Indahnya Pulau Karya Destinasi Wisata Bahari Di Kepulauan Seribu

abnonseribu2014-1 Setelah lepas dari pemerintahan walikota Jakarta Utara ditahun 2001, Kepulauan Seribu berkembang dengan pesatnya sebagai Kabupaten Administrasi dan satu-satunya wilayah kepulauan yang ada di DKI Jakarta. Memiliki 110 pulau, yang terbagi dalam 4 jenis pulau yang ada di Kepulauan Seribu, diantaranya ada pulau penduduk, pulau resort, pulau sejarah dan pulau konservasi, dari 110 pulau yang ada hanya separuhnya saja yang bisa dikunjungi.

Saat Indonesian Pageants (IP) berkesempatan menghadiri Malam Final Abang None Kepulauan Seribu 2015, siang harinya IP dan media lainnya diajak keliling pulau, dimulai dari pulau pramuka menuju pulau karya, mengunakan perahu sebagai armada untuk menyeberang antar pulau, biaya yang digunakan hanya 4 ribu rupiah saja dan perahu tersebut digunakan masyarakat sekitar untuk menyeberang antar pulau.

Di pulau karya berseberangan dengan pulau panggang, pulau yang juga banyak penduduknya sama dengan pulau pramuka, konon katanya disebut pulau panggang kalau dilihat dari atas seperti pulau yang terpanggang panasnya matahari. Sesampainya di pulau karya, semua media diperlihatkan keindahan alam dengan panorama pantai pasir putih, menurut Zulfikri Arif, Abang Kepulauan Seribu 2014 dan Alvia Anjani, None Kepulauan Seribu 2014 di pulau karya sering diadakan penanaman mangrove dan pelepasan penyu sisik. abnonseribu2014-4 Pulau Karya juga sebagian wilayah digunakan untuk pemakaman umum bagi warga pulau yang meninggal dunia dan ada juga kapal pemadam kebakaran. Selepas dari pulau karya, IP diajak beristirahat sejenak di Nusa Keramba Resto yang terletak di tengah-tengah laut. Di rumah makan dengan nuansa makanan laut pengujung akan menikmati sensasi unik dan menyenangkan dengan panorama hamparan laut lepas, dan kebanyakan pengunjung yang makan ditempat ini, sesudah makan tidak lupa mengabadikan berfoto bersama dan selfie.

Kembali dari pulau karya IP menginap di home stay di pulau pramuka tempat acara Malam Final Abang None Kepulauan Seribu 2015, tempat penginapan di home stay tersebut bernama pinquin, IP mendapatkan penginapan dilantai 2, kebetulan terletak dipinggir pantai, sore harinya dari kejauhan bisa melihat matahari tenggelam dan saat air laut pasang digunakan pengujung untuk berenang dan bermain banana boot. Uniknya lagi di pulau pramuka nama setiap jalan atau gang, menggunakan nama-nama ikan laut, ada nama jalan ikan baronang, kakap dan yang lainnya.

Esok harinya saat IP mau pulang kembali ke Jakarta, tidak lupa pagi harinya menikmati keindahan matahari terbit, IP pun sempat berbincang dengan penduduk pulau pramuka yaitu bapak Joko, menurut pengakuannya semenjak tahun 2006 pulau pramuka dibuka untuk destinasi kunjungan wisatawan, melihat peluang itu pak Joko yang sebelumnya berprofesi sebagai nelayan beralih menjadi pemandu wisata dengan menyewakan perahu kano dengan sewa setengah jamnya 30ribu rupiah. Di pulau pramuka sebagian penduduk yang tinggal adalah transmigran dari daerah lain, ada yang datang dari pulau jawa hingga sumatera, salah satunya ibu Kiki yang berasal dari Medan, sudah sepuluh tahun tinggal di pulau pramuka, ibu-ibu juga mendapatkan penghasilan dari pengunjung yang datang dengan membuka usaha makanan, yang dipersiapkan buat pengujung home stay.

Sayangnya di pulau pramuka untuk kebutuhan dapur seperti sayur-sayuran didatangkan langsung dari muara angke, sehingga harganya jika didaratan seikat seribu dipulau pramuka bisa dua kali lipatnya. Dan oleh-oleh khas yang bisa pengujung bawa pulang adalah ikan asin, kerupuk, dan kripik sukun. Menurut penuturan pak Joko jika ingin mengunjungi pulau pramuka, ada baiknya harus booking dua bulan sebelumnya, sebaiknya mengambil program paket karena lebih murah, pp dari marina ancol ke pulau pramuka, menginap dua hari satu malam dan makan 3 kali. Agenda wisata yang bisa dilakukan yaitu, snorkeling dan diving. Memasuki bulan ramadhan, wisatawan kepulau pramuka berkurang, dan akan mulai banyak lagi saat seminggu sebelum lebaran.

(is)

Comments

comments