IP’s Miss USA 2017: Contestants’ Review

Salah satu kontes kecantikan nasional yang dinanti-nantikan pecinta pageant di seluruh dunia adalah, Miss USA. Bagaimana tidak, selain berada langsung di bawah naungan Miss Universe Organization, sang pemenang yang menjuarai ajang ini adalah kompetitor yang sangat diwaspadai oleh kontestan dari negara lain.

Tak jarang Miss USA juga menjadi tolak ukur bagi kontes kecantikan nasional lainnya dalam memilih pemenang, kemasan acara, bahkan pemilihan outfit dalam persiapan menuju ajang Miss Universe.
Tahun ini, Miss USA memasuki tahun ke 66. Miss USA 2017 kembali diikuti oleh 51 peserta dari 50 negara bagian dan District of Columbia. Preliminary competition sendiri, baik interview dan on stage performance, sudah dilakukan Rabu dan Kamis kemarin.

Berikut adalah review singkat Indonesian Pageants untuk kontestan Miss USA 2017 berdasarkan penampilan mereka di preliminary on stage hari Kamis, 11 Mei 2017 waktu Amerika Serikat.

Alabama – Baylee Smith: Tipikal kecantikan khas wanita Amerika Serikat. Baylee tampil baik di babak preliminary, dan bukan hal yang mengejutkan jika Bayley ambil bagian di babak 10 besar di malam final nanti. Alabama baru satu kali menjuarai ajang Miss USA di tahun 1967, melalui mendiang Sylvia Hitchcock yang juga memenangkan ajang Miss Universe di tahun yang sama. Namun demikian, sejak 2010 negara bagian ini tidak pernah absen di babak penyisihan. Bisakah Baylee mempertahankan prestasi Alabama untuk place 8 tahun berturut-turut?

Alaska – Alyssa London: Tampilan Alyssa di malam preliminary juga terbilang aman. Namun IP merasa Alyssa kurang menunjukan sparks di atas panggung. Walaupun memberikan sedikit kejutan pada sesi gaun malam, namun IP merasa ia harus berusaha lebih keras untuk melaju ke 10 besar.

Arizona – Tommy Calhoun: Salah satu kontestan yang bisa memberikan kejutan untuk lolos ke 10 besar. Tommy menunjukkan aura ratu saat mengenakan gaun malam bernuansa hitam dan tampil energik di sesi baju renang. Jika interview nya juga terbilang baik, langkah Tommy akan mulus untuk mendarat di babak 10 besar.

Arkansas – Arynn Johnson: Mahasiswi double major ini mungkin saja memberikan kejutan di sesi interview. Namun tampil tidak lebih menonjol dari kontestan lain di preliminary on stage. Perlu usaha sedikit lebih keras lagi untuk bisa maksimal.

California – India Williams: Tahun 2007 dan 2008, berturut wanita kulit hitam Amerika menjuarai Miss USA. Banyak yang memprediksi hal itu bisa terulang kembali di tahun 2016 dan 2017. Salah satu kandidatnya adalah India. Baik di pakaian renang dan gaun malam, India tampil nyaris tanpa cela. Akankah India bisa kembali membawa pulang mahkota Miss USA untuk California, setelah terakhir kali di tahun 2011? *Crown Material*

Colorado – Sabrina Jenssen: Beberapa tahun terakhir ini, Colorado mengirimkan wakil yang dirasa cukup kuat dan layak untuk menembus babak final bahkan menjuarai Miss USA. Namun, harus kandas di penyisihan awal. Sabrina termasuk salah satu kandidat yang layak diperhitungkan. Apakah kali ini ia bisa membawa kembali Colorado ke semifinal, atau mengikuti jejak para pendahulunya?

Connecticut – Olga Litvinenko: Lahir di Ukraina dan fasih berbahasa Ukraina. Jika melihat salah satu poin Miss USA yaitu diverse, mungkin saja Olga menjadi salah satu yang bisa mewakili poin tersebut.

Delaware – Mia Jones: Mantan semifinalis Miss Teen USA ini tampil cukup maksimal, melangkah anggun dalam balutan gaun bernuansa putih. Delaware sendiri baru memiliki satu semifinalis yaitu Renee Bull di tahun 2015. Akankah Mia jadi yang kedua?

Disrict of Columbia – Kara McCullough: Wanita cerdas yang berprofesi sebagai seorang ilmuwan ini, diprediksi bisa membawa kembali daerah pusat pemerintahan Amerika Serikat ini untuk kembali berjaya di ajang Miss USA. Well, back-to-back is always a possibility.

Florida – Lynette De Los Santos: Mewakili eksotisme wanita Latin, Lynette tampil cukup cemerlang di atas panggung. Wanita yang awalnya adalah Runner Up pertama Miss Florida USA 2017 ini cukup menarik perhatian pecinta pageant, terutama saat membawakan gaun malam.

Georgia – DeAnna Johnson: Cantik, jangkung dan bersuara emas. Salah satu anggota dari team Adam Levine di salah satu musim The Voice ini bisa membawa mahkota pertama Miss USA 2017. Secara ukuran tubuh, DeAnna mungkin berbeda dengan kontestan lainnya. Namun, perlu diingat bahwa Miss Universe Organization kini mulai terbuka dengan berbagai macam jenis kecantikan. Jadi, bukan tak mungkin DeAnna melangkah sebagai juara di malam final nanti. *Crown Material*

Hawaii – Julie Kuo: Seperti wakil Hawaii lainnya, Julie tampil baik dalam babak preliminary. Bukan kejutan apabila dia bisa lolos ke babak semifinal. Namun demikian, perlu usaha lebih keras untuk bisa menjadi juara.

Idaho – Cassie Lewis: Perlu tampil lebih energik lagi. But anything is possible, she could make it in a very long shots

Illinois – Whitney Wandland:Tampil dengan gaun nuansa emas yang mengingatkan pada gaun kemenangan Deshauna, Whitney tampil penuh semangat dan selalu merekahkan senyum lebar di atas panggung. Kontestan yang juga bisa memberikan kejutan.

Indiana – Brittany Winchester: Seorang interior designer yang peduli pada bahaya penyakit kanker kulit. Kontestan lain yang juga bisa memberikan kejutan. Salah satu kontestan yang paling fotogenik di tahun ini.

Iowa – Kelsey Weier: Tampil cukup aman baik di pakaian renang dan gaun malam. Namun, apakah itu cukup untuk membawa Kelsey lolos ke 10 besar.

Kansas – Catherine Carmicael: Nampaknya kontestan kulit hitam di tahun ini cukup menonjol. Catherine juga menampilkan performa terbaiknya di preliminary. Namun, 10 besar, akankah Catherine cukup kuat untuk bisa jadi salah satu diantaranya?

Kentucky – Madelynne Myers: Si imut nan manis ini tampil ceria di sesi pakaian renang, dan berjalan bak seorang putri di babak gaun malam. Namun, terkadang ia terlihat terlalu muda. Pembawaannya yang manis bisa menjadi keberuntungan atau justru jadi batu sandungan untuk perjalanannya meraih mahkota Miss USA.

Louisiana – Bethany Trahan: Sempat tumbuh menjadi gadis yang kurang percaya diri, Beth mendapatkan dukungan dari keluarganya untuk bisa percaya diri dalam keseharian. Sampai akhirnya memberanikan diri mengikuti ajang Miss Louisiana USA hingga menjadi juara. Berbekal cerita tersebut, dan penampilan cemerlang di preliminary, Beth bisa melangkah jauh di malam final nanti.

Maine – Brooke Harris: Tampil cukup aman. Namun perlu usaha dan energi ekstra untuk bisa meraih hasil maksimal.

Maryland – Adrianna David: Seorang yang memiliki bakat menari umumnya tidak menemukan kesulitan berarti saat harus tampil dan berlenggak lenggok di atas panggung. Adrianna salah satunya. Eksekusi gaun malam dan baju renang bisa dikatakan pas dan tidak berlebihan. Salah satu yang layak diperhitungkan.

Massachusetts – Julia Scaparotti: Walaupun memiliki keunikan pada tangan kanannya, Julia tidak ragu apalagi malu menunjukkan hal tersebut di mata publik. Cerita yang menarik serta penampilan baik di malam preliminary dari cheerleader cantik ini, bisa menjadi senjata untuk melangkah sampai ke puncak di malam final.

Michigan – Krista Ferguson: Pengalaman buruk yang pernah dialami dari penyakit yang diderita, membuat Krista peduli terhadap penderita Diabetes. Kontestan lain yang juga memiliki kisah yang menarik. Penampilan Krista, terutama dalam balutan gaun malam bernuansa emas, banyak menuai pujian. 10 besar nampaknya bukan hal yang sulit.

Minnesota – Meridith Gould: Pengalaman berkompetisi di Miss America tentu merupakan keuntungan tersendiri. Meridith tampil cukup cemerlang di malam preliminary. Akankah penampilan itu bisa membawanya meraih hasil terbaik?

Mississippi – Ashley Hamby: Tipikal girl next door yang manis. Tampil cukup aman, namun apakah aman saja cukup untuk lolos ke 10 besar? Let’s see.

Missouri – Bayleigh Dayton: Another strong black beauty. Kontestan kulit hitam pertama yang mewakili Missouri. Tampil baik dan penuh percaya diri dengan gaun malam berwarna merah dan baju renang one-piece berwarna hijau. Rasanya butuh lebih dari 10 tempat saja di semifinal.

Montana – Brooke Bezanson: Cukup menarik perhatian, terutama saat sesi gaun malam. Melangkah anggun dengan gaun berwarna putih yang banyak mendapatkan pujian. Montana sendiri terakhir placed di tahun 1958. Apakah penantian panjang berakhir di tahun ini?

Nebraska – Jasmine Fuelberth: Kontestan yang juga pernah berkompetisi di Miss Teen USA. Tampil cukup aman baik di sesi gaun malam maupun pakaian renang. Let’s see apakah Jasmine cukup kuat untuk melangkah lebih jaun.

Nevada – Lauren York: Supermodel! Secara kasat mata rasanya tidak ada cela sama sekali dari kontestan tuan rumah ini. Sangat anggun saat sesi gaun malam, dan tampil energik saat menampilkan pakaian renang. Catwalk yang pas di masing-masing sesi juga tidaklah diragukan. Mungkin saja Nevada memiliki Miss USA keduanya setelah 2014, dan kali ini, dimahkotai di ‘rumah’. *Crown Material*

New Hampshire -Sarah Mosseau: Style yang pas di masing-masing sesi membuat sarah tampil cukup maksimal. Bukan tipikal super beauty, namun bisa memberikan kejutan.

New Jersey – Chhavi Verg: Seperti Connecticut, Chhavi bisa diuntungkan dengan value terbaru dari Miss USA yaitu Diverse. Pindah ke Amerika Serikat di usia 4 tahun, Chhavi mengejar mimpinya terutama di dunia pendidikan. Intelegensia sepertinya bukan hal yang diragukan lagi. Sepanjang sejarah yang IP ingat, belum pernah ada Miss USA keturunan India sampai saat ini. Chhavi memiliki peluang besar untuk menjadi yang pertama. *Crown Material*

New Mexico – Ashley Mora: Another girl who could pull a surprise in very long shots

New York – Hannah Lopa: Aman dari segala sisi di setiap penampilan. Namun, hanya 10 tempat saja. Cukup kuatkah Hannah menembus ke sana?

North Carolina – Katie Coble: Pengalaman sebagai Runner Up 2 Miss Teen USA 2007, pastilah membuat Katie tak canggung tampil di babak preliminary. Katie berkesempatan besar menjadi Miss USA ke tiga dari state yang ia wakili. Namun, Runner Up Miss Teen USA memiliki group nya masing-masing. Group para pemenang seperti Tara Conner dan Alyssa Campanella, Group Runner Up dan finalis seperti Audra Mari dan Samantha Casey, Group semifinalis seperti Jackie Bruno dan Chelsea Welch, bahkan group yang unplace seperti Angelia Layton dan Lexi Atkins. Akan bergabung ke group manakah Katie di final nanti?

North Dakota – Raquel Wellentin: Raquel yang berdarah Filipina ini mungkin saja bisa diuntungkan dengan background yang ia miliki. Mungkinkah itu bisa membantu Raquel lolos ke babak berikutnya?

Ohio – Dinaleigh Baxter: Aman dari segala sisi. That’s all.

Oklahoma – Alex Smith: Pilihan gaun yang unik untuk ditampilkan di babak preliminary, dan dipresentasikan cukup baik di babak preliminary. Cukup layak untuk diantisipasi.

Oregon – Liz Denny: Penampilan aman dari berbagai sisi. Sekali lagi, hanya 10 tempat yang tersedia.

Pennsylvania – Cassandra Angst: Stylish! Si gadis berambut merah ini tampil menawan baik di sesi pakaian renang dan gaun malam. Pengalaman sebagai penderita eating disorder merupakan hal yang bisa Cassandra sampaikan kepada para wanita lainnya. Mengingatkan IP kepada Alyssa Campanella. Is it time for Penn again? *Crown Material*

Rhode Island – Kelsey Swanson: Berparas manis, penampilan menarik dan energik. Seharusnya bukanlah hal yang sulit untuk Kelsey bisa berdiri sebagai salah satu dari 10 besar di malam final nanti.

South Carolina – Megan Gordon: South Carolina selalu mempersiapkan kontestannya dengan baik. Termasuk juga Megan. Penampilan prima di atas panggung tentu bukan sesuatu yang sulit bagi Megan. Salah satu yang juga mengenakan one piece swimsuit dan menampilkannya dengan sangat baik. She could go far.

South Dakota – Tessa Dee: Well, anything is possible.

Tennesse – Allee-Sutton Hethcoat: Seperti South Carolina, Tennesse juga state yang sangat baik dalam mempersiapkan perwakilanna ke ajang Miss USA. Nyaris tak ada cela di penampilan Allee-Sutton di preliminary kemarin. Seharusnya lolos ke 5 besar tidak menjadi hal yang sulit untuk dia.

Texas – Nancy Gonzalez: State dengan 9 pemenang Miss USA. Nancy bisa menjadi yang ke 10 jika dilihat dari penampilannya di atas panggung preliminary kemarin. Apakah Texas kembali berjaya setelah terakhir kali di tahun 2008? *Crown Material*

Utah – Baylee Jensen: Pengalaman sang ibu tentu menjadi bekal tersendiri untuk Baylee. Baylee adalah putri dari Gretchen Polhemus, Miss USA 1989. Akankah ia bisa mengikuti jejak sang Bunda. Penampilan preliminary yang baik membuat hal tersebut tidaklah mustahil. Baylee juga memilih one piece swimsuit untuk dipresentasikan dengan cantik.

Vermont – Madison Cota: Salah satu perwakilan terbaik dari Vermont. Akankah Vermont kembali ke jajaran semifinalis? State ini terakhir kali placed di tahun 1982.

Virginia – Jacqueline Carroll: Kontestan yang juga patut untuk diantisipasi. Penampilannya cukup menjanjikan untuk bisa ambil bagian di semifinal, atau mungkin melangkah jauh ke final.

Washington – Alex Carlson-Helo: Manis dan anggun. Harus berusaha sedikit lebih keras untuk bisa meraih hasil yang baik. Could pull a surprise.

West Virginia – Lauren Roush: Aman, anggun dan tampil cukup menawan. Would it be enough?

Wisconsin – Skylar Witte: Pilihan gaun yang unik dan menarik untuk dipresentasikan. Butuh untuk sedikit lebih berenergi di atas panggung. Aman.

Wyoming – Mikaela Shaw: Again, anything is possible. 10 places only.

Well, apapun bisa terjadi di malam final nanti. Siapakah yang akan lolos di babak 10 besar dan menjuarai Miss USA 2017?

Penulis : Andri Hermawan

Comments

comments