Lasjkar Di Tapal Batas, Kisah Tidjan Perjuang Dari Bogor Yang Terlupakan

lasjkar-di-tapal-batas

Sudah banyak cerita kepahlawanan pejuang Indonesia dijaman penjajahan diangkat kelayar lebar, dari Soekarno, Tjut Nyak Dien, Fatahillah, Kartini, Si Pitung, Tjokroaminoto, Jendral Sudirman dan yang lainnya. Semuanya termasuk dalam daftar tokoh pahlawan nasional yang paling ingat masyarakat Indonesia.

Namun didaerah Bogor ada seorang pahlawan nasional yang luput dari pemberitaan, dialah Tidjan pemuda sunda yang gigih dan berani melawan NICA Belanda di era tahun 1945-1949, tidak banyak yang tahu kalau dalam 5 tahun perjuangannya Tidjan baru diakui sebagai veteran pejuang di tahun 2007.

Kisah Tidjan diangkat kelayar lebar dengan judul Lasjkar Di Tapal Batas, idenya berawal saat sang sutradara, Bayu Prayogo. Menurutnya, film ini dibuat dengan semangat indie yang didasari karena keprihatinannya terhadap film-film nasional yang temanya lebih banyak kepada ‘tontonan’ bukan ‘tuntunan’. Dari situlah, Bayu mengajak sejumlah rekan untuk membuat film yang dapat bermanfaat bagi masyarakat dan untuk ‘menebus’ kesalahan-kesalahan masa lalu para sineas Indonesia sebelumnya. “Saat berkunjung ke Bogor, kami bertemu kerabat yang bercerita tentang kisah pejuang kemerdekaan yang terlupakan dan baru diakui kepahlawanannya pada tahun 2007. Sosok Tidjan memang tidak sepopuler pahlawan lain. Padahal, pemuda asal Bogor ini punya andil cukup besar dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” tutur Bayu, menjelaskan.

Dalam press conference dan gala premiere yang berlangsung, hari selasa (9/8) di salah satu bioskop di Grand Indonesia, Jakarta, turut hadir para pemain, sutradara dan produser film Letsman Tendy.

Diangkat dari kisah nyata, seorang pahlawan dari Bogor bernama Tidjan yang nyaris luput dari catatan sejarah bangsa Indonesia saat berjuang mempertahankan kemerdekaan saat Agresi Militer ke-2 Belanda atas Indonesia.

Mengisahkan Tidjan adalah pejuang tanah air yang berasal dari daerah Bogor, dari usia 12 tahun, Tidjan kecil (Syakir Daulay) berkeinginan kuat untuk berjuang membela Indonesia. Selain belajar mengaji dengan gurunya (Pong Harjatmo) ia juga belajar ilmu bela diri.

Beranjak dewasa diusia 18 tahun Tidjan (Gorz Kurniawan) mulai jatuh cinta dengan Nonon (Tere Gunawan), keinginannya membela tanah air ditentang Nonon, Tidjan merasa turut prihatin dan membenci Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia termasuk didaerah Bogor, ditambah dengan kejadian Rawagede, Karawang, pada akhir tahun 1947, dimana 400 lebih rakyat jelata dibantai oleh Belanda.

Tidjan marah! Dia pun ikut bergabung dengan Lasjkar Rakjat bersama ketiga sahabat karibnya sejak kecil (Enim, Anau dan Rais). Mereka bergabung dengan Lasjkar Rakjat yang dipimpin oleh Djulu.dalam mengusir penjajah Belanda ditemani.

Selain dibintangi Gorz Kurniawan, Tere Gunawan, Syakir Daulay, film ini juga dibintangi Sonia Selvans, Arvin Ryan, Wita KDI, Yati Surachman dan Pong Hardjatmo.

Untuk menggambarkan lokasi sesuai dengan zamannya, tim produksi Film ‘Lasjkar Di Tapal Batas’ dengan sengaja mencari lokasi syuting yang sesuai dengan zaman perjuangan Tidjan hingga ke pelosok desa di sekitar Cimanggu, Bogor, Jawa Barat.

Awalnya Laskar Di Tapal Batas dibuat secara Indie, dibuat selama 3 bulan, untuk produksi mengawali pasang surut.Setelah berganti tim produksi, kini film tentang perjuangan bisa tayang serentak tanggal 11 Agustus 2016, untuk menyambut hari kemerdekan Indonesia yang ke-71, yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2016.

(is)

Comments

comments