Magic Hour : Cinta Datang Saat Hujan Turun

3

Bagi Raina (Michelle Ziudith) gadis pengantar bunga, hujan adalah kebahagiaan yang tidak pernah ia dapatkan dimanapun, hujan membawanya ketitik dimana saat itu ia bisa menari dan melupakan kegelisahan.

Pertemuanya dengan Dimas (Dimas Anggara) berawal saat ia diminta mencari informasi oleh Gweny (Nadya Arina) untuk mencari seperti apa sosok Dimas, pria tajir namun sangat cuek, yang menyuruhnya bertukar posisi menjadi Gweny.

Sebagai sahabat Raina menuruti permintaan Gweny, dari pertemuan ditempat cafe hingga kerumah sakit, semua informasi tentang Dimas ia berikan kepada Gweny, namun bukannya mendapatkan informasi, justru benih-benih cinta datang menghampiri Raina.

Sadar posisinya hanyalah sebagai penganti, Raina mencoba menjauh dari Dimas, apalagi setelah tahu kalau Dimas sudah dijodohkan dengan Gweny, atas persetujuan kedua orang tua mereka Mama Flora (Meriam Bellina) dan Mama Cindy (Ira Wibowo).

Namun dilain tempat ada Toby (Rizky Nazar) sahabat masa kecilnya yang sudah lama memendam perasaan cinta kepadanya, Toby juga membuatkan sebuah lagu indah untuknya. Perasaan Raina berkecambuk hebat. Ia binggung memilih diantara kedua pria tersebut, Dimas dan Toby.

Hingga puncaknya terjadi saat pertunangan antara Dimas dan Gweny, tiba-tiba Raina jatuh pingsan dan mengalami kebutaan, hatinya hancur karena tidak bisa lagi melihat Dimas dan merasakan magic hour dikala turun hujan.

Apakah Raina bisa melihat kembali, bagaimana hubungannya dengan Dimas, dan bagaimana Raina bisa merasakan kembali Magic Hour

Michelle Ziudith, gadis kelahiran Medan, Sumatera Utara 20 Januari 1995 mengungkapkan “berperan sebagai Raina yang biasa dipanggil Rain (hujan) karena ia sangat suka hujan dan menyenangkan, aku mencoba bermain dengan baik”.

Namanya mulai dikenal saat mengikuti Miss Celebrity tahun 2010, kariernya mulai naik saat bermain diserial televisi Arti Sahabat hingga sampai sekarang membintangi puluhan judul ftv, pernah meraih award sebagai aktris pendatang baru paling ngetop diajang SCTV Awards 2012, film Magic Hour adalah film keduanya, sebelumnya ia pernah bermain difilm Remember When (2014).

Bagi Dimas Anggara yang berperan sebagai Dimas, Magic Hour adalah film ketiganya setelah sebelumnya Kembang Perawan (2009) dan Radioa Galau FM (2012), kariernya dimulai sejak tahun 2009 dengan bermain diberbagai serial televisi dan puluhan ftv, pemuda berusia 26 tahun, kelahiran Jakarta, 10 September 1988.

Dimas mengaku heran dengan tokoh yang ia lakoninya, karena jatuh cinta dengan Raina “Gimana ga aneh? hobinya kayak anak kecil bermain hujan-hujanan dan senyum-senyum “Ujarnya.

Ditemui usai press conference dan press screening, yang berlangsung hari senin (10/8) di XXI Kuningan City, Nadya Arina (Gweny), gadis kelahiran Bogor 19 September 1998, mengakui ini adalah film pertamanya, ada banyak kesulitan yang ia hadapai saat bermain sebagai Gweny, dimana disalah satu scene yang membuat emosinya turun naik.

“Waktu scene pertunangan itu terjadi saat jam 5 pagi, dimana kondisi fisik aku juga mengalami naik turun, dan benar-benar menguras emosi, untungnya sangat terbantuk dengan para pemain lainnya yang sangat baik”.

Alur cerita yang disutradari Asep Kusnadar ini mengambil tempat syuting di lokasi panorama alam di Banyuwangi, tepatnya gunung Ijen atau yang lebih dikenal dengan Kawah Ijen, tidak itu saja ada juga di Tanjung Lesung, Banten. Proses syuting bulan Desember 2014 dengan waktu 25 hari, dari produser Sukhdev Singh dan rumah produksi Sreenplay Production.

Ditulis naskahnya oleh Tisa Ts, dengan berbagai bintang muda dan senior yang turut bermain diantaranya Michelle Ziudith, Dimas Anggara, Rizky Nazar, Nadya Arina, Meriam Bellina, Ira Wibowo, Anissa Rahma, Ramzi, Surya Saputra dan Maevva Amin. Magic Hour akan tayang pada tanggal 13 Agustus 2015, diseluruh bioskop Indonesia.

(is)

Comments

comments