It’s me: Interview Puteri Indonesia Jawa Tengah 2016

disma-1

Wanita mandiri yang mulai hidup mandiri sejak di bangku kuliah ini biasa dipanggil Disma. Selain mandiri, Disma juga pribadi yang pantang menyerah, sejumlah ajang pernah ia ikuti. Anak bungsu dari 2 bersaudara ini pernah mengalami pengalaman yang berhubungan dengan dunia supranatural. It’s me, Disma Rasty:

1. Biodata :

Nama Lengkap/ Panggilan: Disma Ajeng Rastiti (Disma)
Tempat/Tgl lahir: Grobogan 25/12/1992
Tinggi badan: 170 cm
Zodiak/Shio: Capricorn
Hobby: Musik
Prestasi:
– Juara 1 Mbak Grobogan 2012
– Harapan 1 Mbak Jateng 2012
– Duta Bahasa 2014
– Miss Earth Best Eco Friendly Costume 2014

2. Wisata Kuliner daerah Kamu dan Oleh-oleh Kuliner dari daerah Kamu:

Nasi jagung + sayur daun talas + rempeyek, swike katak.
Oleh-oleh: kecap udang khas Purwodadi

disma-4

3. Ceritakan siapa diri kamu:

Saya anak kedua dari dua bersaudara, lahir di daerah kecil di Kabupaten Grobogan. Mulai hidup mandiri saat masuk bangku kuliah, tanpa saudara dan baru pertama kali jauh dari keluarga dan menetap di Jogja. Saya adalah seseorang yang punya banyak mimpi, setiap bertambah umur Saya selalu punya mimpi baru. Dalam proses meraih mimpi tersebut banyak sekali sandungan bahkan banyak kegagalan.

Dari proses itu Saya mendapatkan banyak sekali makna hidup, bahwa hidup tidak hanya sekedar kata kalah atau menang, baik atau buruk dan bisa atau tidak bisa. Perjalanan hidup Saya lebih dari itu. Sejak Saya berumur 5 tahun Saya banyak sekali mendapat ejekan, dari mulai mogok sekolah TK sampai jalan kaki sejauh 1 Km perjalanan pulang belajar mengaji dengan kucuran air mata.

Dari SD sampai SMA sering ditegur guru karena suka ‘ceriwis’ di kelas. Waktu umur 8 tahun pernah nangis di mall karena ingin sekali ikut lomba fahion show, mungkin orangtua Saya punya alasan lain mengapa dulu Saya dilarang ikut perlombaan fashion show. Umur 6 tahun, pertama kali Saya membeli barang dari uang tabungan sendiri, dress kuning seharga 8 ribu rupiah dengan bordir di dada tulisan “tersanjung” ada mawar merahnya. Dari kecil diajarkan orang tua untuk bisa berjuang sendiri untuk mendapatkan apa yang diinginkan, salah satunya menabung.

Dengan didikan keras dari orang tua membuat Saya bisa bertahan hidup mandiri di Jogja. Saya diajarkan untuk tidak mudah menyerah, setiap usaha pasti pernah gagal, setiap manusia punya jatah untuk gagal dan Saya habiskan jatah gagal itu di masa muda.

disma-2

4. Pengalaman paling berkesan & menyentuh (selain menjadi Finalis Puteri Indonesia):

– Tahun pertama Saya tinggal di Jogja pernah mengalami krisis keuangan. Di akhir bulan uang di ATM tinggal 50rb dan masih ada 1 minggu untuk sampai ke awal bulan. Saya mencoba melamar sebagai penjual kopi selama 3 hari digaji Rp 150 ribu. Luar biasa bersyukur bisa menyambung hidup.

– Saya tinggal di Purwodadi, nah kalau ingin pergi ke Jogja harus naik bus jurusan Purwodadi-Solo terlebih dahulu. Namanya bus RELA, tampilan luarnya sudah tua, usang dan banyak yang berkarat. Tapi kalau soal kecepatan, bus RELA adalah angkutan umum yg banyak ditakuti karena sopirnya ugal-ugalan. Saya sendirian naik bus RELA duduk di tengah dengan kondisi tanpa AC, kaki menekuk, penumpang berjubal ada yang berdiri, ditambah ada penumpang membawa ayam, sempurna sudah bau yang semerbak. Waktu itu Saya tidak sengaja melihat ada copet yang sedang melangsungkan aksinya.

Baru mau Saya tegur, si copet malah balik melotot. Beberapa detik Saya dan si copet saling tatap mata seperti dia mengisyaratkan sesuatu. Karena suasana sepi di tengah perjalanan si copet memutuskan untuk turun dari bus. Berhubung copet tadi adalah ibu-ibu, Saya kasihan dan mengurungkan niat untuk meneriaki, toh juga si korban sepertinya tidak kehilangan apapun. Sampai di Solo sekitar 2 jam, Saya bergelut dengan aroma solar dari bus. Perjalanan belum berakhir, untuk ke Jogja Saya melanjutkan naik kereta Prameks. Nah sama seperti bus yang tidak ber-AC, tapi bedanya jalan tidak bergoyang dan stabil, mengurangi sedikit mual. Sekitar 1,5 jam Saya sampai di Jogja, kemudian lanjut naik ojek menuju ke tempat Kost.

Di tengah jalan Saya tiba-tiba melihat Ibu-ibu copet tadi turun dari bus Kopaja, Saya minggir sebentar kemudian menghampiri Ibu-ibu tadi. Belum sempat Saya bertanya dia langsung pergi memberikan secuil kertas bertuliskan ‘Suwun’ yang artinya terima kasih.

– Pernah ada makhluk ghaib yang tinggal pada diri Saya selama 4 tahun, hal itu baru Saya ketahui 2 tahun yang lalu. Saya mengalami masa dimana ada jiwa lain yang ada dalam raga, Saya melihat sosok tersebut. Bukan hanya 1, tapi ada 4 jin perempuan. Saya sempat berkomunikasi dengan mereka, bertanya siapa dari mana dan apa tujuannya. Ada hal buruk yang ingin dicapai. Namun karena kekuatan iman alamdulillah Saya bisa bertahan. Kejadian ini Saya anggap sebagai teguran untuk Saya bisa lebih dekat dengan-Nya.

disma-3

5. Fakta Unik tentang kamu :

– Suka pakai balsem bayi
– Hobi nonton film WARKOP
– Suka eksperimen di dapur (masak)
– Hobi jalan-jalan ke lokasi yg banyak mitos/angker
– Tidak suka makan Durian dan Keju

Sumber foto : Instagram Disma
Terima kasih kepada Yayasan Puteri Indonesia atas kesempatan interviewnya
(is)

Comments

comments