It’s Me: Puteri Indonesia Gorontalo 2017, Nadhilah Dhina Shabrina

It’s Me: Interview Exclusive indonesianpageants.com bersama Puteri Indonesia Gorontalo 2017, Nadhilah Dhina Shabrina
dhinashabrina-1490575904106
1. Ceritakan tentang siapa kamu? 

Saya mempunyai keterarikan yang tinggi terhadap alam dan keberlanjutan lingkungannya sejak kecil. Bersyukur saya dapat mengambil langkah besar terhadap hal tersebut dengan mengambil kuliah S1 Jurusan Teknik Lingkungan, berhasil lulus dengan predikat Cumlaude atau dengan pujian IPK 3.51, selama 7 semester yang seharusnya 8 semester, sesuai dengan rencana saya diawal. Selama masa kuliah saya menjalani proses pembelajaran yang saya sukai, ditambah saya ikut organisasi di dalam kampus & di luar kampus, yang menununjang kemampuan hard skill saya atau di bidang teknik dengan hubungan sosial saya terhadap sekitar, kepemimpinan dan manajerial. Selama menjalani itu semua di bangku kuliah, saya semakin sadar bahwa kemampuan teknis saja belumlah cukup, karena saya ternyata sangat tertarik dengan keterkaitan antara lingkungan, sosial dan ekonomi atau yang umum secara global di sebut konsep keberlanjutan atau “sustainability” yang tertuang juga dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

Saat ini saya menjalani karir sebagai associate atau karir yang awal sekali sebagai konsultan, secara tipikal mendukung pekerjaan dari konsultan maupun senior konsultan, seperti menjadi data kolektor dan analis, memembuat workshop, membuat survey dan reporting. Saya bekerja di Leaf Plus sebuah communications consulting firm di bidang sosial lingkungan atau sustainability. Salah satu klien kami terakhir adalah Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) terkait program Kota Hijau juga merayakan World Cities day dalam program aktivasi taman kota, “Hidden Park” sebagai program kampanye sosial dengan mengaktifkan kegiatan taman kota, menunjukan manfaat dari taman kota, diadakan workshop, talkshow, sinema taman dan bazaar. Program tahunan ini sudah berjalan sejak 2012, di tahun 2016, Desember lalu, saya membuat guideline untuk sustainable event atau event yang ramah lingkungan, guideline tersebut yang sekaligus menjadi peraturan merupakan hal pertama yang ada di kegiatan tersebut, yang saya inisiasikan. Jujur, perasaan senang hadir selalu dalam diri saya selama acara hanya dengan melihat sampah-sampah yang terpilah salah satunya.

Sebelumnya pekerjaan pertama kali saya adalah cita-cita saya diawal juga yaitu bekerja di perusahaan minyak dan gas bumi bagian lingkungan, alhamdulillah tercapai, di Pertamina Hulu Energi ONWJ. Bidang yang menjadi tanggungjawab saya selain hal-hal teknis terkait lingkungan, ikut juga dalam program sustainability-nya, saya juga diberi kepercayaan untuk memegang kampanye “Green Lifestyle” untuk seluruh karyawan. Akhirnya saya berpikir bahwa memang jalan saya adalah mengomunikasikan praktek-praktek sustainabilty, membuat programnya dan menguhubungkan pihak-pihak yang terkait di dalamnya. Karena hal tersebut saya memilih untuk bekerja di tempat saya sekarang.

Selain itu saya sedang mencoba membuat usaha sosial bersama 2 teman saya yang salah satunya adalah designer, mengenai sustainable fashion, diawali dengan movement untuk mengajak anak-anak muda masyarakat secara umum untuk lebih bijak dalam memilih konsumsinya dalam fashion atau baju-baju yang ia pakai. Kami ingin mencoba memberikan pemikiran mengenai gaya hidup yang berkelanjutan dari sisi fashion, saat ini kami sedang mengembangkan konsep untuk menyediakan servis membuat ulang baju customer atau Remade design sebagai usaha reduce & recycle untuk pakaian.

Selain bekerja saya juga sambil berusaha menyiapkan jenjang pendidikan berikutnya S2, tentu di bidang yang sama, saya memilih ambil kuliah di Columbia University jurusan Sustainability Management, di NewYork, US. Alhamdulillah sudah keterima di jurusan tersebut, namun saya masih mencari beasiswa yang bisa membantu saya berangkat. Tahun ini saya sedang mencoba aplikasi di dua beasiswa yang jika lolos saya dapat kesempatan pertengahan tahun 2018.

Saya lahir di tengah-tengah keluarga Gorontalo di Jakarta. Papa dan mama merupakan asli dari Gorontalo, maka sangat kental di keluarga kami budaya Gorontalo sejak saja kecil. Ketika saya berkegiatan internasional saya senang membawa budaya kami, seperti di talent show Miss Scuba Intenational dan saat exchange di tahun 2013. Saya merupakan anak perempuan pertama yang harus bisa menjadi role model bagi kedua adik saya, yang perempuan Nadiah dan Afnan yang masih SMP.

dhinashabrina-1490575914998

2. Sebutkan 5 Prestasi terbaik kamu ?

  • Desember 2016 – Lolos menjadi kandidat Master of Sustainability Management di Columbia University, NY, AS
  • Oktober 2015 – Miss Scuba Indonesia 2015
  • April 2015 – Harapan II None Jakarat Selatan 2015
  • Maret 2015  Lulus dengan Pujian IPK 3.51
  • Juli 2013 – Global Youth Ambassador di Slovakia

3.Jika IP mempunyai uang Rp 100 ribu dan akan mencicipi kuliner enak di daerah kamu (makanan -minuman) kamu akan mengajak IP mencicipi apa dan dimana dengan uang sebesar itu? jelaskan kenapa kamu memilih pilihan itu?

Jagung siram atau bintebiluhuta, 25 ribu per mangkuk
Ayam Iloni, 35 ribu perporsi sudah dengan nasi
Nasi Kuning Gorontalo, dengan ikan cakalang suir, bihun, perkedel, telur balado, sambal, 15 ribu perporsi
Sate Tuna, 20 ribu perporsi
Ilabulo, sagu dengan isi daging, 5 ribu 1 buah

dhinashabrina-1490575984865

 4. Apa mimpi terbesar kamu? dan Apa rencana yang akan kamu lakukan dalam 5 tahun ke depan untuk mewujudkan cita cita kamu

Menjadi menteri lingkungan hidup. Rencana yang akan saya lakukan adalah saat ini bekerja sesuai dengan bidang yang akan saya ambil di kuliah master, lebih lanjut mempelajari mengenai keterkaitan daya dukung lingkungan dengan manusia atau bisnisnya. Mencoba membuat bisnis juga yang sesuai dengan gerakan konsumsi berkelanjutan. Selanjutnya, berkuliah jenjang master di AS jurusan Sustainability Management, saya akan mempelajari lagi lebih lanjut mengenai keterkaitan 3 pilar pembangunan berkelanjutan dari lingkungan, sosial dan ekonomi. Disana saya akan mempelajari studi kasus terkait hal-hal tersebut dan mengeloaborasikan dengan kondisi yang dapat dikembangkan di Indonesia. Saya juga akan mencoba membuat kerjasama antara orang-orang Indonesia dan disana. Pulang ke Indonesia, memulai berkarya lagi dibidang ini, mencoba untuk bekerja dengan kementerian llingkungan Hidup, bisa menjadi bagian langsung atau menjadi konsultan yang menjalankan program dari pemerintah.

5. Pengalaman paling lucu atau mengharukan yang pernah kamu alami ?

Saat pengerjaan skripsi. Di mulai dengan keinginan besar saya mengerjakan skripsi dengan studi kasus di pabrik yang nyata, saya sulit mencari pabrik yang tepat. Akhirnya saya mendapatkan di Sidoarjo, saya bolak-balik hampir tiga kali seminggu selama sebulan mengendarai motor sendiri. Akhirnya dengan usaha itu saya berhasil lulus dengan 7 semester.

Yuk intip video It’s Me: Puteri Indonesia Gorontalo 2017, Nadhilah Dhina Shabrina. Klik linknya disini.

<>

Editor: Aditya

Terima kasih kepada Dhina dan Yayasan Puteri Indonesia atas kesempatasan wawancaranya.