Press Conference Vania Herlambang Goes to Miss International 2018

Vania-Fitryanti-Herlambang-Miss-International-Indonesia-2018

Setelah menjalani masa training di Filipina dan transformasi berbulan-bulan, kini tibalah waktunya bagi Vania Fitriyanti Herlambang (Puteri Indonesia Lingkungan / Miss International Indonesia 2018) untuk berangkat menuju karantina Miss International di Jepang.

Sebelum menuju kesana, Kamis (11/10) diadakan press-conference Vania Fitryanti Herlambang goes to Miss International 2018 di Aula Sasono Wiwoho, Mangunsarkoro, Jakarta.

Turut hadir Ibu Mooryati Soedibjo, Ibu Putri Kuswishnu Wardhani, Bapak Wardiman Djojonegoro, orang tua Vania Fitriyanti Herlambang, dan para desainer yang membuatkan gaun-gaun cantik yang akan Vania pakai selama karantina.

Cocktail dress dengan warna cerah dari serat daun doyo karya desainer Billy Tjong menjadi pembuka acara presscon, dilanjutkan busana jumpsuit warna hijau karya designer Yosep Sinudarsono, disini Vania tampil energik, saat memperagakannya di hadapan awak media dan pageant lovers Indonesia.

Disusul kemudian busana malam karya Hans Sallam dan Olanye by Eko Tjandra, dan tidak lupa kebaya cantik dari desainer Intan Avantie.

Dalam kesempatan itu juga Vania mengucapkan terima kasih kepada para team dari Yayasan Puteri Indonesia, kedua orang tua, awak media dan pageant lovers Indonesia yang sudah hadir dan mendukungnya selama ini.

Tidak lupa yang paling ditunggu-tunggu adalah kehadiran kostum nasional. Yayasan Puteri Indonesia kembali mempercayakan kepada Dynand Fariz, pria di balik kesuksesan Jember Fashion Carnaval (JFC), untuk menciptakan kostum nasional bertemakan rumah tradisional khas Minangkabau – Sumatera Barat yang bertajuk “Dynamism of Rumah Gadang”. Kostum nasional tersebut kaya akan keindahan dan keunikan bangunan yang kental budaya Indonesia khas Sumatera Barat.

Kostum nasional ini memiliki makna yang sangat kuat, yaitu bahwa alam dan manusia sejatinya harus berada dalam Kesatuan, Kelarasan, Keseimbangan, dan Kesetangkupan dalam keutuhannya yang padu.

Rumah Gadang adalah rumah kayu yang mampu memahami bahasa alam. Sekalipun alam sedang menggetarkan tanahnya, Rumah ini tetap kokoh dan berayun mengikuti gelombang yang ditimbulkan getaran tersebut. Rumah yang berdiri dua meter di atas tanah ditopang oleh tiang yang tidak pernah menyentuh bumi atau tanah (Tonggak tuo). Tiang ini bertumpu di atas batu datar yang kuat dan lebar. Batu ini berfungsi sebagai peredam getaran gelombang dari tanah sehingga tidak mempengaruhi bangunan di atasnya.

Bangunan ini direkatkan dan disambungkan oleh Pasak, hal ini membuat bangunan memiliki sifat yang sangat lentur. Bangunan bagian luar pun dibuat sedikit miring ke arah luar. Bentuk atap yang melengkung dan runcing Terkesan menukik ke atas (Gonjong), Desain ini dimaksudkan agar saat hujan, air dapat mengalir langsung ke bawah sehingga tidak membebani bangunannya.

Keserasian warna hitam, merah, dan sentuhan warna emas dalam kostum ini merupakan warna “Marawa Minangkabau”. Dimana Hitam melambangkan Akal dan budi, Merah melambangkan Keberanian, dan Kuning (Gold) yang melambangkan Keagungan masyarakat Minangkabau. Warisan Rumah Gadang ini, mengingatkan bahwa Alam adalah Sahabat, Alam adalah Rumah kita. Maka, kembalilah ke Alam, Pahamilah Alam dan kemudian Semesta pun akan memahami kita.

Good luck Vania. Selamat berjuang untuk Indonesia! yuk intip keseruan press conference Vania Herlambang goes to Miss International 2018, klik linknya disini.

Penulis : Irwansyah
Editor: Aditiya Yasmin

Comments

comments