Albert Yanuar Tampilkan Peacock Palace di JFFF 2016

albert-yanuar

Albert Yanuar mempersembahkan Peacock Palace pada hari minggu (8/5) di Jakarta Fashion Food & Festival 2016, terinspirasi dari keindahan burung merak yang ada digerbang bangunan istana di India, burung merak sendiri diibaratkan sebagai burung yang gagah, namun ditangan Albern burung merak ini bisa juga menjadi feminim.

Proses pembuatannya ia lakukan dengan cara membuat motif merak yang ia aplikasikan ke proses digital printing dan bordir, selain itu tidak lupa ia padu padankan dengan motif kain khas Indonesia seperti kain batik dan kain tenun. Ada 84 koleksi yang ia hadirkan malam tersebut, dari busana ready to ewar, haute couture, evening gown, kemeja pria, busana anak-anak dan tas.

paula-verhoeven

Tahun 2016 ini adalah 10 tahun Albert Yanuar berkarya, ia memulainya saat lulus diusia 17 tahun dari sekolah rumah mode, untuk kain yang digunakan sebagai efek berlapis ada tulle, organdi dan duchesse. Bermain dengan warna coklat cerah dan biru, dengan dominasi warna-warna khas Timur Tengah seperti fuchsia, hijau, biru, coklat dan kuning.

Memiliki keunikan bermain dengan busana transformasi adalah salah satu ciri khasnya, seperti kejutan yang dilakukan model Dominique Diyose, saat maju kedepan dengan ball gown berwarna keemasan, dan balik kebelakang panggung sesaat kemudian busana ball gown ia copot dan berganti menjadi evening gown dengan warna senada.

dominique-diyose

Menurut Albern ia percaya, dizaman era modern wanita dalam berpakaian menuntutnya harus bisa berada diberbagai tempat namun bisa menghadirkan busana yang sama, yaitu satu busana bisa dipakai dalam berbagai acara, makan malam, pesta maupun menghadiri acara pernikahan. Hingga tercetus ide busana transformasi tersebut.

Albert Yanuar sendiri dalam kariernya pernah membuatkan busana untuk finalis Puteri Indonesia 2010 dan busana untuk Zukhriatul Hafizah 1st runner up Puteri Indonesia 2009 untuk keajang Miss International 2010.

(is)

Comments

comments