Fashion Festival JFFF2015 Ditutup Dengan Penampilan Uri Uri Didi Budiardjo dan JFFF Awards

Fashion Festival JFFF2015 dimulai dari tanggal 15-28 Mei 2015, pada hari terakhir kamis (28/5) menampilkan karya designer Didi Budiardjo, yang berlangsung di Ballroom Haris Hotel Kelapa Gading.

Mengambil tema Uri Uri, berasal dari bahasa jawa bila diartikan melestarikan budaya. 25 tahun berkarya Didi ingin masyarakat Indonesia lebih mencintai budayanya sendiri, terutama Batik baginya adalah sebuah mahakarya yang memiliki banyak makna dan filosopi didalamnya.

“Saya cinta motif batik apalagi yang klasik, karena setiap motif batik itu ada arti dam filosopinya, itu yang menarik dimotif jawa” ujar Didi.

Pada pagelaran kali ini Didi, mengangkat motif batik Pekalongan, batik yang dibuat oleh masyarakat pekalongan ini dikenal dengan batik pesisiran, memiliki ciri khas tersendiri baik motifnya yang terkenal yaitu Jlamprang, ragam hias Burung Hong, Buketan dan motif batik modern Jawa Hokokai.

Batik Pekalongan sendiri dalam hal warna lebih berani dengan warna warna cerah yang dipengaruhi ragam budaya. Didi sendiri menghadirkan 43 outfit yang ia persiapkan selama tiga bulan, menghadirkan busana siap pakai, yang dituangkan ke dalam luaran, mini dress, rompi, celana, long dress hingga gaun menawan yang sederhana namun tetap elegan.

JFFF2015-didi2

Tidak hanya Didi Budiardjo saja yang ditampilkan di hari terakhir Fashion Festival JFFF2015, namun ada juga JFFF Awards, ada tiga kategori yang diberikan pada malam tersebut yaitu, Fashion Industry and Support kepada Oke Hatta Rajasa, Fashion Designer kepada harry Darsono dan Lifetime Achievement kepada Muara Bagdja. Dipandu host Ferdi Hasan dan Novita Anggie, penampilan khusus Maruli Tampubolon dan Orkestra Wong Aksan, Fashion Festival JFFF 2015 ditutup dengan anggun dan elegan.

(is)

Comments

comments