Saya Cinta Kain Nusantara Karena Saya Adalah Wanita Indonesia

iIIDW201513

Mencintai kain tradisional Indonesia berawal dari terpilihnya ia sebagai Miss Indonesia 2005, itulah pengakuannya kepada Indonesian Pageants, saat ditemui di acara Indonesian Inspiring Women Day 2015, hari kamis (28/5) di klub Kelapa Gading Jakarta Utara.

Wanita yang sudah menikah dan memiliki dua orang anak adalah penulis buku “Modern Mama”, disela waktu dan kesibukannya sebagai seorang isteri, ia juga tak melupakan kodratnya mengurus rumah tangga, dan kehadirannya di IIWD 2015 untuk berbagi kisah dan menginspirasi wanita Indonesia untuk mencintai kain nusantara.

Menjadi Miss Indonesia 2005 adalah sebuah pengalaman yang tidak bisa ia lupakan pada waktu itu, apalagi ia juga pernah ikut Miss Asean 2006 dan berhasil meraih predikt 1st Runner Up Miss Asean 2006.

Dari Miss Indonesia ia bisa berkunjung keberbagai daerah di Indonesia, melihat ragam kebudayaan membuat ia makin jatuh cinta kepada kain tradisional Indonesia, Imelda pun makin termotivasi untuk mengoleksinya.

Selain itu ia juga terkadang mendesain sendiri baju yang ia buat untuk ia kenakan keacara tertentu, seperti imlek baju chongsam dia buat dengan bahan kain tradisional Indonesia, atas karya uniknya tersebut banyak relasi dan sahabat yang mengagumi rancangannya tersebut.

Dalam membuat baju ia tidak sendiri, melainkan memilih tukang jahit yang menjadi langganannya, “saya tuh suka kain dan banyak numpuk dirumah, tapi dalam hal menjadi ga bisa, langsung panggil tukang jahit langganan untuk dibuatkan menjadi seperti yang saya mau”.

Imelda sendiri juga mengaspresiasi pemilihan Miss Indonesia, makin kesini sudah mulai mengenalkan kebudayaan nusantara, apalagi dalam beberapa tahun ini Opening Miss Indonesia dibuka dengan finalis memakai kain batik dan kebaya.

Dalam kunjungan kerjanya Imelda mempunyai pengalaman seru saat berburu kain tradisional, ia pernah mencari kain tradisional sampai ke daerah Kalimantan tepatnya daerah Sambas, dari cara menenun, memintal, memilih benang dan pewarnaan dilakukan sendiri sang pengerajin yang sudah sangat tua.

Mempunyai koleksi kain tradisional dari berbagai nusantara, seperti dari Lombok, Bali, Palembang, Sambas dan daerah lainnya, menjadikan Imelda lebih mencintai ragam budaya nusantara, “walapun saya terlahir sebagai warga keturunan tionghoa, tapi kecintaan saya akan kain nusantara tidak akan pernah berhenti karena saya adalah wanita Indonesia”.

iIIDW20155

Melihat wakil Indonesia dalam empat tahun ini sukses di Miss World, Astrid Ellena Top 15 dan winner BwAP Miss Woeld 2011, Inesh Putri Top 15 Miss World 2012, Vania Larissa Top 10 dan Winner Talent Miss World 2013 dan Maria Rahajeng Top 25 Miss World 2014, Imelda mengaku sangat bangga kepada para penerusnya tersebut.

“Iya saya sangat bangga dan mereka sangat bagus-bagus apalagi yang tahun 2014 jago main piano” jawab Imelda.

Walaupun sudah tidak masuk kedalam organisasi Miss Indonesia, sebagai pemenang pertama Miss Indonesia 2005, Imelda fransisca tetap mensupport wakil Indonesia yang akan berkompetisi diajang Miss World berikutnya, termasuk kepada Miss Indonesia 2015 Maria Harfanti yang akan berkompetisi di Miss World 2015 Sanya, China.

(is)

Comments

comments