Akting Keren Beauty Queen Papua di Film Boven Digoel

Maria Fransisca Tambingon dan Rachel Ellen Aragay, Adu Akting Keren di Film Boven Digoel

Dua wanita cantik asal daerah paling Timur Indonesia dengan gelar berbeda, Maria Fransisca Tambingon (Puteri Indonesia Papua 2014 dan Top 10 Puteri Indonesia 2014) beradu akting bersama Ellen Rachel Aragay (1st runner up Miss Indonesia 2014). Memiliki paras wanita timur yang khas, dengan pengalaman keduanya mengikuti ajang beauty pageants nasional, membuka jalan keduanya masuk ke dunia entertainment Indonesia, yaitu dunia perfilman nasional.

Uniknya, keduanya pernah mendapatkan gelar Putri Fotogenik saat mengikuti pemilihan Putri Pariwisata Indonesia mewakili provinsi Papua. Ellen Rachel Aragay di tahun 2012 dan Maria Fransisca Tambingon di tahun 2014.

Hari Senin (6/2) keduanya merilis premiere film perdana mereka Boven Digoel. Beradu akting dengan Christine Hakim aktris peran peraih piala Citra dan juri Cannes Film Festival, tidak membuat mereka merasa grogi dan minder.

“Sebelum syuting ke Papua, Saya dan pemain yang lainnya mendapatkan pembekalan (reading) di Jakarta”, ujar Ellen.

Selain beradu akting dengan Christine Hakim, film Boven Digoel dibintangi Joshua Matulessy, Edo Kondologit, Lala Suwages, Henry W. Muabuay dan Ira Dimara. Penulis skenario Jujur Prananto dan FX Purnomo, sutradara FX Purnomo dari rumah produksi Foromoko Matoa Indah Film.

Boven Digoel adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua, Indonesia. Kabupaten ini terletak di Tanah Merah. Boven Digoel dalam bahasa Belanda artinya di atas.

Film ini diangkat dari kisah nyata, film ini terinspirasi dari sebuah buku berjudul Papua: Sebuah Fakta dan Tragedi Anak Bangsa yang di dalamnya terdapat kisah nyata pengalaman seorang dokter di pedalaman Boven Digoel Papua yang melakukan operasi caesar menggunakan silet.

boven-digeol-movie

Mengisahkan tentang John (27 tahun), lelaki kelahiran Jayapura, yang berprofesi sebagai seorang dokter di salah satu puskesmas di pedalaman di wilayah Tanah Merah, Boven Digoel, Papua. Sosoknya yang pintar bergaul, sopan, penuh dedikasi, dan selalu mengutamakan kepentingan orang banyak, serta penuh kesabaran dan tetap teguh dalam pengharapan dalam suka maupun duka. Segala hal ini yang membuatnya disukai banyak orang.

Polemik kemudian muncul, ketika Dokter John dihadapkan sebuah kenyataan, dimana ia bersama stafnya harus melakukan operasi sesar terhadap seorang wanita bernama Ibu Agustina (35 tahun), yang telah melahirkan sebanyak 9 kali.

Tragisnya, Puskesmas Tanah Merah tidak mempunyai sarana yang memadai untuk melakukan operasi sesar ini. Ditambah lagi, masalah keterbatasan kemampuan tenaga kesehatan yang ada.

“Disitu saya (Anthoneta) dr. John (Jflow), Christine Hakim, istri dokter, mantri, dan 1 pembantu puskesmas naik perahu yang ga ada samping. Ketika kameranya naik perahunya seakan mau terbalik padahal cuma efek gelombang dari ada perahu lain yang lewat kak”, jawab Maria sambil tertawa.

Boven Digoel menghadirkan panorama alam Papua. patut disyukuri keberanian sang sutradara dan produser mengangkat kisah nyata dengan segala konflik di dalamnya, menjadi sebuah tontonan alternatif dan menghibur bagi pencinta film nasional dan akan tayang 9 Februari 2017.

Yuk intip trailler dan interview bersama Maria dan Ellen, klik linknya disini.

Penulis : Irwansyah
Editor: Aditya