Kaleidoskop Pelaku Pageants Indonesia Rilis Film Tahun 2015

film pageants-32

Sepanjang tahun 2015 ada banyak film nasional Indonesia yang dibintangi para pelaku pageants Indonesia dari film pertama yang mereka bintangi hingga yang sudah sering bermain difilm sebelumnya. Siapa saja para pelaku pageants tersebut, yuk ikuti rangkuman yang sudah Indonesian Pageants dapatkan dari situs resmi. www.filmindonesia.or.id

Garuda Superhero

Pemeran Rizal Al Idrus, Slamet Rahardjo, Alexa Key, Robby Sugara, Agus Kuncoro, Rudy Salam, Jacob Maugeri, Roy Chunonk, Inzalna Balqis, Kia Poetri, Tya Arifin, Diaz Ardiawan
Sutradarax.Jo. Penulisx.Jo. ProduserHR Dhoni Al-Maliki Ramadhan. Tanggal edar 08 January 2015

Sinopsis
Dunia dikejutkan dengan terciptanya senjata canggih penyelamat Bumi dari ancaman asteroid-asteroid raksasa yang sewaktu-waktu dapat menabrak bumi. Senjata tersebut dibajak oleh Durja King dan dijadikan ancaman kehancuran dunia. Negara-negara adidaya adalah sasaran utama Durja King, sehingga Indonesia atau khususnya kota Metro ini menjadi sorotan mata dunia.

Kelicikan dan kekuatan super yang dimiliki oleh kelompok Durja ini sangat sulit ditaklukan oleh pasukan DAT. Bahkan Pentagon sendiri secara khusus berencana campur tangan untuk turut membantu menanggani kasus besar tersebut. Di saat-saat genting itu muncul Garuda yang memilki juga kekuatan super. Sepak terjangnya berhasil mengacaukan rencana Durja King.

Catatan :
Rizal Al Idrus adalah pemenang pertama Lmen Of The Year 2012 dan Top 10 Mister International 2012

Erau Kota Raja

Pemeran Nadine Chandrawinata, Denny Sumargo, Ray Sahetapy, Jajang C Noer. Sutradara Bambang Drias. PenulisEndik Koeswoyo, Rita Widyasari. ProduserBambang Drias. Tanggal edar 08 January 2015

Sinopsis
Kirana (Nadine Chandrawinata) ditugaskan untuk meliput Pesta Adat Erau di Tenggarong. Saat peliputan, Kirana berkenalan dengan seorang pemuda lokal bernama Reza (Denny Sumargo). Kirana mulai jatuh cinta kepada Reza. Namun, cinta mereka mendapat tentangan dari ibu Reza (Jajang C Noer). Sang ibu melakukan segala cara untuk mengusir Kirana dari desanya. Pak Camat (Ray Sahetapy) terpaksa harus mengusir Kirana yang dianggap telah meresahkan masyarakat. Kirana pulang ke Jakarta tanpa sempat memberi tahu Reza, Reza marah kepada ibunya.

Catatan :
Nadine Chandrawinata Puteri Indonesia 2005 dan wakil Indonesia di Miss Universe 2006

Silent Hero(es)

Pemeran Fina Phillipe, Ivanaldy Kabul, Nirina Zubir, Alena Wu, Joyln Hendrawan, Firman Liem, Freddy Su, Zemary Sahat. Ducko Chan Sutradara, Penulis dan Produser. Tanggal Thursday 05 March 2015

Sinopsis
Yunia alias Yong Yong, mahasiswa asal Singkawang yang suka bermain barongsai sejak kecil, dipindah ke Jakarta. Ayahnya ingin memisahkannya dari lingkungan pergaulannya di Singkawang dan minat Yunia pada barongsai. Namun, kecintaannya akan barongsai membawanya bergabung dengan sebuah sanggar barongsai pimpinan Suhu Fang di Jakarta dan bertemu dengan Ernest alias Ah Cheng. Mereka memiliki impian yang sama: ingin membanggakan Indonesia melalui barongsai.

Yunia dan Ernest menemukan fakta menyedihkan mengenai nasib dan masa depan sanggar tersebut. Bersama dengan anggota lain, Pandapotan Sinaga, mereka berusaha mencari jalan keluar untuk membangun sanggar tersebut. Sayangnya, cara yang mereka lakukan tidak sejalan dengan Suhu Fang, sehingga ketika mereka mengikuti sebuah kompetisi dan berhadapan dengan musuh bebuyutan Suhu Fang, yaitu Suhu Hong, mereka harus mencari solusi sendiri.

Catatan :
Ivanaldy Kabul adalah pemenang pertama Koko Cici Jakarta 2013
Nominasi Festival Film Indonesia 2014 kategori Pemeran Pendukung Wanita Terbaik : Nirina Zubir.

Danum Baputi: Penjaga Mata Air

Pemeran Jovita Dwijayanti, Raditya Agung Yudistira, Reiner Manopo, Dolly Martin, Billy Budjanger. Sutradara Gunawan Paggaru.Penulis Azwar Sutan Malaka, Gunawan Paggaru, R Yayank NN, Arifah. ProduserR Yayank NN. Tanggal edar 26 March 2015.

Sinopsis
Sekelompok masyarakat di pedalaman Kalimantan yang masih peduli dengan lingkungannya, peduli dengan hutan adat mereka. Mereka percaya atas ramalan nenek moyang mereka 100 tahun yang lalu bahwa akan terjadi kerusakan hutan yang diakibatkan oleh ulah manusia, namun akan diselamatkan oleh seseorang yang memang sudah ditakdirkan untuk menjaga hutan dan sumber mata air mereka. Danum Baputi, anak perempuan Tuwo Damang, kepala suku, terpilih sebagai Danum Pambelum (penjaga mata air).

Salah satu perusahaan asing melakukan pembukaan hutan untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit. Hal ini tidak saja mendorong konflik antara masyarakat adat dan investor, namun juga antar masyarakat itu sendiri, karena adanya oknum-oknum yang membelot karena ketamakannya.

Tanah adat Danum Baputi adalah sasaran utama perluasan perkebunan tersebut. Tuwo Damang, ayah Danum Baputi sebagai kepala suku dibantu Penyang dan Mantikei serta penduduk lain berusaha mencegah hal itu. Namun Kiung, anak buah pihak perkebunan melakukan tipu daya untuk mendukung perluasan areal perkebunan.

Ia juga memanfaatkan Akin yang menaruh hati pada Danum. Karena gagal mendapatkan Danum, maka Akin bergabung bersama Kiung dan akhirnya diperalat untuk menghabisi Tuwo Damang yang dianggap sebagai penghalang dalam menguasai tanah adat. Danum, Penyang, dan Matikei menghentikan ulah Kiung yang membakar rumah-rumah penduduk yang tidak mau mengikuti kehendaknya.

Catatan
Jovita Dwijayanti adalah 1st Runner Up Miss Indonesia 2013. Mulai 15 Januari film ini dikelilingkan ke 137 tempat di seluruh Indonesia dalam rangka hari Rimbawan, Hutan dan Air Dunia, sekaligus Hari Film Nasional. Tayang keliling berawal di Bogor (15 Januari 2015) dan berakhir di Bali (30 Maret 2015).

Guru Bangsa Tjokroaminoto

Pemeran Reza Rahadian, Putri Ayudya, Maia Estianty, Christine Hakim. Sutradara Garin Nugroho. Penulis Ari Syarif, Erik Supit, Sabrang Mowo Damar Panuluh, Garin Nugroho, Kemal Pasha Hidayat. Produser Christine Hakim, Didi Petet, Dewi Umaya Rachman, Sabrang Mowo Damar Panuluh, Nayaka Untara, Ari Syarif. Tanggal edar 09 April 2015

Sinopsis
Oemar Said Tjokroaminoto (Tjokto) yang lahir dari kaum bangsawan Jawa dengan latar belakang keislaman yang kuat, tidak diam saja melihat kondisi kemiskinan rakyat dan kesenjangan sosial selepas Tanam Paksa dan awal Politik Etis sekitar tahun 1900. Ia berani meninggalkan status kebangsawanannya dan bekerja sebagai kuli pelabuhan.

Tjokro berjuang dengan membangun organisasi Sarekat Islam, organisasi resmi bumiputera pertama terbesar, yang mempunyai sampai dua juta anggota. Ia berjuang untuk menyamakan hak dan martabat masyarakat bumiputera yang terjajah. Perjuangan ini menjadi awal lahirnya tokoh dan gerakan kebangsaan.

Tjokro adalah intelektual, pandai bersiasat, mempunyai banyak keahlian, termasuk jago silat, ahli mesin dan hukum, penulis surat kabar yang kritis, orator ulung yang mampu menyihir ribuan orang, membuat pemerintah Hindia Belanda khawatir, dan bertindak untuk menghambat laju gerak Sarekat Islam. Perjuangan Tjokro lewat organisasi Sarekat Islam juga terancam oleh perpecahan dari dalam organisasi itu sendiri.

Rumah Tjokro di Gang Peneleh, Surabaya, terkenal sebagai tempat bertemunya tokoh-tokoh bangsa Indonesia kelak. Di rumah sederhana yang berfungsi sebagai rumah kos yang dikelola oleh istrinya, Suharsikin, Tjokro mempunyai banyak murid muda yang kemudian mempunyai jalan perjuangannya masing-masing, meneruskan cita-cita Tjokro: bangsa bermartabat, terdidik, dan sejahtera. Salah satu muridnya di Peneleh adalah proklamator kemerdekaan Indonesia, Soekarno.

Catatan :
Putri Ayudya adalah finalis Puteri Indonesia 2011 wakil DKI 2, Top 10 Puteri Indonesia 2011 dan Puteri Indonesia 2011 Intelegensia. Nominasi Aktris Pendatang Baru Terpilih (Piala Tuti Indra Malaon) Piala Maya 2015.

Winner Festival Film Bandung 2015 kategori Penata Kamera Terpuji : Ipung Rachmat Syaiful

Winner Festival Film Indonesia 2015 dalam kategori, Penata Kostum Terbaik (Perancang Busana) : Retno Ratih Damayanti, Pengarah Artistik Terbaik : Alam Sebastian dan Pengarah Sinematografi Terbaik : Ipung Rachmat Syaiful

Winner Piala Maya 2015 dalam kategori, Film Panjang Terpilih : Guru Bangsa Tjokroaminoto, Sutradara Terpilih : Garin Nugroho Piala Maya 2015, Penata Suara Terpilih : Guru Bangsa Tjokroaminoto (Satrio Budiono, Trisno), Penata Artistik Terpilih : Guru Bangsa Tjokroaminoto (Allan Sebastian), Penata Kamera Terpilih : Guru Bangsa Tjokroaminoto (Ipung Rachmat Syaiful), Penata Kostum Terpilih : Guru Bangsa Tjokroaminoto (Retno Ratih Damayanti) dan Penata Musik Terpilih : Guru Bangsa Tjokroaminoto (Andi Rianto).

Surga yang Tak Dirindukan

Pemeran Fedi Nuril, Laudya Cynthia Bella, Raline Shah. Sutradara Kuntz Agus. Penulis Alim Sudio, Team MD, Asma Nadia. Produser Manoj Punjabi. Tanggal edar 15 July 2015.

Sinopsis
Pernikahan Arini (Laudya Cynthia Bella) dan Pras (Fedi Nuril) mendatangkan kebahagiaan dengan hadirnya Nadia, putri mereka. Pras yang baik dan setia selalu menenangkan Arini. Berbagai kisah perselingkuhan di sekelilingnya, termasuk sahabat dekatnya, tidak sekalipun mengusik kepercayaan Arini terhadap sang suami. Arini pun berusaha mengabdikan diri sepenuh hati sebagai ibu dan istri.

Perjalanan takdir kemudian berujung ujian bagi cinta Arini dan Pras. Suatu hari, dalam perjalanan menuju kantor, Pras harus menolong korban yang mengalami kecelakaan mobil. Alangkah kagetnya Pras saat mengetahui korbannya adalah seorang perempuan dalam balutan baju pengantin.

Mei Rose (Raline Shah) berusaha bunuh diri setelah laki-laki yang berjanji menikahi ternyata menipunya. Padahal di perutnya ada janin berusia tujuh bulan. Mei Rose berhasil diselamatkan, namun mengalami koma, sementara anak laki-lakinya, Akbar, lahir dengan selamat.

Pras tidak tega meninggalkan bayi dan ibu yang ternyata hidup sebatang kara tersebut. Di luar dugaan, Mei Rose melakukan percobaan bunuh diri lagi. Beruntung Mei Rose diselamatkan Pras. Pras jatuh kasihan pada Mei Rose. Mei Rose meminta Pras untuk menikahinya.

Tidak disangka, Mei Rose sangat berbahagia dengan pernikahannya dengan Pras. Mei Rose merasa terharu dan bahagia bisa dinikahi oleh laki-laki sebaik Pras. Dengan demikian Pras melakukan poligami.

Pras semakin hari semakin merasa bersalah pada Arini. Saat Pras berusaha menceritakan poligaminya pada Arini, ayah Arini meninggal. Suasana semakin berat bagi Pras saat mendengar pengakuan ibu Arini kalau ayahnya juga poligami. Demi kebahagiaan Arini, ibu merahasiakan poligami ayahnya dan ikhlas menerima takdirnya.

Akhirnya kenyataan poligami Pras diketahui juga oleh Arini. Bahtera perkawinannya yang ideal, runtuh seketika.

Catatan :
Raline Shah finalis Puteri Indonesia 2008 wakil Sumatera Utara, Top 5 Puteri Indonesia 2008, Puteri Indonesia 2008 Favorite dan Puteri Indonesia 2008 Kepulauan Sumatera. Nominasi Festival Film Indonesia 2015 Kategori Pemeran Pendukung Wanita Terbaik.

Winner Festival Film Bandung 2015 kategori Utama Wanita Terpuji : Laudya Cynthia Bella. Pemeran Pembantu Wanita Terpuji : Raline Shah.
Nominasi Festival Film Indonesia 2015 Kategori Pemeran Pendukung Wanita Terbaik : Raline Shah
Nominasi Piala Maya 2015 kategori Aktris Pemeran Utama : Laudya Cynthia Bella.

Bidadari Terakhir

Pemeran Maxime Bouttier, Whulandary Herman, Julian Jacobs dan Stella Cornelia. Sutradara Awi Suryadi. Penulis Priesnanda Dwisatria, Fauzan Adisuko, Agnes Davonar. Produser Chetan Samtani, Mashal Kishore, Dheeraj Kishore. Tanggal edar 10 September 2015.

Sinopsis
Rasya giat belajar demi mengikuti jalan dan rencana yang dipaparkan ayahnya, Tama, seorang pejabat berkarir cemerlang. Kegiatan apa pun yang di luar rencana besarnya itu tak jadi prioritas, dan karena itu ia terus menghindari pendekatan Maria (16) adik kelas yang suka padanya.

Suatu hari Hendra, teman Rasya, menggeretnya ke sebuah tempat pelacuran. Saat menunggu Hendra, ia bertemu dengan Eva (21), salah satu pelacur di sana. Pribadi Eva yang blak-blakan dan selalu “hidup untuk hari ini” membangkitkan ketetarikkan Rasya. Hari-hari berikutnya Rasya sengaja berkunjung hanya demi bercakap-cakap dengan Eva.

Seusai lulus SMU, Rasya meninggalkan semua rencananya. Ia ingin, paling tidak untuk sementara, hidup untuk hari ini. Ia akan berkelana, memperluas cakrawalanya, dan berusaha menemukan jalan untuk dirinya sendiri.

Catatan :
Ini adalah film pertama Whulandary Herman Puteri Indonesia 2013, Top 16 Miss Universe 2013 dan 3rd runner up Best National Costume Miss Universe 2013. Pendatang Baru Wanita Terpilih (Piala Tuti Indra Malaon) Piala Maya 2015.

Komedi Moderen Gokil

Pemeran Dodit Mulyanto, Boris Bokir, Indro Warkop, Kartika Putri, Nadine Alexandra, Maya Wulan, Tarsan, Ria Winata, Henky Solaiman, Risma Nilawati. Sutradara Cuk FK. Penulis Eric Satyo, Dhamoo Punjabi. Produser Dhamoo Punjabi. Tanggal edar 17 September 2015.

Sinopsis
Boris (Boris Bokir) jumpa lagi sahabat lamanya Dodit (Dodit Mulyanto) di Jakarta. Mereka tinggal di rumah kos Tante Maya (Maya Wulan), istri Om Indro (Indro Warkop).

Di rumah itu, Boris akhirnya dekat dengan Sasha (Nadine Alexandra), salah satu penghuni kos dan sahabat Karin (Kartika Putri), putri tunggal Maya dan Indro.

Boris dan Dodit mencari pekerjaan dan diterima pada sebuah biro detektif. Belum menjalani pelatihan, mereka sudah menerima kasus. Klien pertama mereka adalah Tante Maya, yang curiga kalo Om Indro punya wanita simpanan.

Dengan bekal kesoktahuan mereka, tertangkaplah Bu Ratna (Ria Winata), yang dicurigai kuat sebagai pacar Om Indro. Bu Ratna yang mereka culik ternyata istri baru Pak Goen (Tarsan), sahabat Om Indro, seorang pensiunan jendral, yang tak lain adalah juga Kepala Biro detektif tempat Boris dan Dodit bekerja.

Catatan:
Nadine Alexandra adalah Puteri Indonesia 2010 dan wakil Indonesia di Miss Universe 2011.

Hantu Kuburan Tua

Pemeran Maxime Bouttier, Whulandary Herman, Vicky Monica, Trisa Triandesa, Jajang C Noer. Sutradara Nayato Fio Nuala. Penulis Ery Sofid. Produser Mohammar Rafdy. Tanggal edar 17 September 2015.

Sinopsis
Sejak kecil Laura harus bertahan menghadapi mamanya, Riska, orang tuanya satu-satunya. Kalau marah, Riska bisa lupa diri. Sering Laura mendapat perlakuan kasar dari mamanya. Jengkel dengan situasi rumah, Laura pergi untuk tugas peliputan situs bersejarah bersama kekasihnya, Edwin, dan kedua temannya, Rizal, dan Maya.

Di tengah perjalanan mobil mereka terhantam tanah longsor saat cuaca hujan deras. Mereka selamat. Mereka memutuskan berteduh di sebuah rumah bekas yatim piatu. Kedatangan mereka disambut dingin dan misterius Sarinten, penghuni rumah.

Untuk mengusir kebosanan, Maya mengajak teman-temannya melakukan permainan memanggil hantu bernama Baby Blues. Rizal, Edwin, dan Laura tak setuju. Maya diam-diam memainkannya karena penasaran.

Sejak memainkan permainan baby blues itu, Edwin, Rizal, dan Laura mendapat teror monster mengerikan yang mengancam nyawa mereka. Keadaan bertambah mencekam dengan kemunculan arwah-arwah gentayangan lainnya.

Ternyata, di rumah itu dulu pernah terjadi pembantaian terhadap anak-anak yatim piatu. Dalam upaya menyelamatkan diri, Laura tanpa sengaja menemukan kenyataan mengejutkan yang berhubungan dengan masa lalu dirinya. Awalnya Laura tak percaya sampai kemudian Sarinten meyakinkannya. Laura dan monster itu memiliki pertalian darah. Sosok itu lahir dari rahim Riska, mamanya.

Catatan :
Ini adalah film kedua Whulandary Herman Puteri Indonesia 2013, Top 16 Miss Universe 2013 dan 3rd runner up Best National Costume Miss Universe 2013.

3 Dara

Pemeran Tora Sudiro, Adipati Dolken, Tanta Ginting, Melayu Nicole Hall dan Marisa Sartika Maladewi. Sutradara Ardy Octaviand. Penulis Nataya Bagya, Ardy Octaviand. Produser Toha Essa, Rina Harahap, Lukman Sardi. Tanggal edar 23 September 2015.

Sinopsis
Affandi, Jay dan Richard adalah tiga sahabat dengan latar belakang berbeda namun memiliki kesamaan: womanizer dan kurang menghargai perempuan walaupun ketiganya memiliki pasangan. Affandi (Tora Sudiro), sudah menikah selama 20 tahun dan memiliki seorang anak perempuan yang mandiri. Jay (Adipati Dolken) sudah bertunangan namun masih menunda pernikahannya. Richard (Tanta Ginting) lebih memilih long distance relationship.

Mereka adalah lelaki-lelaki sukses yang hanya selalu ingin menikmati hidup dan bersenang-senang tanpa pasangannya. Kehidupan mereka berubah saat bertemu dengan Mel, seorang pelayan bar yang mengutuk kelakuan Affandi, Jay dan Richard. Berbagai keanehan dan kesialan menimpa mereka terutama yang berhubungan dengan pasangan masing-masing. Mereka terpaksa minta bantuan Windy (Rianti Catwright), psikolog yang lihai menangani berbagai masalah kegalauan identitas.

Perjalanan Affandi, Jay dan Richard mencari jawaban membawa ketiganya pada kenyataan baru yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Catatan :
Melayu Nicole Hall adalah finalis Miss Indonesia 2015 wakil Gorontalo, Miss Indonesia Persahabatan 2015 dan pemenang IP Face 2015, sedangkan Marisa Sartika Maladewi adalah Puteri Indonesia Lingkungan 2013 dan wakil Indonesia di Miss International 2013.

Skakmat

Pemeran Donny Alamsyah, Tanta Ginting, Hannah Al Rashid, Cecep Arif Rahman dan Andi Annisa. Sutradara Ody C Harahap. Penulis Salman Aristo. Produser Affandi Abdul Rachman, Lukman Sardi. Tanggal edar 26 November 2015.

Sinopsis
Jamal (Tanta Ginting), tukang ojek yang hobi main catur, bermimpi ingin membuka usaha cuci motor di dekat pangkalan ojeknya. Rodiah, ibu Jamal, mengancam jika Jamal tidak segera mengubah hidupnya, tanah keluarga yang menjadi jatahnya akan menjadi milik sepupunya. Dalam urusan asmara pun Jamal mendapatkan tantangan dari orangtua Mirna (Andi Anissa) karena pekerjaannya yang tidak jelas.

Suatu hari Jamal diminta Ivan, yang dikenalnya secara tidak sengaja, untuk mengantar Dito (Donny Alamsyah), kurir heroin, ke Bos Tanah Tinggi (Cecep Arif Rahman). Jamal diberi uang muka 10 juta dan imbalan 90 juta jika sanggup menyelesaikan tugasnya. Karena belum pernah melihat uang sebanyak itu, Jamal langsung menyanggupinya.

Ivan tahu bahwa Dito sedang diincar oleh Mami Tuti (Hannah Al Rashid), bandar judi yang dendam pada Dito karena membuat adiknya patah hati dan menjadi pecandu. Setelah memberi tugas ini ke Jamal, Ivan kabur ke Hong Kong bersama istrinya.

Mengantar Dito ternyata tidak semudah bayangan Jamal. Mereka berdua harus menghadapi anak buah Mami Tuti. Arini, anak Dito, adalah alasan Dito untuk menghentikan Bos Tanah Tinggi yang akan menyebarkan heroinnya ke dalam permen. Dito takut kalau Arini menjadi korban.

Catatan :
Andi Annisa adalah finalis Miss Indonesia 2015 wakil Sulawesi Selatan dan Top 15 Miss Indonesia 2015.

Midnight

Pemeran Gofar Hilman, Guntur Triyoga, Edwin Super Bejo, Dini Takola. Sutradara Cuk FK. Penulis Fannyco Dion, Cuk FK. Produser Didi Mukti. Tanggal edar 26 November 2015.

Sinopsis
Gofar (Gofar Hilman) dan Guntur (Guntur Tri Yoga) yang bekerja sebagai penyiar radio di Jakarta, selalu merasa ada yang mengawasi setiap siaran program Midnight mereka. Guntur juga selalu merasa ketakutan karena ada penampakan setan casting. Kantor radio itu satu gedung dengan kantor production house yang sering mengadakan casting.

Catatan :
Dini Takola adalah finalis Puteri Indonesia 2014 wakil DKI 5, Top 10 Puteri Indonesia 2014 dan Puteri Indonesia 2014 Intelegensia.

Single

Pemeran Raditya Dika, Annisa Rawles, Chandra Liow, Pandji Pragiwaksono, Babe Cabiita dan Elvira Devinamira. Sutradara Raditya Dika. Penulis Raditya Dika, Sunil Soraya, Donny Dhirgantoro. Produser Sunil Soraya. Tanggal edar 17 Desember 2015.

Sinopsis
Ebi (Raditya Dika) seorang pemuda naif dan belum mempunyai pekerjaan. Ebi juga single forever yang belum pernah pacaran. Setiap kali mendekati perempuan, Ebi selalu saja ditolak.

Suatu hari, adik Ebi, Alva (Frederik Alexander) yang lebih ganteng dan sukses darinya, mengumumkan kalau dia hendak menikah. Karena inilah, Ebi pun mencari pacar untuk dibawa ke pesta kawin Alva, agar harga dirinya di depan ibunya masih bisa diselamatkan.

Dibantu dua orang teman kosnya, Wawan (Pandji Pragiwaksono) yang sok tahu, dan Victor (Babe Cabita) yang pesimistis, Ebi mencari cewek. Tapi selalu gagal. Pertemuannya dengan cewek tercantik justru terjadi di kosannya sendiri, Angel (Annisa Rawles).

Ketika Ebi mendekati Angel, muncul sosok (Chandra Liow), “abang-abangan” Angel. Joe, diam-diam juga mengincar cinta Angel dan dengan segala tipu muslihatnya berusaha menjauhkan Ebi dari Angel. Angel tidak tahu soal ini sama sekali.

Ebi sadar, petualangannya melepaskan status “Single” membuat dia menjadi lebih tahu lagi tentang apa yang dia butuhkan dalam hidupnya, bukan sekadar memenuhi apa yang dia inginkan.

Catatan :
Elvira Devinamira adalah Puteri Indonesia 2014, Top 15 Miss Universe 2014 dan pemenang Best National Costume Miss Universe 2014.

Sumber penghargaan dari Festival Film Indonesia 2015, Festival Film Bandung 2015 dan Piala Maya 2015

(is)