Cerita Seru Top 15 Miss Universe 2015, Anindya Kusuma Putri

Anindya-Kusuma-Puteri-Top-15-Miss-Universe-2015

Selama sebulan berada di Amerika, dari keberangkatan pada tanggal 27 November hingga kembali ke Jakarta 29 Desember 2015. Anindya Kusuma Putri, Top 15 Miss Universe 2015 akhirnya tiba di tanah air, setelah mengalami perjalanan di udara selama kurang lebih 28 jam perjalanan dengan memakai maskapai Korean Air.

Anin tiba di bandara Soekarno Hatta jam 10 malam, bersama Ibu dan adiknya dengan membawa 10 koper, 2 kardus besar National Costume dan 1 koper untuk alat musik gitar, mereka tiba di terminal 2 kedatangan luar negeri, disambut oleh team dari Yayasan Puteri Indonesia dan Indonesian Pageants, dalam kesempatan tersebut Anin berbagi cerita dengan Indonesian Pageants selama ia mengikuti karantina Miss Universe 2015 Las Vegas USA. Berikut cerita seru dari Anin.

IP : Selamat ya Nin, sudah masuk Top 15 Miss Universe 2015.
Anin : Iya, terima kasih ya IP. Kemarin nganterin sekarang jemput aku, wah terima kasih banget ya.

IP : Apa yang Anin rasakan saat ini.
Anin : Lega, Lepas dan Bebas merdeka.

IP : Sudah selesai ya kompetisinya.
Anin : Iya

IP : Bisa diceritakan pengalaman Anin selama mengikuti karantina Miss Universe 2015.
Anin : Seru sih, jika ada cerita para alumni mengenai para kontestan yang sirik dan suka ngumpetin barang itu ga, bahkan ga ada yang jahil dan neko-neko itu diera aku ga ada sih, malah sangat menyenangkan.

IP : Pengalaman berharga apa yang Anin dapatkan di Miss Universe 2015?
Anin : Yang aku dapatkan banyak sih, terutama saat rehearsal aku ketemu dengan Lu Sierra, banyak ilmu yang aku dapatkan dari dia, dengan sesama kontestan aku juga banyak tahu tentang negara mereka dan pekerjaan mereka.

IP : Dari 80 finalis Miss Universe 2015 ada ga sih yang Anin jagoakan masuk dalam Top 15?
Anin : Ada India, Peru, Puerto Rico, Philippines, Thailand, Great Britain dan Australia.

IP : Bagaimana perasaan Anin tahun ini 4 wakil Asia masuk dalam jajaran Top 15 Miss Universe, salah satunya Indonesia, seneng ga sih ?
Anin : Tahun ini strong-strong ya IP, apalagi Asia bisa masuk 4, Indonesia, Jepang, Thailand dan Philippines, Alhamdulillah sih seneng.

IP : Saat pemanggilan Top 15 Miss Universe 2015, Indonesia disebut masuk di urutan ketiga, apa yang kamu rasakan saat itu ?
Anin : Alhamdulilah, saat dipanggil urutan ketiga, dalam hati aku mikir, ini beneran ga sih, beneran ga sih, sambil berjalan ke depan, udah ga mikir apa-apa lagi, udah lepas aja, tapi ku bangga banget, jadi ga deg-degan di bagian akhir.

Anindya-Kusuma-Puteri-Top-15-Miss-Universe-2015-1

IP : Bisa diceritakan tragedi salah crowning saat host Steve Harvey menyebutkan Ariadna Guttierrez (1st runner up Miss Universe 2015) sebagai pemenang Miss Universe dan dianulir ternyata yang menang Pia Alonzo Wurtzbach.
Anin : Iya kita semua berada di atas panggung waktu Ariadna sudah di crowning kita (seluruh kontestan) mundur ke belakang panggung, pada saat itu kita tidak bisa meluk dia (Ariadna) karena ada blocking setelah crowning itu, blocking untuk first walk at Miss Universe, Ariadna harus jalan dulu baru bisa kita peluk, begitu seharusnya, tapi pas saat kita mau jalan meluk Ariadna di Screen (Layar) kontestan bisa lihat dari atas panggung buat MC nya, ada tulisan “Miss Philippines Please Take Your First Walk”.

Ditengah interview tiba-tiba Anin dicegat fansnya untuk minta foto bareng, dengan ramah Anin pun melayani sesi photo tersebut, dan sang fans tidak lupa mengucapkan selamat atas prestasi Anin. Interview dilanjutkan kembali.

Anin : wah udah tau nih pemenangnya Colombia, loh ko display pemenangnya Philippines
IP : Tapi ko Anin memeluk Ariadna ?
Anin : Ya aku merasakan di posisinya Ariadna pasti sakitlah, itu ga sengaja secara refleks aku langsung meluk Ariadna.

IP : Kejadian itu heboh banget ga sih nih saat dipanggung tersebut
Anin : Heboh bangetlah, apalagi Miss Germany, dia sanggat emosional sekali

IP : Apa yang dia bilang
Anin : Miss Germany post di instagramnya klo ga dukung Pia dan lebih dukung Ariadna

IP : Kalau dari Anin sendiri posisinya berada dimana, antara Pia atau Ariadna, atau tidak memilih siapa-siapa alias netral ?
Anin : Iya aku sih lebih milih netral.

IP : Saat kejadian tersebut finalis asal India Urvashi Ratuela mencoba menenangkan perasaan Ariadna, apakah Anin melihat kejadian tersebut dan apa yang bisa Anin jelaskan ?
Anin : Iya aku melihat, menurutku wajar aja Urvashi dekat dengan Ariadna, karena Ariadna ini secara personal orangnya banyol dan lebih menyatu dengan kontestan yang lain, sedangkan Pia itu nice girl tetapi orangnya pendiam, dan tidak banyak bergaul dengan kontestan.

IP : Setiap tahun ada gelar atau predikat terheboh seru yang diberikan Pageants Lover, dan tahun ini gelar terheboh jatuh ke finalis asal Vietnam dengan julukan Si Gincu Merah, setiap hari tidak pernah lupa dengan gincunya tersebut, bahkan ada joke yang bilang lipsticknya tidak pernah habis saat dikarantina. Menurut Anin apakah pernah melihat kejadian tersebut ?
Anin : Aku malah ga merhatiin, tapi memang sering pakai lipstick merah ya.

IP : Awal Anin terpilih banyak haters yang membully kamu, bahkan ada yang bernazar ingin potong kuping jika Anin placed di Miss Universe 2015, bahkan akun haters tersebut di screen shoot oleh Pageants Lover dan ditagih janjinya, Apa tanggapan Anin ?
Anin : Ada ya, dicari lagi dan ditagih he he he (jawabnya sambil tertawa), kalau dari awal aku ga ngurusin haters ya, buat aku semua pendapat negatif maupun positif aku rangkum dan dibantu sama teman-teman dari Indonesian Pageants juga, dan dari teman-teman yang lain juga membantu mana masukan yang kasar ataupun yang halus dirangkum mana yang bisa untuk improvement buat aku, apapun itu aku terima, ga ada apapun dendam kesumat yang aku rasakan, pesan aku adalah satu siapapun wakil Indonesia yang dikirim keajang international harus didukung dengan semangat siapapun orangnya itu.

IP mulai bertanya kedekatan antara Anin dengan Maria Harfanti, tidak hanya kedekatan antara sesama wakil Indonesia diajang kecantikan dunia, mereka saling memberi dukungan di media sosial masing-masing terutama di Instagram.

IP : Bagaimana dengan Maria Harfanti, sepertinya kalian saling support satu sama lain ?
Anin : Iya, aku sama Maria itu berteman, ko jadi pada heboh ya he he he (jawabnya sambil tertawa), padahal ya, aku sama Maria itu malahan ngobrol di whatsapp selama karantina, Maria di Miss World 2015 aku di Miss Universe (perhelatan Miss World dan Miss Universe perdekatan, jatuh di bulan Desember 2015 Grand Final cuma berselang 1 hari Miss World 19 Desember sedangkan Miss Universe 20 Desember 2015).

IP : Wah berarti kalian saling support satu sama lain dong disaat karantina tersebut, biasanya apa yang kalian ceritakan ?
Anin : Ga cerita banyak sih, karena sibuk karantina ya, paling gimana kabarnya, sudah sampai tahap mana, kapan finalnya dan bagaimana perasaannya, lebih kesitu aja sih.

IP salut terhadap dua wakil Indonesia yang sudah mengharumkan nama Indonesia diajang kecantikan dunia, kembali kepemilihan Puteri Indonesia 2016 beberapa hari yang lalu IP berkesempatan meliput audisi Puteri Indonesia 2016, sudah ada 29 finalis yang terpilih dari berbagai propinsi, dan akan ada audisi lagi untuk daerah yang belum terisi.

IP : Beberapa finalis yang sudah terpilih, banyak diantara mereka ada melakukan berbagai persiapan, dari ngegym dan latihan catwalk, menurut Anin kriteria apakah yang cocok dengan sosok Puteri Indonesia, yang segiat itu atau ada penilain yang lainnya ?
Anin : Ada kriteria lainnya yang lebih penting (ngegym dan catwalk juga perlu) yang utama adalah attitude, karena ketika aku ke Miss Universe dan sampai disana bertemu dengan semua kontestan, semuanya cantik, mau secantik apapun wakil Indonesia, semuanya cantik ketika dikirim keajang International, ga bisa diadu-aduan cantik pasti kita minder duluan, tetapi dari kesemua cantik itu ada satu yang harus ditonjolkan yaitu keunikan, selain bakat yang utama adalah attitude.

IP : Di Miss Universe tahun ini ada sesi Talent, saat itu Anin memainkan alat musik bass, apa perasaan kamu saat beraksi dengan alat musik itu ?
Anin : Itu seru banget, aku jadi pembukanya, kan semuanya ada yang nari dan nanyi, cuma aku yang beda sendiri mainin gitar dengan memakai baju jumpswit dari kain tapis lampung, seru dan heboh, ga nyangka banyak finalis yang merekam dan fotoin, bahkan dishare disosial media. Kerennya lagi banyak kontestan yang suka dengan baju yang aku pakai.

Dalam kesempatan tersebut, Anin mengucapkan banyak terima kasih kepada IP Friends dan Pageants Lover yang sudah mendukungnya dan tidak lupa mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-11 buat Indonesian Pageants. Terima kasih kepada Yayasan Puteri Indonesia atas kesempatan bisa mengantarkan dan menjemput para Puteri Indonesia diajang international, dan sekali lagi terima kasih Anin atas prestasinya dan membanggakan nama Indonesia.

(is)

Comments

comments