Chintya Fabyola Siap Bersaing Dengan Negara Manapun Termasuk Filipina

tya

Bertempat di Graha Mustika Ratu Gatot Subroto, Jakarta pada hari kamis (8/10) diadakan press conference keberangkatan Puteri Indonesia Lingkungan 2015 Chintya Fabyola menuju Miss International 2015 di Tokyo, Jepang.

Biasa disapa Tya, ia akan mewakili Indonesia. Karantina akan dimulai pada tanggal 16 Oktober sampai dengan 4 November 2015, sedangkan malam final akan berlangsung pada tanggal 5 November 2015 di HITEN Grand Prince Hotel New Takanawa, Tokyo, Jepang.

Dalam mengikuti ajang tersebut banyak pembekalan yang sudah Tya dapatkan seperti, perawatan kecantikan dari Taman Sari Royal Heritage Spa, kelas table manner dari LPPMS (Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Mooryati Soedibyo), pelatihan bahasa inggris, ngegym hingga perawatan gigi hingga isu-isu terkini salah satunya isu lingkungan tentang bencana asap yang melanda daerah Sumatera dan Kalimantan.

“Iya saya juga sangat prihatin melihat keadaan ini, apalagi ditempat saya tinggal Kalimantan Barat juga terkena imbasnya, saya tidak bisa menyalahkan siapapun, semoga bencana ini cepat teratasi” jawab Tya.

Yang paling ditunggu-tunggu adalah national costume, jika tahun lalu Indonesia meraih best national costume oleh Elfin Pertiwi maka tahun ini untuk Tya masih dari designer yang sama Dynand Fariz yang membuatnya.

Tema yang diangkat adalah Legend of Tribhuwana Tunggadewi, kostum ini terinspirasi dari legenda kerajaan Majapahit dengan dominasi warna emas dan ungu yang merupakan simbol dari keluarga Raja. Motif ukiran terinspirasi dari seni arsitektur yang terdapat pada candi peninggalan Majapahit dengan simbol Surya Majapahit sebagai lambang kerajaan. Kostum ini merefleksikan feminism, keanggunan dan wibawa yang dimiliki pemimpin wanita yang berpengaruh besar wilayah Indonesia saat ini Dari sosok Tribhuwana Tunggadewi inilah muncul gagasan bahwa wanita di jaman ini pun bisa berbuat banyak dan lebih bagi masyarakatnya, bisa menjadi seorang pemimpin dan menginspirasi tidak hanya kaumnya tetapi ke semua orang.

Sementara itu sang designer juga memberikan harapannya “saya ingin Tya bisa membawa citra dan keaggunannya, wibawa dan membawa citra kemata Dunia”ujar Dynand Fariz.

Dari Yayasan Puteri Indonesia yaitu Putri K Wardani juga memberikan pernyataannya bahwa salah satu cara membawa dan memperkenalkan budaya Indonesia ke level dunia, yaitu melalui National Costume agar dunia tahu bahwa kebudayaan Indonesia sangatlah beragam.

tya4

Dalam persiapan keberangkatannya ada banyak busana yang akan Tya bawa, seperti gaun malam dari Anaz mengambil tema Dancing Borneo. Terinspirasi dari baju penari dayak dimana penuh dengan detail motif lingkaran menjuntai. Motif hutan yang dipilih menandakan bahwa masyarakat Kalimantan sangat peduli akan kekayaan alam yang melimpah di tanah Kalimantan. Warna merah membara pada dress ini menandakan si pemakai wanita yang berani percaya diri, serta penuh semangat dalam menggapai mimpi. Hebatnya lagi gaun ini dibuat Anaz hanya dalam waktu 2 hari saja, karena Dancing Borneo yang sebelumnya dirasa Anaz kurang. Sehingga Anaz membuat ulang gaunnya.

Ada busana Sephora Batik dari koleksi Fall-Winter 2015 Ko-Tori, busana nuansa batik dari Parang Kencana, hingga kebaya cantik dari Intan Avantie.

tya2

Tya sendiri dalam mengikuti ajang Miss International 2015 akan bersaing dengan puluhan peserta dari berbagai negara, termasuk mega favorit Janice Lubina asal Filipina. “Saya siap bersaing dengan siapapun, termasuk wakil Filipina, karena saya sudah mempersiapkan semuanya” jawabnya sambil tersenyum.

(is)

Comments

comments