Ketika Tato di “Haramkan” di Ajang Beauty Pageants

cymera_20160922_064326

Masih ingat dengan aksi swimsuit wakil Spanyol di Miss Universe 2014 yang diadakan di Doral, Florida, USA. Desire Cordero membuat kontroversi bukan dengan aksinya berlenggak lengok runway, namun ada dua tato yang menghiasi didua bagian tubuhnya.

Tato yang pertama ada di lengan kanan belakang dan paha kanan atas. Kontroversi terjadi karena selama ini tato seolah “haram” dan jarang dipakai para kontestan pada ajang kecantikan wanita. Imbasnya Desire yang difavoritkan bertengger di posisi top 5 harus puas berada di top 10. Usai kompetisi sadar tato yang ia miliki tidak menarik, Desire menghapusnya dan kini ia menjalani kariernya sebagai seorang model runway.

Jika female pageants kontroversi, justru sebaliknya di male pageants tato banyak dipakai para peserta, tiga diantaranya adalah Marco Polo pemenang pertama Men Universe Model 2016 asal Panama, memakai tato yang berada di bagian bahu lengan kiri dan perut sebelah kiri.

Ada juga Albern Sultan 1st runner up Mister International 2013 dan Lmen of the Year 2013. Tato berada disebelah kiri bertuliskan ‘invincible’ usai kompetisi dan menjalani profesi sebagai presenter dan pemain film, Albern menambah lagi tato dibagian kanan dengan motif bunga mawar. Terakhir Ferry Landa 1st Men’s Health Indonesia 2015, aktor dan model yang memiliki tato berada didada kanan dan motif love diperut bagian kiri.

cymera_20160922_064445

Tato yang merupakan bagian dari body painting adalah suatu produk dari kegiatan menggambar pada kulit tubuh dengan menggunakan alat sejenis jarum atau benda dipertajam yang terbuat dari flora. Gambar tersebut dihias dengan pigmen berwarna-warni.

Dalam bahasa Indonesia, kata tato merupakan pengindonesiaan dari kata tato yang berarti goresan, gambar, atau lambang yang membentuk sebuah desain pada kulit tubuh.

Konon kata “tato” berasal dari bahasa Tahiti, yakni “tattau” yang berarti menandai, dalam arti bahwa tubuh ditandai dengan menggunakan alat berburu yang runcing untuk memasukkan zat pewarna di bawah permukaan kulit.

Sebelum tato dianggap sebagai sesuatu yang modis, trendi, dan fashionable seperti sekarang ini, tato memang dekat dengan budaya pemberontakan. Anggapan negatif masyarakat tentang tato dan larangan memakai rajah atau tato bagi penganut agama tertentu semakin menyempurnakan citra tato sebagai sesuatu yang dilarang, haram, dan tidak boleh digunakan.

Maka memakai tato sama dengan memberontak terhadap tatanan nilai sosial yang ada, sama dengan membebaskan diri terhadap segala tabu dan norma-norma masyarakat yang membelenggu. Orang-orang yang dipinggirkan oleh masyarakat memakai tato sebagai simbol pemberontakan dan eksistensi diri. Anak-anak yang disingkirkan oleh keluarga memakai tato sebagai simbol pembebasan.

Memiliki tato di tubuh memang tampak keren. Tapi, ternyata banyak orang-orang yang menggunakan tato bukan sekedar untuk keren-kerenan atau gaya-gayaan semata. Banyak juga orang menggunakan tato untuk mengisahkan perjalanan hidup, dukungan terhadap seseorang, atau menyampaikan pesan.

(is)

Comments

comments