Ini Dia Tujuh Pahlawan Indonesia, Yang Meraih Tujuh Emas dari Cabang Bulu Tangkis di Olimpiade

Pahlawan-Bulu-Tangkis- Indonesia-1992-2016

Cabang bulu tangkis pertama kali hadir di olimpiade, Barcelona, Spanyol pada tahun 1992, tahun pertama diadakan Indonesia meraih 2 emas sekaligus, dari duet pasangan suami isteri Alan BudiKusuma dan Susi Susanti, masing-masing dari tunggal putra dan tunggal putri. Alan mengalahkan wakil Indonesia Ardy Wiranata 15-2 18-13 dan Susi mengalahkan Bang Soo-hyun (Korsel) dengan skor 5-11 11-5 dan 11-3 dalam pertandingan tiga set.

Indonesia juga menambah medali perak dari Ardy Wiranata (tunggal Putra), Eddy Hartono dan Rudy Gunawan (Ganda Putra) serta medali perunggu melalui Hermawan Susanto (tunggal putra).

Tahun 1996 Olimpiade diadakan di Atlanta, Amerika Serikat. Indonesia meraih medali emas melalui ganda putra Rexy Mainaky dan Ricky Subagja melawan Cheah Soon Kit dan Yap Kim Hock asal Malaysia dengan skor 5-15 15-13 dan 15-12. Indonesia juga menambah medali 1 perak dari Mia Audina (tunggal putri) dan 3 perunggu dari Susi Susanti (tunggal putri) Heryanto Arbi (tunggal putra) dan Antonius Ariantho dan Denny Kantono (ganda putra).

Di Olimpiade 2000 Sydney, Australia. Kembali Indonesia menyumbangkan medali emas melalui Tony Gunawan dan Candra Wijaya (ganda putra) melawan Lee Dong soo dan Yoo Yong sung (Korsel) dengan skor 15-10 9-15 dan 15-7. Indonesia juga menambah 2 medali perak melalui Hendrawan (tunggal putra) dan Tri Kusharyanto dan Minarti Timur (ganda campuran).

Olimpiade 2004 di Athena, Yunani. Indonesia meraih medali emas melalui Taufik Hidayat yang berhasil mengalahkan Shon Seung Mo (Korsel) dengan skor 15-8 dan 15-7, Indonesia menambah 2 medali perunggu melalui Sony Dwi Kuncoro (tunggal putra) dan Eng Hian dan Flandy Limpele (ganda putra).

Sementara itu di Olimpiade 2008 Beijing, Tiongkok. Indonesia meraih medali emas melalui Markis Kido dan Hendra Setiawan mengalahkan Cai Yun dan Fu Haifeng (Tiongkok) dengan skor 12-21 21-11 dan 21-16, Indonesia juga menambah satu medali perak dan satu medali perunggu, melalui gandra campuran, Nova Widianto dan Lilyana Natsir (perak) dan Maria Kristin Yulianti, tunggal putri (perunggu).

Tahun 2012 saat olimpiade diadakan di Wembley Arena, London pada tanggal 28 Juli hingga 5 Agustus adalah tahun suram bagi tim bulu tangkis Indonesia, pada tahun tersebut tidak ada satupun perwakilan Indonesia yang masuk kedalam babak semifinal dan final, hingga akhirnya tradisi meraih medali emas putus.

Kembali empat tahun setelah putusnya tradisi emas, melalui cabang bulu tangkis, pada olimpiade 2016 yang diadakan di Rio, Brazil. Indonesia kembali mencatatkan tradisi meraih medali emas kembali, kali ini datang dari Tontowi Ahmad dan Lilyana Nasir yang berhasil mengalahkan Chan Peng Soon dan Goh Liu Ying (Malaysia) Indonesia menang dalam dua set dengan skor 21-14 dan 21-12.

Hebatnya lagi Tontowi Ahmad dan Lilyana Nasir, yang biasa disapa Owi dan Butet ini meraih medali emas tepat di hari kemerdekan Republik Indonesia yang ke 71, medali emas melalui Owi dan Butet bagaikan kado emas dan terindah sepanjang masa, yang mereka persembahkan untuk negara.

Dengan kemenangan ini pemerintah akan memberikan bonus 5 Miliar untuk Owi dan Butet yang meraih medali emas, kerennya lagi mereka satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil masuk di babak final.

Semoga dengan kemenangan Owi dan Butet, dapat memotivasi generasi muda Indonesia untuk mencintai cabang olahraga Bulu Tangkis, sehingga di olimpiade dan kejuaran dunia lainnya Indonesia bisa melahirkan pebulutanggkis generasi muda, yang bisa mempertahankan tradisi meraih medali emas di Olimpiade.

Terima kasih pejuang bulu tangkis Indonesia, yang sudah mengharumkan dan membanggakan Indonesia di Olimpiade.

(is)