Mr World 2016 : Kontes Pria Sesungguhnya

mr-world-real-mister-kontes

Mr World, kontes male pageant yang pertama kali diadakan oleh Miss World Organization di tahun 1996, memang memiliki kesamaan dengan male pageant lainnya di mana kontestan dituntut untuk memiliki fisik yang rupawan, kepribadian yang karismatik, dan kemampuan berkomunikasi yang cerdas. Namun ada banyak hal yang membuat Mr World menjadi unik dan berbeda dari kontes male pagenat pada umumnya, yang membuat sang juara layak menyandang gelar “The World’s Most Desirable Man”.

Mr World mendefinisikan “The World’s Most Desirable Man” bukan sekedar sebagai seorang pria tampan penuh karisma laksana Pangeran dari Negeri Dongeng. Lebih dari itu kontes ini memberikan penekanan pada unsur atletisme dan kemampuan bekerja sama antar kontestannya.

Kontes Fast Track Extreme dan Sports diadakan khusus untuk menguji hal tersebut. Fast Track Extreme menampilkan sejumlah tantangan fisik esktrim yang menguras fisik dengan gaya bootcamp militer sementara Fast Track Sports menampilkan sejumlah pertandingan olahraga yang menuntut bukan hanya atletisme tetapi juga kecermatan dan ketepatan.

fast-track-extreme-challange-mr-world-2016-1

Dalam kedua Fast Track tersebut, kontestan harus membuktikan bahwa sebagai pria, mereka sanggup tetap fokus dan berkonsentrasi saat berada dalam keadaan ekstrim yang menguras energi dan mendorong mereka hingga ke batas kemampuan fisik mereka. Beberapa event pun sengaja dirancang sebagai event kelompok, sehingga bagaimana cara mereka bekerja sama dan sebaik apa mereka sanggup menunjukkan kualitas leadership dalam kelompok juga tak luput dari penilaian juri.

Karisma para kontestan pun diuji lewat Fast Track Talent dan Fashion. Dalam fast Track Talent, penjurian bukan hanya sekedar untuk melihat bakat yang ditampilkan kontestan, tetapi apakah mereka juga memiliki star quality saat tampil di atas stage. Kemampuan mereka untuk menunjang ketampanan mereka lewat pemilihan style yang menarik pun dinilai pula oleh dewan juri lewat Fast Track Fashion & Style.

Terakhir, masih ada Fast Track Multimedia yang juga menguji kemampuan setiap kontestan untuk up-to-date dengan perkembangan jaman dan sanggup berkomunikasi serta membuat fans tertarik untuk mengikuti mereka lewat penggunaan aneka social media.

Berbagai kriteria penilaian yang unik, dan hanya ada ditemui di Mr World inilah yang membuat male pageant ini menjadi berbeda. Ditambah lagi tidak adanya sesi swimsuit di kontes ini, membuat kesan negatif yang biasa membuat male pageant mendapat tanggapan miring dan bahkan seringkali juga dianggap sebagai ajang eksploitasi , bisa dihindarkan. Hal ini tampaknya sejalan dengan visi modernisasi pageant dari CEO Miss World Organization sendiri yaitu Julia Morley yang ingin menjadikan pageant sebagai event positif yang memiliki relevansi dengan keadaan masa kini.

(aw)

Comments

comments