipropinsi Papua.

Buku I Was Born To Win, bercerita bagaimana seorang wanita bisa menjadi pemenang bagi dirinya, untuk bangsa dan negara, dari ketujuh finalis Puteri Indonesia 2015 yang hadir, Adhelia, Kyku, Olvah, April, Ge, Rebeka dan Abharina ditanya lebih mendalam mengenai isi cerita buku tersebut, dengan kompak mereka bilang.

“Kalau ingin tahu isi cerita kami, ya beli bukunya” jawab mereka sambil tertawa

(is)