Aach Aku Jatuh Cinta Tayang Terlebih Dahulu Di Busan International Film Festival 2015

aajc9

Sebelum tayang perdana dibioskop Indonesia 5 November 2015 (rencana awal), Aach Aku Jatuh Cinta (AAJC) film yang dibintangi Pevita Pearce, Chicco Jerikho, Nova Eliza, Annisa Hertami, Joko Kamto, Gati Andoko, Rukman Rosadi, Toni Sukardi, Azriel Bima dan Angelista, disutradarai Garin Nugroho dan dari produser Ram Punjabi MVP Multivison Plus, terlebih dahulu diputar perdana di Busan International Film Festival 2015 Korea.

Dalam keterangan press conference yang berlangsung hari selasa (6/10) di Multivision Tower Kuningan, Jakarta. Garin Nugroho mengatakan bahwa di Busan International Film Festival 2015 (BIFF), Aach Aku Jatuh Cinta masuk disegmen A Window of Asian Cinema dalam kategori ‘World Premiere’ dan ‘International Premiere’. AAJC akan diputar selama 3 kali dari tanggal 5, 8 dan 9 Oktober 2015.

Busan International Film Festival adalah salah satu festival film paling bergengsi ditingkat Asia. Pertama film tersebut pertama kali diadakan dari 13 sampai 21 September 1996, juga merupakan festival film internasional pertama di Korea dan tahun ini memasuki tahun 20 penyelenggaraannya. Fokus dari BIIF adalah mengenalkan film-film baru dan sutradara yang baru pertama kali berkarya, khususnya dari negara-negara Asia.

Ajang ini menghadirkan hampir seluruh insan film, kritikus, film maker untuk hadir di BIIF karena inilah cara terbaik dunia untuk memutar film, “sebagian peserta yang ikut merupakan pemenang di festival-fetival besar seperti di Cannes, Berlin dan Venesia. Walaupun sifatnya hanya showcase saja, tapi penting untuk sutradara-sutradara pendatang” ujar Garin.

AAJC mengisahkan film tentang percintaan ditiga zaman yang berbeda, era 70an, 80an dan 90an, antara Yulia (Pevita Pearce) dan Rumi (Chicco Jerikho) yang tumbuh sejak kecil saat mereka masih bertetangga, hubungan yang unik, puitis, naif, penuh kekonyolan, tragik dan sangat komikal, menjadi mewarnai perjalanan cinta mereka ditiga jaman yang berbeda.

aajc10

Kisah cinta mereka mengalami putus sambung, Yulia mencatatnya dalam buku harian, dimana saat pabrik limun keluarga Rumi mengalamai kebangkrutan, perpisahan tak terhindarkan.

Kisah cinta Yulia dan Rumi dibuat dengan gaya retro, “Ini adalah salah satu syuting terunik saya, yang biasanya 1-2 bulan ini malah 2 minggu” ujar Pevita. Proses syuting berlangsung di Yogyakarta banyak menampilkan keindahan alam Yogyakarta.

AAJC adalah film keenam Garin Nugroho yang diputar di BIFF. Garin pernah menjadi salah satu dewan juri pada pagelaran BIFF di tahun 1997. Inilah yang menjadi istimewa bagi Garin sendiri. Selain itu, film ini juga mengalami perubahan judul untuk disesuaikan dengan audiens internasional menjadi Chaotic Love Poems.

Istimewanya lagi BIIF akan menerbitkan 100 film terbaik sepanjang masa dari kritikus film dunia, salah satunya film Garin sendiri yaitu film puisi tak terkuburkan diproduksi tahun 2001 dibuat hanya 6 hari.

Sementara itu dari tim AAJC sendiri yang akan berangkat ke Busan International Film Festival 2015 Korea yaitu, Garin Nugroho, Pevita Pearce, Annisa Hertami (7 besar PPBN 2014) dan Ram Punjabi, selain memperkenalkan film mereka juga akan membawa kebudayaan Indonesia.

aajc19

“Selama disana, selain memperkenalkan film Aach Aku Jatuh Cinta, aku juga akan membawa budaya Indonesia terutama kain Batik” ujar Annisa Hermati 7 besar Putra Putri Batik Nusantara 2014, yang sudah membintangi 4 film seperti Soegija, Jokowi, Jendral Sudirman dan terakhir Aach Aku Jatuh Cinta.

(is)

Comments

comments