Tangis Dea Rizkita Pecah di Press Conference Miss Grand International 2017

Menjadi wakil kelima Indonesia di Miss Grand International dan ketiga dari Yayasan Puteri Indonesia, Dea Rizkita Miss Grand Indonesia 2017, menyadari dirinya memiliki beban yang berat karena prestasi Indonesia di tahun sebelumnya berada di puncak kejayaan.

Setelah terpilih sebagai 3rd runner up Puteri Indonesia 2017 dengan tittle Puteri Indonesia Perdamaian 2017 di bulan Maret, dengan segala aktivitas dan persiapannya, akhirnya tibalah momen bersejarah dirinya akan mewakili Indonesia di Miss Grand International 2017, yang diadakan di Vietnam 5 – 26 Oktober 2017.

Kamis, 28 September 2017 press conference Dea Rizikta goes to Miss Grand International 2017 dilaksanakan di Aula Sasono Wihono, Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat. Berlokasi di tempat kediaman BRA Mooryati Soedibjo, founder Mustika Ratu, turut hadir Ibu BRA Mooryati Soedibjo, Ibu Putri Kuswhisnu Wardani, Bapak Wardiman Djojonegoro, Ibu Kusuma Dewi, Mety Choa (designer evening gown), Maya Ratih dan Morphacio (designer national costume) dan keluarga Dea Rizkita yang datang langsung dari Jawa Tengah.

Pagi hari sebelum press conference dimulai, IP team sempat bertemu Dea, dalam suasana cuaca hujan deras, Dea melakukan gladi bersih, memakai dress hitam, jaket dan jeans. Ia terlihat sumringah pagi itu, tidak nampak lagi wajah tegang dan stress.

“Kemarin (di acara fashion show Anaz) wajahku sempat numbuh jerawat, katanya sih efek stress mau berangkat, tapi hari ini aku udah enjoy dan ga mau stress lagi”, jawabnya sambil tersenyum.

Acara dimulai dengan kata sambutan dari Putri Kuswhisnu Wardhani dan dilanjutkan penampilan Dea dengan berbagai kostum seperti evening gown, jumpsuit, resort wear, kebaya, dan puncaknya national costume.

National costume dengan tema Ibu Pertiwi dengan berat 37 kg memiliki makna yang sangat dalam mengambarkan tentang Indonesia seutuhnya.

Ibu Pertiwi “Langit adalah Ayahku, Bumi adalah Ibuku”. Kostum ini memiliki makna dari bentuk lingkaran yang diambil dari bentuk dasar Bulan (budaya timur yang erat dengan laut dan bulan) berbicara tentang sosok ibu, ratu, dan wanita. Kemudian warna biru menggambarkan kejayaan Indonesia sebagai negara maritim yang jaya.

Panca (lima kristal biru pada bagian lingkaran bulan) melambangkan keselarasan manusia Indonesia dalam ideologi Pancasila, Tri (tiga kristal biru pada hiasan kepala) melambangkan kesempurnaan tubuh, jiwa dan roh.

Lima kristal kuning menggambarkan tunas-tunas bangsa, generasi muda Indonesia yang merupakan harapan dan penerus bangsa.

Sayap pada pundak melambangkan simbol kelembutan dan kekuatan, doa dan nyanyian para leluhur. Hiasan punggung yang melambangkan Indonesia adalah “Tulang Punggung Dunia” dimana Indonesia menyimpan kekayaan yang berlimpah.

Sabuk sayap melambangkan kesuburan dan persaudaraan yang erat. Jemari dan lengan kanan menggambarkan kebijaksanaan, keterampilan dan jiwa yang mengayomi kepada masyarakat.

Teriakan semangat dari para media dan fans pageants yang hadir di press conference tersebut membuat mata Dea berkaca-kaca seperti hendak menumpahkan air matanya, pecah sudah beban selama ini yang ia pikul. Kini saatnya seluruh Indonesia bersatu dengan mendukungnya dan memberikan vote terbanyak, supaya Indonesia kembali meraih best national costume di Miss Grand International 2017 dan mengantarkan Dea ke posisi terbaiknya.

Yuk intip video press conference Dea Rizkita goes to Miss Grand International 2017 disini.

Penulis : Irwansyah
Editor: Aditiya Yasmin

Comments

comments