Support Acha Septriasa Untuk Anindya Kusuma Putri Diacara Meet & Greet Bulan Terbelah Di Langit Amerika

acha

Sebelum film terbaru Bulan Terbelah Di Langit Amerika akan tayang perdana 17 Desember 2015, bertempat di Kompas Gramedia Fair, JCC pada hari sabtu (12/12) dilangsungkan meet & greet peluncuran novel terbaru Faith and the City, hadir sang novelis Hanum Rais, Rangga Almahendra dan pemeran utama Bulan Terbelah Di Langit Amerika yaitu Acha Septriasa.

Faith and the City adalah novel terbaru kelanjutan dari Bulan Terbelah Di Langit Amerika yang mengangkat sisi gelap dunia jurnalistik. Dimana peran media sangat penting dalam kehidupan masyarakat, bisa menenangkan tetapi bisa juga menghancurkan.

Novel Faith and the City termuat dalam 200 halaman, dibuat dalam satu setengah bulan saja, ada beberapa karakter yang ada di novel Bulan Terbelah Di Langit Amerika, hadir kembali didalam novel tersebut.

“Bagi saya menyelesaikan 2 novel menjadi 3 film sangatlah menantang” ungkapnya

Banyak tantangan yang Acha lakukan dalam berperan sebagai Hanum, apalagi sosok yang ia mainkan berstatus sudah menikah sedangkan dirinya belum menikah, terutama bagaimana membangun karakter dengan baik. Bulan Terbelah Dilangit Amerika banyak membangun chemistry antara Acha Septriasa dengan Abimana Aryasatya berperan sebagai Rangga.

Kebanggaan tersendiri bagi Acha memerankan sosok religi dalam setiap peran yang ia mainkan, sehingga banyak tawaran yang selalu menghampirinya, stereotyp peran tersebut tidak membuatnya terbelenggu, namun ia tetap melanjutkan peran sebagai Hanum disetiap novel Hanum Rais yang ditawarkan kepadanya.

Sementara itu Rangga Almahendra mengungkapan karakter Hanum mengalami metamorphosis, dari pergulatan batin keimanannya saat berada di Amerika, dimana saat kasus 9/11 membuat matanya tentang Islam makin terbuka terutama kasus Islamphobia.

Walaupun berperan sebagai muslimah berhijab, tapi saat kesaharian ia tidak berhijab, namun Acha sendiri saat masih kecil ia bersekolah pernah berhijab, jadi hijab sendiri baginya tidaklah asing.

Menariknya dalam bedah buku Bulan Terbelah Di Langit Amerika ada pertanyaan mengenai keberadaan patung Nabi Muhammad SAW didalam gedung Mahkamah Agung Amerika, mewakili Rizal Mantovani sebagai sutradara film tersebut.

Rangga Almahendra menjelaskan kalau ia keberatan patung tersebut masuk dalam proses pengambilan gambar dan diganti dengan adegan yang lainnya, walaupun petugas didalam Mahkamah Agung mengatakan kalau keberadaan patung tersebut adalah kebanggan umat Islam, sebagai simbol keadilan dinegeri Paman Sam, tapi adegan tersebut masih ada didalam novelnya.

Selama proses syuting Acha tempat favoritenya adalah negara Spanyol didaerah Cordoba, ada salah satu masjid yang berubah menjadi Gereja, untuk Hanum Rais sendiri tempat syuting favoritenya di Austria dan Rangga Almahendra menfavoritkan dinegara Turki.

Mengenai maraknya islamphobia yang baru ini isu paling hangat mengenai ucapan mantan pemilik Miss Universe, Donald Trump yang tidak menginginkan penambahan masjid baru di Ground Zero ditempat awalnya tragedi WTC.

Apalagi diajang Miss Universe 2015 Indonesia diwakili Anindya Kusuma Putri, sebelum menjabat sebagai Puteri Indonesia 2015, Anindya pada tahun 2008 terpilih sebagai pemenang Gadis Sampul 2008.

Sebagai sesama alumni Gadis Sampul dimana Acha Septriasa pernah menjadi finalis Gadis Sampul 2004, iapun memberikan tanggapannya mengenai ucapan kontroversial tersebut.

“Saya belum bisa memberikan tanggapan karena belum melihat dengan jelas ucapannya, yang jelas sangat prihatin” jawabnya.¬†Diakhir perbincangan Acha juga tidak lupa memberikan dukungan kepada juniornya di Gadis Sampul, Acha berharap Anin bisa menunjukan jati diri bangsa Indonesia dan semoga bisa menang menjadi Miss Universe 2015.
(is)