Surat Dari Praha Kisah Romantis Bernuansa Sejarah

SDP

“Kadang hidup memang berisi hal-hal yang tidak kita inginkan” Sulastri

Ketika sejarah mulai dilupakan generasi muda, ada banyak jejak serpihan cerita yang akan tertutup. Terinspirasi dari empat lagu cinta karya Glenn Fredly. Film Surat Dari Praha dibuat dengan obrolan antara Glenn Fredly, Angga Dwimas Sasongko, Ipang dan Anggia. Kegelisahan mereka memang cukup beralasan, larinya anak muda Indonesia mencari keadilan, dijaman orde baru tahun 1966 kenegara Republik Ceko tepanya Praha. Ada satu pilihan, mengakui orde baru atau dicabut kewarganegarannya dan tidak bisa kembali selamanya ke Indonesia.

Surat Dari Praha menceritakan pergolakan bathin Larasati (Julie Estelle) atas kematian ibunya Sulastri (Widyawati), dalam wasiatnya ia harus mengantarkan surat ke Mardi Jayasri (Tio Pakusadewo) yang tinggal di Praha, Republik Ceko.

Dibesarkan di tengah kehidupan keluarga yang tidak harmonis membuat hubungan Larasati dan ibunya tidak pernah benar-benar baik. Pertemuan dengan Jaya yang ternyata adalah mantan tunangan ibunya, seseorang yang gagal memenuhi janji untuk kembali puluhan tahun silam akibat perubahan situasi politik membuat Larasati mengetahui akar persoalan yang sebenarnya.

Cerita berkisah tentang kekuatan memaafkan dan upaya untuk berdamai dengan sisi gelap masa lalu. Apakah Jaya mau berdamai dengan masa lalunya dan apakah Larasati mampu kembali percaya bahwa cinta sejati itu ada?

Dalam press screening pada hari senin (25/1) di Epicentrum hadir pemain dan produser, Julie Estelle, Tio Pakusadewo, Widyawati, Chicco Jerikho, Rowni Marton, Angga Dwimas Sasongko dan Anggia Kharisma.

Tio sendiri mengaku saat ditawarin bermain dalam film tersebut saat itu ia berada di Singapura. Rasanya berperan sebagai Jaya, baginya sendiri banyak menguras nalar dalam berakting, menyelami tokoh ini sangatlah menantang.

Film ini hubungan antara cinta dan perasaan, bertahan dan menemukan kebahagiaan. Ide awalnya saat sang sutradara Angga Dwimas Sasongko dibangku Kuliah, saat itu ia membaca buku tentang tahun 1965, penasarannya memuncak saat menonton film pendek Klayaban tahun 2004 karya sutradara Farishad Latjuba, mengenai peristiwa 1965.

Konflik 1965 banyak warga Indonesia yang pergi ke Praha, kepergian mereka menjadikan stigma kalau mereka adalah komunis, film Surat Dari Praha meluruskan sejarah, bahwa tidak semua dari mereka adalah komunis.

SDP-2
Rowni Marton baju putih sebelah kiri Tio Pakusadewo

Yang menarik dalam prescon tersebut, hadirnya saksi sejarah tragedi 1965 Rowni Marton nama aslinya R Suryomartono, dalam Tragedi 1965 ada 200 pemuda Indonesia yang pergi ke Republik Ceko, mereka dituduh antek komunis, dari 200 mereka terbagi 2, 100 pelajar 100 dituduh komunis, selama di Ceko mereka dijamin pemerintah, belajar dan dikasih keuangan, namun saat itu kondisi keuangan tidak lancar, mereka harus menghemat sedemikan rupa untuk bertahan hidup.

Pada tahun 1996 saat kedubes Indonesia dijabat Leo Tobing, yang juga sahabatnya saat sama-sama sebagai pelajar. Puncaknya tahun 1998 ia bisa balik ke Indonesia sejak terakhir menginjakkan kaki 1965. Dari 100 pemuda yang ada sekarang tersisa 20 sampai 15 saja saksi sejarah yang ada di Praha, Ceko.

Om Rowni biasa disapa melanjutkan hidupnya dengan menikahi wanita asli Ceko yang juga temannya semasa sekolah, dikaruniai 3 anak dan 7 cucu, setiap weekend mereka mengadakan kumpul-kumpul keluarga, memutar lagu keroncong, memasakan masakan Indonesia untuk mengobati kerinduan mereka akan tanah air Indonesia.

“Anak-anak dan cucu-cucu saya, tidak ada yang mengajari mengenai Indonesia, tapi dari dalam hati mereka sudah tertanam sendiri Nasionalisme, seperti tiap weekend kita kumpul keluarga dengan memasak rendang, tapi tidak pedas” jawab kakek murah senyum ini, yang juga seniman band di Praha, Republik Ceko.

Kembali ke Indonesia ia melihat banyak perubahan dan kemajuan, ia menelusuri kerinduannya dengan menaiki angkot menuju keberbagai tempat.

Surat Dari Praha bercerita tentang kekuatan memaafkan dan upaya untuk berdamai dengan sisi gelap masa lalu. Terinspirasi dari kisah kehidupan para pelajar Indonesia di Praha yang tidak bisa kembali akibat perubahan situasi politik dalam negeri tahun 1966, hadir juga lagu-lagu romantis karya Glenn Fredly yang juga dinyanyikan para pemain, Surat Dari Praha akan tayang 28 Januari 2016.

(is)

Comments

comments