Major Beauty Pageants versi Indonesian Pageants

Musim pageants internasional tahun 2017 telah berakhir. Berbagai ajang beauty pageants telah digelar sepanjang tahun, bahkan ada yang harus terselenggara di awal tahun 2018. Dalam berbagai ajang itu pula, Indonesia berusaha untuk konsisten mengirimkan wakil yang memiliki kualitas mumpuni.

Dalam artikel ini, tim Indonesian Pageants akan mencoba untuk memberikan pendapat terkait dengan Major Beauty Pageants.

Berikut adalah “Major Beauty Pageants versi Indonesian Pageants”:

1. Miss Universe

Miss Universe menjadi major beauty pageants menurut IP karena selain menjadi salah satu kontes kecantikan tertua (dimulai pada tahun 1952), Miss Universe juga tetap konsisten dengan slogan mereka yakni Confidently Beautiful. Motto Confidently Beautiful milik Miss Universe ini, benar-benar di implementasikan dalam memilih pemenang Miss Universe dan juga tercermin dalam berbagai kegiatan sosial yang dilaksanakan oleh pemenang Miss Universe seperti pemberantasan HIV/AIDS serta aksi sosial dengan Smile Train. Jika boleh mengutip pernyataan Pia Wurtzbach, “confidently beautiful with the heart” menjadi sesuatu yang relevan bagi Miss Universe saat ini. Saat ini, gelar Miss Universe 2017 disandang oleh Demi Leigh Nel-Peters asal South Africa. Sebagai Miss Universe, Demi diminta untuk tinggal di New York selama menjabat.

2. Miss World

Selisih satu tahun dengan Miss Universe, Miss World menjadi kontes kecantikan tertua di dunia. Miss World didirikan oleh Eric Morley pada tahun 1951. Saat ini selaku presiden adalah Julian Morley. Miss World menjadi salah satu major beauty pageants karena konsep Beauty With a Purpose (BWAP) yang selalu ada di setiap pemilihan Miss World. BWAP menuntut para kontestan Miss World tidak hanya cantik akan tetapi juga peduli dengan kemanusiaan. Gelar Miss World 2017 saat ini di miliki oleh Manushi Chillar asal India. Tidak berbeda dengan Miss Universe dalam memperlakukan pemenangnya, pemegang gelar Miss World juga diminta untuk tinggal di London selama menjabat.

3. Miss International

Miss International menjadi ajang besar tertua ketiga di dunia. Kontes ini dimulai sejak tahun 1960. Ajang yang rutin di gelar setiap tahunnya ini memiliki misi cultural understanding dengan menjadikan pemenangnya sebagai “duta Besar Permadamian dan Kecantikan”. Hal ini bisa dilakukan melalui pertukaran budaya yang kontestannya lakukan selama karantina. Karena alasan itulah IP menjadikan Miss International sebagai salah satu major beauty pageants.

Namun sedikit berbeda dengan Miss Universe dan Miss World, pemenang Miss International diperkenankan untuk kembali ke negara masing-masing. Akan tetapi harus tetap kembali ke Jepang ketika dipanggil untuk menjalankan tugas sebagai Miss International. Saat ini, gelar Miss International dipegang oleh Kevin Liliana asal Indonesia.

4. Miss Supranational

Miss Supranational merupakan kontes kecantikan yang dicetuskan oleh World Beauty Association sejak 2009. Sempat terjadi kisruh dimana pada 2013 pendirinya memutuskan keluar dan membuat kontes dengan nama yang sama namun pada akhirnya Miss Supranational tetap bertahan dibawah naungan World Beauty Association. Ajang yang hampir selalu diadakan di Polandia ini memiliki motto “Glamour, Fashion & Natural Beauty” yang dikemas secara entertaining dengan konsep pemilihan lebih fun. IP menjadikan Miss Supranational sebagai salah satu major beauty pageants karena konsep yang mereka usung membuat para kontestan tidak perlu menjadi orang lain ketika dalam karantina dan penilaian. Miss Supranational memiliki perlakukan yang sama dengan Miss International, dimana pemenang Miss Supranational diizinkan untuk kembali ke negaranya masing-masing. Saat ini Miss Suparantional 2017 dijabat oleh Jenny Kim asal Korea.

5. Miss Grand International

Miss Grand International merupakan ajang kecantikan yang baru lahir pada tahun 2013. Namun kualitas ajang ini terus meningkat setiap tahunnya, sehingga mampu mensejajarkan diri dengan ajang kencantikan bergengsi lainnya. Dibawah naungan Miss Grand International Organization (MGIO) milik Nawat Isragrisil ajang ini berkantor pusat di Bangkok, Thailand. IP menjadikan Miss Grand International sebagai salah satu major beauty pageants karena misi untuk membebaskan dunia dari perang dan menjaga perdamaian yang mereka miliki. Hal ini dapat terlihat ketika masa Miss Grand International 2016, pihak MGIO rajin untuk menyelenggarakan acara sosial seperti membantu korban banjir Thailand dan mendatangi kamp pengungsi Palestina.

Pemenang Miss Grand International akan diminta untuk tinggal di Bangkok selama masa jabatannya dan uniknya setelah selesai masa jabatan, pemenang akan di hadiahkan mahkota duplikat yang nantinya akan digunakan untuk terus menjalankan tugas dari MGIO. Saat ini Miss Grand International dijabat oleh Maria Jose Lora asal Peru.

6. Miss Earth

Miss Earth merupakan ajang bertemakan lingkungan yang lahir pada tahun 2001. Kontes yang berasal dari Filipina ini memiliki semboyan “beauty for a cause”. IP menjadikan Miss Earth sebagai salah satu major beauty pageants karena konsistensi mereka untuk menjaga bumi. Hal ini tercermin dari berbagai kegiatan karantina Miss Earth yang menunjukkan kepedulian lingkungan yang sangat tinggi. Pemenang dari Miss Earth akan menjalani aksi sosial yang berhubungan dengan issue lingkungan. Saat ini gelar Miss Earth dijabat oleh Karen Ibasco asal Filipina.

Penulis: Yasinta Adhiguna
Editor: Aditiya Yasmin

Comments

comments