Cerita Maria Harfanti Saat Menjadi Relawan AIESEC di Tuping, Guizhou China

 

mahar1

Selama 1,5 bulan berikutnya minus masa training, Maria Harfanti Miss Indonesia 2015harus mengajar sejumlah anak kecil usia 10-15 tahun di Tuping, Guizhou China. Maria mengajar bahasa Inggris dan keterampilan seperti melipat kertas membuat main dengan bahan yang ada.

Di sekolah di Tupin itu Maria berusaha berbesar hati menghadapi karakter anak yang berbeda-beda. “Jadi disana itu anak kelas 1-3 SMP dengan rentang usia 10-15 tahun duduk di satu-satunya di SMP setempat. Disana saya mengajar bahasa Inggris dan keterampilan,” kata Maria.

“Anak-anak ini kan kalau diajak belajar suka tidak mau. Maunya main, kalau saya mengajar keterampilan mereka suka. Begitu bahasa Inggris mereka seperti enggan,” kata Maria mengenang.

Maria kemudan pasang strategi, saat anak-anak mulai enggan belajar dia memberikan hadiah sebagai imbalan untuk anak-anak yang rajin belajar. “Hadiahnya kecil-kecil seperti pensil batik dan wayang-wayangan kecil. Ternyata cara ini cukup berhasil,” kata Maria mengenang.

Source: CNN Indonesia
(ar)

Comments

comments