Indonesian Fashion Chamber Hadirkan Konsep Teaterikal Media Viewing Trend 2018

Untuk pertama kalinya, Indonesian Fashion Chamber (IFC) menyelenggarakan acara fashion presentation yang bertajuk “Media Viewing Trend” 2018. Ajang ini bertujuan untuk memperkenalkan perkembangan trend fashion di Indonesia kepada kalangan media, buyer, dan stakeholder terkait.

Media Viewing Trend akan menampilkan presentasi karya desainer Indonesia yang mewakili sejumlah kategori busana, yaitu Avant Garde, Urban, Muslim, dan Evening Wear. Selain mempresentasikan rancangan dalam fashion show, para desainer lintas generasi ini diberi kesempatan pula untuk menjelaskan tentang rancangannya, meliputi konsep desain, produksi, hingga pemasaran, dalam sesi presentasi dan tanya jawab dengan audien seusai fashion show.

Uniknya acara ini akan dilangsungkan selama dua hari, tanggal 26 Maret hingga 27 Maret 2018 bertempat di The Ice Palace, Lotte Avenue, Kuningan. Menghadirkan rangkaian fashion show dengan konsep teaterikal.

Para fashionista dan photografer diajak untuk menikmati setiap pergantian show dengan konsep yang berbeda, sesuai tema busana para designer.

Dibuka dengan kehadiran Jumpanona by Rilya Krisnawati designer aksessories ini mempresentasikan langsung para model diatas runway dengan memberikan sentuhan cantiknya berupa aksessories ada yang dari perhiasan sampai scraf.


Dilanjutkan Raefitazoro menghadirkan busana sport dengan 100% bahan katun, terinspirasi dengan event olahraga yang ada didalam negeri dan luar negeri. Para model hadir dengan busana serba putih dengan memainkan berbagai permainan olahraga, tema ini sangat pas jika dilihat pada bulan Agustus nanti Indonesia menjadi tuan rumah ajang perhelatan olahraga asia yaitu 18th Asian Games 2018.

Berikutnya Malea by Mega MA, wanita berasal Surabaya ini menghadirkan urban sportif, keluar dari zona amannya yang mana aslinya Mega designer khusus membuat buasana evening gown.

Lalu ada NY by Novita Yunus, sebuah brand dari batik chic, koleksi Novita Yunus baru saja ia perlihatkan pada ajang fashion yaitu Amazon Tokyo Fashion Week 2018, disana Novita mendapatkan sambutan yang sangat bagus.

Sedangkan d2i by Dina Midiani menghadirkan busana yang peduli dengan lingkungan terutama masalah sampah. Seperti tas yang terbuat dari kain perca. Uniknya konsepnya Dina diprakarsai oleh designer sekaligus sahabatnya Ali Charisma.

Sementara itu deaigner muda berbakat Aldrè, membawa tema “Childhood Nightmare” busana-busana dengan cutting tidak simetris menampilkan warna-warna dark, makin terlihat kelam dengan permainan topeng berwarna emas terbuat yang dari kayu.

Konsep tidak biasa dihadirkan oleh designer Yunita Kosasih, mengangkat tema Rei, Yunita berhasil membawa atmosfir horor bagaikan melihat film pengabdi setan dalam bentuk teaterikal, jika dalam film horor tersebut sangat kelam. Di fashion ini suasana tidak mencekam, puluhan model-model cantik hadir dengan payung berwarna putih, terlihat adem.

Puncaknya hadir The Future, menghadirkan 6 designer muda dengan konsep berbeda-beda namun satu benang merah yang sama Future yaitu Inez hadirkan keindahan laut biru, Wita berekspresi dengan ekspedisi, Ania Rahma mengangkat keindahan batik motif kaung, Rahajes dengan musim hujan, Gabriela Manurung mengusung Kara yaitu busana kontemporer dari Bali dipadukan dengan aplikasi aksesories tas dari kayu dan Aji Suropati.

Indonesian Fashion Chamber bersama media veiwing trend 2018, ditutup dengan kehadiran seluruh designer dan para model sambil bernyanyi, diiringi lagu hits “This Is Me” ost The Great Showman.

Penulis : Irwansyah

Comments

comments